Waktu Memberi Pakan Ayam Petelur

Waktu Memberi pakan ayam petelur.Anak ayam memerlukan pakan berkualitas tinggi agar tumbuh dengan prima. Pakan yang mengandung nutrisi seimbang dapat diperoleh dari toko makanan ayam. Berikan pakan “starte” untuk anak ayam selama tiga minggu pertama dan kemudian disambung dengan “grower” sampai berumur 10 minggu.

Bagi ayam petelur, berikan pakan “developer” pada umur 10 sampai 20 minggu. Setelah lewat 20 minggu, berikan pakan “laying mash” agar dapat menghasilkan tingkat produksi telur yang tinggi dengan kualitas telur yang baik.

Artikel terkait.

Hindari pemberiaan pakan tambahan selain pakan seperti yang disebutkan di atas. Menu pakan starter, grower, developer, dan layer diformulasikan dan dirancang sebagai satu-satunya pakan untuk makanan ayam.

Apabila makanan tambahan diberikan, ayam cenderung untuk mengurangi mengkonsumsi pakan komplit yang seharusnya dengan adanya makanan tambahan tadi, dan akhirnya mereka tidak menerima jumlah nutrisi yang semestinya. Akibatnya ayam menjadi kekurangan gizi dan tingkat pertumbuhannya atau produksi telurnya akan menurun, dan kemudian mati.

Jangan biarkan kehadiran ayam jantan yang tidak direncanakan mengurangi kesempatan tumbuh pada ayam petelur. Ayam jantan adalah broiler yang baik untuk dikonsumsi saat berumur 7 sampai 9 minggu. Memisahkan ayam jantan dengan sendirinya akan mengurangi jumlah pengeluaran biaya untuk pakan.

Apabila yang diperlukan adalah ayam petelur, maka untuk peliharaan ayam berikutnya sebaiknya membeli anak ayam yang baru dientaskan dalam keadaan telah dipilih jenis kelaminnya (sexed pullet). Apabila membeli keadaan campuran (straight-run). Ayam jantan baru dapat diketahui setelah berumur 6 minggu dan rencanakan untuk menjualnya setelah mencapai ukuran yang diinginkan.Waktu pemberian pakan ayam petelur

pemberian pakan pada ayam petelur

Untuk pemberian pakan ayam petelur ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu).

Artikel terkait.

Kualitas dan kuantitas pakan fase starter adalah sebagai berikut:

  • Kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24% , lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, Me 2800-3500 Kcal.
  • Kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor; minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor; minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor dan minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor. Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada 4 minggu sebesar 1.520 gram.

Kualitas dan kuantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut:

  • Kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%; serat kasar 4,5%; kalsium (Ca) 1%; Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal.
  • Kuantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umum yaitu: minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor; minggu ke-6 (umur 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor; minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor dan minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor. Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.

Pemberian minum disesuaikan dengan umur ayam, dalam hal ini dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:

  • Fase starter (umur 1-29 hari) kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 liter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 litter/hari/100 ekor; minggu ke-3 (15-21) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor. Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 litter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stres ke dalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.
  • Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 liter/hari/100 ekor; minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.

Waktu Pemberian Pakan

Diperlukan strategi yang tepat pada pemberian pakan ayam ras petelur agar menjadi efesien, strategi tersebut antaranya:

  • Perhitungan jenis pakan                                                                                                                                                                                                                                             Perhitungan jenis pakan ini merupakan upaya meningkatkan kualitas ayam, karena ayam ras petelur sangat tergantung terhadap jenis pakan yang diberikan. Menurut pengalaman beberapa peternak membuktikan bahwa pakan ternak dari pabrik tertentu memberi efek yang cukup baik. Sehingga langkah yang paling mudah dan efisien adalah memelihara jenis strain tertentu dengan pemberian jenis pakan dari pabrik yang juga memproduksi DOC-nya. Selain itu, perbedaan tipe ayam petelur juga sangat berpengaruh pada perhitungan jenis dan konsumsi pakan, ayam petelur tipe ringan (ayam petelur putih) dari galur murni with leghorn mengonsumsi pakan relative lebih sedikit dari pada ayam petelur tipe medium (ayam petelur coklat).
  • Pembelian pakan                                                                                                                                                                                                                                                         Dalam pembelian pakan, yang sering diperhitungkan oleh peternak adalah pertimbangan masalah harga pakan. Selisih sedikit saja, peternak bisa berganti merek. Penyebabnya adalah besarnya biaya yang tersedot pada penyediaan pakan tersebut. Padahal, mahalnya harga pakan bukanlah faktor terpenting. Yang terpenting adalah mutu pakan (Feed Quality). Akan menjadi lebih buruk lagi jika pakan yang harganya relative murah tersebut ternyata banyak mengandung zat-zat racun makanan (Feed Toxin). Bahkan pemberian pakan dengan kualitas lebih rendah dari standar pada periode starter bisa mengakibatkan laju pertumbuhannya terhambat dan akan berujung pada pencapaian berat yang lebih rendah dari perkiraan.
  • Pergantian pakan                                                                                                                                                                                                                                                         Pada ayam ras petelur pergantian pakan pada tiap masa pertumbuhan mutlak dilakukan, hal ini terkait dengan kebutuhan nutrisi dan energi yang berbeda pada tiap periode. Selain itu, pergantian pakan bermanfaat pada penghematan dan efisiensi pakan. Selain itu, pergantian pakan pada tiap masa (setiap periode) starter ke pada periode grower sebaiknya dilakukan secara bertahap untuk mengurangi stres pada ayam.
  • Pemisahan tempat pakan                                                                                                                                                                                                                                           Selama periode grower (masa pertumbuhan), pakan untuk ayam jantan dan ayam betina sebaiknya dipisahkan. Tempat pakan untuk ayam betina diberi grill, sedangkan untuk ayam jantan digunakan tempat pakan tabung yang digantung lebih tinggi. Manfaat pemberian grill dalam tempat pakan ayam betina, penggunaan pakannya lebih efisien karena pakan yang terbuang akibat cara makan ayam yang tidak beraturan dapat dikurangi. Dari beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa penggunaan grill dapat meningkatkan efisiensi pakan hingga 15%.
  • Lampu penerangan                                                                                                                                                                                                                                                     Agar ayam mudah menemukan tempat pakan, terutama pada kandang postal (periode starter sampai grower) sebaiknya di dalam kandang diberi lampu penerangan. Hal ini berguna pula terhadap kemungkinan ayam menginjak-injak dan menghamburkan pakan karena dalam situasi gelap. Selain itu, penerangan atau cahaya mempunyai peranan tidak langsung dalam membantu pendewasaan kantong benih telur ayam dara dan juga dalam pembentukan telur pada ayam yang sedang berproduksi.
  • Pemotongan paruh                                                                                                                                                                                                                                                      Untuk mengurangi dan mencegah terbuangnya pakan karena dikais-kais dengan paruh, maka sebaiknya paruh ayam dipotong pada saat ayam masih berumur muda atau pada ayam breeder berumur 7-20 hari Setelah dilakukan pemotongan, pemberian pakan harus lebih tebal sehingga ketika ayam mematuk pakan paruh tidak mudah terbentuk dasar tempat pakan. Hal ini mencegah pendarahan pada paruh yang baru dipotong.
  • Menyusun ransum sendiri                                                                                                                                                                                                                                         Para peternak yang sudah berpengalaman (memiliki dasar-dasar pengetahuan mengenai bahan pakan) sebaiknya dapat menyusun sendiri ransum untuk ayam ras petelurnya. Tujuannya adalah agar biaya pakan dapat dihemat, sehingga keuntungan yang akan diperoleh juga meningkat. Selain itu, dengan menyusun ransum sendiri, peternak dapat menentukan bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan dalam penyusunan dan lebih efisien karena bahan-bahan pakan cukup tersedia dilingkungan tempat tinggal kita.
  • Penggunaan pakan tambahan                                                                                                                                                                                                                                   Pakan tambahan (Feed suplement) diberikan dengan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan, mempertahankan atau meningkatkan produksi dan dapat menjaga kesehatan ayam. Pemberian pakan tambahan dapat berupa vitamin saja, campuran vitamin dan mineral serta dapat juga campuran antara vitamin, mineral dan anti biotik. Akan tetapi, sebaiknya pakan tambahan yang berupa antibiotik tidak dilakukan secara terus-menerus. Karena antibitok dapat menimbulkan kekebalan.

Adapun tips mengoptimalkan pakan ayam adalah sebagai berikut:

  • Pakan diberikan secara kontinu baik pagi, siang dan malam. Jangan memberi pakan sekaligus (serempak) untuk kebutuhan sehari ayam, karena selain tidak efies juga boros.
  • Dalam pemberian pakan, lakukan sesuai prosedur dan anjurkan yang ada.
  • Hindari pemberian jenis pakan yang berubah-ubah, karena dapat berakibat pada penurunan produksi telur.
  • Jaga kualitas pakan, terutama kadar proteinnya, dengan cara: Menyimpan pakan ditempat yang kering dan telah disediakan, Tidak menyimpan pakan lebih dari dua minggu serta Kemas pakan sedemikian rupa agar terhindar dari gangguan mikroorganisme pengganggu seperti cendawan.
  • Lakukan pembuangan pakan dan pembersihan tempat pakan, jika pakan telah terkontaminasi cendawan, karena dapat menyebabkan keracunan pada ayam.

Diet bawang putih pada ayam petelur ternyata bisa bermanfaat meningkatkan kesehatan ayam dan mutu serta bobot telur yang di hasilkan. Ilmuan Afrika Selatan (R.Y.Olobatoke dan S.D. Mulugeta Dari North West University, Mafikeng) menemukan peningkatan kinerja ayam petelur demikian dalam studi yang mereka lakukan belum lama ini.

Kedua ilmuan dalam studi tersebut menggunakan bubuk bawang putih dalam diet sebanyak 72 ekor ayam petelur jenis Dekalb putih umur 30 bulan. Berat hidup perekor kisaran 1,72-2,12 kg. Variasi dosis bubuk bawang putih yang mereka berikan adalah 3% dan 5% diet dasar ayam damal rasio berat. Penilaian tentang efek diet bawang putih meliputi bobot ayam, telur, dan kualitas internalnya serta populasi bakteri dalam fases, serta diuji juga organoleptik untuk melihat pengaruhnya pada cita rasa telur yang dihasilkannya.

Hasil dari diet bawang putih tersebut ternyata secara signifikan positif terhadap kinerja ayam petelur, diet bawang putih 3% dan 5% meningkatkan kekebalan dan bobot albunium dan telur yang dihasilkannya. Populasi dalam fases ternyata juga menurun, Persia (Flavor) bawang putih pada telur yang dihasilkan juga nyata.

Pada pemberian bubuk bawang putih 5%, bobot telur dan bobot albumin telur meningkat masing-masing 2,06 g dan 1,84 g dibanding kontrol. Hitungan populasi bakteri pada feses semakin menurun dengan bertambahnya dosis pemberian bubuk bawang putih, hal serupa dengan citra rasa telur, persia bawang putih semakin kuat selaras dengan peningkatan dosis diet bawang putih.

Tulisan terkait :
loading...
Waktu Memberi Pakan Ayam Petelur | Penulis | 4.5