Umur Dan Teknik Panen Sarang Burung Walet

Umur dan teknik Panen sarang burung walet.Bagian utama dari suatu budidaya walet adalah pemanenan. Sarang burung walet dapat diambil atau dipanen apabila keadaannya sudah memungkinkan untuk dipetik. Untuk melakukan pemetikan perlu cara dan ketentuan tertentu agar hasil yang diperoleh bisa memenuhi mutu sarang walet yang baik.

Jika terjadi kesalahan dalam memanen akan berakibat fatal bagi gedung dan burung walet itu sendiri. Ada kemungkinan burung walet merasa terganggu dan pindah tempat. Untuk mencegah kemungkinan tersebut, sebaiknya kita perlu mengetahui teknik atau pola dan waktu pemanenan.

Artikel terkait.

Pola panen sarang burung walet dapat dilakukan beberapa cara, setiap cara mempunyai sisi baik atau keuntungan dan sisi buruk atau kerugian dari masing-masing cara panen yang dilakukan:

1. Panen rampasan

Panen sarang walet dengan cara rampasan ini dilakukan ketika sarang telah selesai dibuat oleh burung walet, namun sarang tersebut belum sempat dipakai untuk bertelur oleh sang walet. Pada saat sarang dipanen, kemungkinan burung pemilik sarang tersebut belum akan bertelur, tetapi ada juga sarang yang burung pemiliknya tidak lama lagi akan bertelur.Umur Dan Teknik Panen Sarang Burung Walet

Burung walet membutuhkan waktu lima hari sejak perkawinan untuk memproduksi sebuah telur yang sempurna.

Proses produksi telur ini tidak dapat dihentikan, maka jika sarang dipanen pada saat proses produksi telur induk walet sudah dimulai, burung tersebut akanĀ  bertelur pada saat sarang walet yang lain atau lebih sering menjatuhkan telurnya begitu saja di lantai.

Pembudidaya harus menyediakan bahan makanan yang cukup untuk kebutuhan burung walet, agar burung walet masih memiliki kesempatan untuk membuat sarang baru. Sebaiknya panen dengan cara rampasan sarang ini dilakukan sepuluh hari sebelum burung memproduksi telur.

Artikel terkait.

Keuntungan:

  • Jarak panen yang cepat, yaitu pemetikan sarang walet bisa lebih sering dilakukan. Dalam kurun waktu satu tahun, paling tidak bisa dilakukan 5-6 kali pemetikan sarang.
  • Kualitas sarang sangat bagus, karena sarang yang dipanen dengan cara ini belum sempat digunakan untuk bertelur dan bersarang, sehingga dari segi warna sarang terlihat putih dan bersih.
  • Nilai jual tinggi.
  • Total produksi sarang burung per tahun lebih banyak.

Kerugian:

  • Dilihat dari segi pelestarian burung walet, cara panen rampasan ini tidak bagus, karena tidak ada peremajaan.
  • Hasil panen dengan cara ini menghasilkan sarang yang kurang besar, dan kadang bentuknya belum sempurna.
  • Kondisinya ketahanan tubuh walet yang tinggal dalam gedung/rumah walet akan menjadi lemah, karena dipicu untuk terus menerus membuat sarang sehingga tidak ada waktu istirahat.
  • Kualitas sarangnya pun merosot menjadi kecil dan tipis karena produksi air liur tidak mampu mengimbangi pemacuan waktu untuk membuat sarang dan bertelur.
Tulisan terkait :
loading...
Umur Dan Teknik Panen Sarang Burung Walet | Penulis | 4.5