Tujuan Penyimpanan Pakan Ternak Racikan Sendiri

Tujuan penyimpanan pakan ternak racikan sendiri- cheap nfl jerseysPeternak yang membuat pakan sendiri memerlukan tempat penyimpanan bahan pakan dan pakan jadi. Tujuan penyimpanan yakni untuk menyediakan stok bahan pakan yang diperlukan untuk memproduksi pakan. Bahan pakan ini harus tersedia setiap saat.

Adapun penyimpann pakan jadi diperlukan untuk menyimpan secara sementara sebelum diberikan ke ternak itik. Penyimpanan bahan pakan dan pakan jadi yang baik tidak akan menurunkan kualitas bahan pakan.

Artikel terkait.

Demikian juga sebaliknya, penyimpanan yang tidak baik akan banyak menimbulkan masalah baik dari kualitas bahan pakan maupun kerugian yang diderita peternak. Selama penyimpanan, ada kemungkinan terjadi penurunan kualitas bahan pakan atau pakan jadi akibat kerusakan kimia, biologis, dan fisik.

Untuk mengurangi kerugian, sebaiknya penyimpanan bahan pakan tidak terlalu lama, yakni maksimum 1-2 bulan. Beberapa kerusakan yang dapat terjadi selama proses penyimpanan pakan yakni sebagai berikut.

  1. Kerusakan karena terjadi reaksi oksidasi karena adanya oksigen atau oleh hidroperoksida. Nutrien yang berpeluang mengalami kerusakan adalah asam lemak tidak jenuh; asam lemak esensial; vitamin A, C, D; biotin; serta asam amino lisin. Kerusakan akibat oksidasi umumnya ditandai dengan bau tengik akibat lemak yang teroksidasi.
  2. Kerusakan kimia yang dipercepat oleh mineral atau pH rendah dan tinggi. Hal ini dapat dipercepat dengan meningkatnya kadar air bahan pakan. Nutrien seperti vitamin C dan tiamin mudah rusak akibat pH alkalis (pH tinggi).
  3. Jamur yang tumbuh pada bahan pakan atau pakan jadi akan memproduksi toksin yang dapat berbahaya bagi tubuh ternak itik. Pertumbuhan jamur terlihat dari perubahan warna bahan pakan dengan adanya bintik-bintik hitam yang sering terlihat pada biji-bijian, terutama jagung.
  4. Pertumbuhan bakteri juga dapat menghasilkan toksin berbahaya bagi ternak.
  5. Kerusakan akibat serangan serangga, terutama pada bahan pakan jenis biji-bijian. Larva dari serangga akan mengonsumsi karbohidrat untuk pertumbuhannya sehingga biji menjadi keropos.
  6. Serangga tikus dapat mengontaminasi bahan pakan atau pakan jadi melalui kotorannya yang mengandung banyak bibit penyakit.

Gudang Penyimpanan

Untuk menyimpan pakan atau bahan pakan harus berdasarkan tata cara yang biasa dilakukan oleh para peramu pakan atau peternak yang sudah berpengalaman. Selain itu, bahan pakan yang akan digunakan juga harus dipilih agar kondisinya tidak banyak berubah ketika disimpan di dalam gudang.Tujuan Penyimpanan Pakan Ternak Racikan Sendiri

Gudang merupakan tempat untuk menyimpan bahan pakan dan pakan jadi yang sangat menentukan kualitas yang diperoleh setelah terjadi penyimpanan. Sebaiknya gudang untuk menyimpan bahan pakan berbeda dengan gudang pakan jadi.

Gudang bahan pakan letaknnya lebih dekat dengan pelaksanaan proses produksi pakan. Adapun letak gudang pakan jadi lebih dipertimbangkan dari segi kemudahan transportasi. Gudang yang baik memenuhi persyaratan untuk menyimpan bahan pakan dan pakan jadi tanpa banyak menimbulkan kerugian.

Artikel terkait.

Persyaratannya yaitu kering, tidak terkena cahaya langsung, atap tidak bocor, letaknya lebih tinggi dari sekitarnya agar tidak mudah terkena banjir bila hujan, terdapat ventilasi, dan sirkulasi udara lancar. Luas gudang disesuaikan dengan daya tampung untuk kapasitas produksi yang akan dilakukan.

Untuk  mempermudahh pengaturan masuk dan keluarnya barang, sebaiknya gudang mempunyai dua buah pintu yang berlawanan letaknya. Peralatan yang diperlukan di dalam gudang yaitu palet. Palet adalah alas untuk menumpuk karung agar tidak langsung kontak dengan lantai gudang.

Palet terbuat dari kayu berbentuk persegi dengan ukuran bervariasi, tergantung dari luasan gudang. Contoh ukuran paet yakni panjang 1,5 m; lebar 1,5 m; dan tinggi 12 cm atau panjang 1,65 m dengan lebar 1,54 m.

Gudang yang ideal

  • Gudang harus mempunyai sirkulasi udara yang baik.
  • Letak gudang tidak jauh dari produksi pakan.
  • Sebaiknya lantai gudang dibuat dari semen.
  • Gudang bahan pakan dipisahkan dengan gudang pakan jadi.
  • Kebersihan gudang perlu selalu diperhatikan.
  • Sebaiknya dilakukan pengecekan suhu dan kelembapan gudang secara periodik.

Tips menyimpan pakan

  • Satu tumpukan di atas palet sebaiknya satu jenis bahan pakan.
  • Pengecekan kondisi bahan pakan di gudang dilakukan secara periodik. Misalnya, adanya karung yang sobek, terkontaminasi urin dan feses tikus, adanya jamur atau adanya kutu, bau bahan pakan berubah (misalnya adanya bau tengik), atau menggumpalnya bahan pakan.
  • Pencatatan pemasukan dan pengeluaran bahan pakan perlu dilakukan dengan baik.
  • Bahan pakan mengandung kadar air kurang dari 13%. Bahan pakan yang mengandung kadar air tinggi tidak dapat disimpan lama karena akan mudah ditumbuhi jamur.
  • Susunan karung di atas palet sebaiknya tidak terlalu tinggi agar tenaga kerja dapat meletakkan dan mengambil karung dengan mudah.

Berikut adalah beberapa cara menyimpan pakan dan bahan pakan yang aman.

  1. Kadar air bahan pakan sebaiknya kurang dari 13%.
  2. Bahan pakan dikemas menggunakan karung. Pada karung ditulis jenis bahan pakan, tanggal pembelian, dan nama penyuplai.
  3. Bahan pakan disimpan di gudang menggunakan alas palet dan lokasi yang sama untuk setiap bahan pakan. Misalnya, bungkil kedelai disimpan di tumpukan A, jagung di pada tumpukan B, dan seterusnya.
  4. Bahan pakan disusun seperti tumpukan bata dengan jenis dan tanggal pembelian yang sama.
  5. Jarak palet ke dinding sebaiknya 30 cm.
  6. Bahan pakan atau pakan yang pertama datang harus digunakan terlebih dahulu.
  7. Memeriksa secara periodik ada atau tidaknya karung yang rusak.
  8. Memeriksa secara periodik tanda-tanda serangan kutu. Jika sudah terserang kutu, lakukan fumigasi.
  9. Memeriksa secara periodik tanda-tanda serangan jamur, terutama pada pakan yang  sudah disimpan selama satu bulan. Jika sudah ada, segera lakukan fumigasi.
  10. Memeriksa ada atau tidaknya tikus di dalam gudang.
  11. Memeriksa dan memastikan kondisi palet tidak rusak, lembap, atau basah.

Sistem Penyimpanan

Semua bahan pakan atau pakan jadi sebaiknya dikemas menggunakan karung berjenis pastik dari bahan polietilen. Karung jenis ini lebih tahan lama dan kuat terhadap serangan serangga, mudah dibersihkan, dan harganya relatif lebih ekonomis.

Penggunaan karung selain untuk menjaga kualitas, juga untuk memudahkan proses penyimpanan. Karung disusun di atas palet sebaiknya menggunakan sistem bata mati Sistem ini mempermudah proses penumpukan dan pengambilan bahan pakan atau pakan jadi.

Selain itu, setiap karung akan menjadi saling mengikat satu sama lainnya sehingga tidak mudah jatuh. Teknik penyusunan karung di atas palet berbeda-beda pada setiap bahan, dilihat dari sifat bahan, bentuk/tekstur bahan, jumlah, dan jenis bahan. Susunan karung pada palet berbeda-beda, umumnya susunan tujuh karung dikali enam lapis karung per palet.

Jarak antara dinding dengan tumpukan sekitar 25-30 cm, sedangkan jarak antartumpukan sekitar 25-50 cm. Jarak ini diperlukan untuk memperluas ruang gerak pekerja sehingga dapat mengambil dan mengangkut bahan pakan atau pakan jadi dengan lebih mudah.

Sistem pengeluaran dan pemasukkan bahan pakan ataupun pakan jadi mengikuti sistem FIFO (first in first out), yaitu bahan pakan yang masuk lebih dulu jaga digunakan lebih dulu. Setiap karung diberi label yang berisi informasi nama pakan jadi dan tanggal produksi.

Untuk menjada kontinuitas produksi pakan, perlu dilakukan pencatatan penggunaan dan stok bahan pakan secara periodik (misalnya satu minggu sekali). Perlu juga dilakukan pengecekan stok barang di gudang yang bertujuan untuk mengetahui kondisi nyata dari bahan pakan atau pakan jadi tersebut.

Tulisan terkait :
loading...
Tujuan Penyimpanan Pakan Ternak Racikan Sendiri | Penulis | 4.5