Teknik Pemberian Pakan Itik Tidak Terbatas

Teknik pemberian pakan itik tidak terbatas-Pemeliharaan itik secara intensif umumnya diberi pakan ad libitum dengan bentuk pakan itik tepung (mash) atau bentuk butiran (pelet atau crumble).

1. Bentuk mash

Artikel terkait.

Itik sangat suka pakan bentuk mash yang dapat diberikan dalam bentuk kering ataupun basah. Pemberian pakan mash dalam bentuk basah sangat disukai oleh itik. Namun, permasalahannya adalah pakan yang tersisa akan mudah ditumbuhi jamur penghasil mikotoksin.

Untuk mengatasinya, pemberian pakan sebaiknya dilakukan dua kali dalam sehari. Selain itu, kebersihan tempat pakan harus dijaga, sisa pakan harus segera dibuang. Sayangnya, pakan itik dalam bentuk mash lebih besar peluangnya untuk tercecer.

2. Bentuk pelet

Pakan bentuk pelet paling menguntungkan karena meningkatkna efisiensi pakan dan meningkatkan pertumbuhan bobot badan. Selain itu, jumlah pakan yang tercecer relatif sangat sedikit. Ukuran pelet pakan starter (0-2 minggu) berdiameter 3,18 mm dengan panjang tidak lebih dari 7,94 mm. Adapun pelet untuk itik umur lebih dari 2 minggu berdiameter 4,76 mm dan panjang 12,7 mm.Teknik Pemberian Pakan Itik Tidak Terbatas

3. Bentuk crumble

Pakan bentuk crumble hampir sama dengan pelet, hanya saja ukurannya lebih kecil. Pakan crumble juga dapat meningkatkan efisiensi pakan dan lebih sedikit pakan yang tercecer jika dibandingkan dengan pakan berbentuk mash.

Artikel terkait.

Teknik Pemberian Pakan Terbatas

Program pemberian pakan terbatas tidak disarankan pada pemeliharaan itik karena dapat menurunkan produksi telur, menurunkan bobot telur dan menunda dewasa, menurunkan efisiensi penggunaan pakan, tetapi tidak mempengaruhi kualitas telur, serta mempercepat molting.

Hasil penelitian tentang pembatasan pakan 70% ad lib dan 80% ad lib dibandingkan ad libitum. Pakan yang diberikan mengandung protein 17%; energi bruto 3.600 kkal/kg; serat kasar 5,85%,Ca 3,425; dan P 1,12%. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan terbatas yakni sebagai berikut.

  1. Penimbangan pakan harus dilakukan dengan hati-hati dan jumlah pakan yang dikonsumsi harus diketahui secara tepat sesuai dengan temperatur lingkungan.
  2. Temperatur pakan dan air minum harus cukup.
  3. Bobot badan harus senantiasa dikontrol.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi efisiensi pakan antara lain sebagai berikut.

1. Pakan harus sesuai dengan kebutuhan nutrien itik

Pakan yang mengandung nutrien sesuai dengan periode pertumbuhan dan produksi telur serta dibuat dengan bahan pakan berkualitas baik, akan menghasilkan pertambahan bobot badan yang tinggi. Selain itu, nilai konversi pakan akan semakin kecil.

2. Bentuk pakan

Pakan itik terdiri atas tiga bentuk, yaitu mash (tepung), crumble (butiran), dan pelet. Pakan berbentuk crumble dan pelet cocok untuk itik pedaging dan umumnya menghasilkan efisiensi pakan yang lebih tinggi dibandingkan denganĀ mash. Pelet atauĀ crumble yang diberikan ke itik akan mengurangi jumlah pakan yang tercecer.

3. Kandungan energi pakan

Itik mengonsumsi pakan untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh. Jika kebutuhan energi tubuh sudah terpenuhi, itik akan menghentikan konsumsi.Pakan yang mengandung energi rendah menyebabkan itik makan lebih banyak dibandingkan dengan pakan yang mengandung energi tinggi.

Misalnya pakan yang mengandung energi sebesar 2.800 kkal/kg akan menghasilkan konversi lebih tinggi dibandingkan dengan pakan yang mengandung 3.200 kkal/kg energi.

4. Bentuk dan jumlah tempat pakan

Bentuk tempat pakan sangat mempengaruhi jumlah pakan yang dimakan oleh itik. Jumlah tempat pakan yang kurang akan menyebabkan keseragaman bobot badan itik yang diperoleh rendah karena ada individu itik yang tidak cukup mendapatkan pakan.

Penggunaan tempat pakan otomatis dapat menekan tercecernya pakan karena jumlah dan waktu pemberiannya sudah diatur. Namun, masih sangat jarang peternak itik lokal yang mengadung tempat pakan otomatis, biasanya terdapat pada peternak itik ras secara intensif.

5. Kualitas DOD

DOD yang berkualitas baik akan memiliki kemampuan tumbuh lebih baik sehingga pemanfaatan pakan untuk menghasilkan bobot hidup akan lebih efisien. Bibit DOD yang baik dihasilkan dari induk dan pejantan yang berkualitas baik pula.

6. Kesehatan itik

Peternak yang menerapkan program pencegahan penyakit dengan baik akan menghasilkan itik yang sehat. Itik yang sehat akan mengonsumsi pakan dengan baik dan digunakan untuk menghasilkan pertumbuhan yang maksimal. Itik yang terkena penyakit akan terganggu proses penyerapan nutriennya, contohnya itik yang sedang terkena penyakit koksidiosis, parasit, dan infeksi mikroorganisme patogen lainnya.

7. Kecukupan air minum

Air minum yang kurang sangat mempengaruhi jumlah pakan yang dikonsumsi dan mengakibatkan kecepatan pertumbuhan terganggu. Air minum dibutuhkan untuk menyuplai air di dalam tubuh yang berguna untuk metabolisme nutrien di dalamnya.

Jumlah tempat minum yang kurang akan menyebabkan tidak meratanya itik dalam mendapatkan air minum. Penggunaan tempat minum otomatis dapat menghindari tumpahnya air minum ke alas kandang yang dapat menyebabkan kadar amonia kandang meningkat.

8. Kualitas air minum

Air minum yang mengandung mineral berbahaya dapat mengganggu pertumbuhan itik. Pasalnya, mineral berbahaya bersifat toksin dan dapat menurunkan performa. Untuk menjaga hal itu, sebaiknya air minum yang berasal dari tanah atau sungai dianalisis kadar mineral/logam yang terkandung di dalamnya terlebih dahulu.

9. Kepadatan kandang

Kepadatan kandang, terutama saat masa DOD, sangat mempengaruhi performa ternak Hal-hal yang terjadi jika kepadatan terlalu tinggi antara lain, itik kekuragan oksigen dan kompetisi dalam memperebutkan pakan.

Selain itu, kepadatan kandang yang terlalu tinggi dapat menyebabkan litter basah sehingga produksi amonia meningkat dan akan mempermudah berjangkitnya wabah penyakit, terutama penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen.

Tulisan terkait :
loading...
Teknik Pemberian Pakan Itik Tidak Terbatas | Penulis | 4.5