Teknik Dan Cara Mengawinkan Burung Merpati

Teknik dan cara mengawinkan burung merpati.Beberapa pihak mengawinkan burung merpati duda ini menjelang pertandingan dan membiarkannya untuk membesarkan seekor anak. Setelah anak disapih, betinanya dipindah dan burung jantan lalu menjalani sistem duda. Ada pula pihak yang membiarkan calon duda ini mengerami telur dan setelah 12 hari telur diambil, untuk kemudian pada masa akhir pertandingan duda ini dibiarkan membesarkan anaknya.

Ada lagi pihak yang tidak mengawinkan burung-burung dudanya sebelum musim pertandingan, tetapi langsung menjadikan burung-burungnya dalam pertandingan usai barulah burung dibiarkann kawin dan membesarkan seekor anak.

Artikel terkait.

Banyak penggemar sistem duda yang menerbangkan burung-burungnya dalam pertandingan awal dengan memakai sistem alamiah, dan keadaan yang terakhir burung pasangannya dan satu telur diambil. Pada hari kedua telur kedua dan sarang diambil, dan sekembali bertanding keadaan yang terakhir inilah yang membuat burung memasuki tahap sistem duda. Dengan cara yang berbeda-beda itu maka setiap orang dapat menggunakan cara yang dianggapnya paling baik.

Ada yang berpendapat bahwa sebelum burung diperlakukan dengan sistem duda, maka perlu dilepas dalam jarak tertentu secara berpasangan. Gunanya adalah untuk menjaga nalurinya kembali ke kandang dan juga mempertajam inderanya.

Setelah burung dijadikan duda, latihan tidak harus diberikan. Tetapi kalau diberikan hendaknya itu dikerjakan selama sepuluh hari sebelum burung dipertandingkan untuk yang pertama kalinya. Waktu sepuluh hari cukup untuk melatih burung, setidak-tidaknya burung dilepas dengan jarak 25mil (37,5 km) untuk tiga kali. Sebagian besar penggemar tidaklah mempertontonkan burung betina pasangannya setelah burung-burung duda kembali dari latihannya.cara mengawinkan burung merpati

Walaupun burung sudah hafal dengan jurusan terbangnya (trayek pertandingan), tetapi latihan-latihan itu banyak pula ditunjukkan untuk melatih otot-otot dan sistem pernafasan agar berada dalam kondisi prima.

Untuk latihan semacam ini burung dipaksa terbang keliling kandang dengan memakai sistem bendera (burung harus terbang selama ada bendera). Latihan-latihan dengan sasaran semacam itu mutlak perlu. Terrbang yang dipaksakan keliling kandang dengan bendera hendaknya dikerjakan secara bertahap, yang ditambah waktunya setiap harinya sampai burung mencapai waktu yang harus dijalaninya.

Ini dikerjakan sehari dua kali, dan dikerjakan dalam jam (jadwal) yang teratur. Keteraturan jadwal dan penanganan rutin ini adalah perlu agar perhatiann burung hanya dipusatkan pada pasangannya dan sarangnya. Terpecahnya perhatian oleh kegairahan lain (karena penanganan yanag tak teratur) membuat sistem duda ini tak ada artinya.

Artikel terkait.

Cara memberi makan burung duda ini juga bervariasi. Ada yang memberi makan burung dengan menghitung bijian yang dibeikan, ada yang membiarkannya, tetapi ada pula yang menyediakan makanan di hadapan burung dalam jumlah berlebihan sehingga makanan itu dapat dilahapnya setiap saat.

Kenyataannya, burung duda yang baik tak akan menjadi gemuk berapa pun banyaknya makanan yang diberikan kepadanya. Karenanya memberi makan banyak-banyak hanya karena membuang makanan dan akan membuat makanan berserakan. Pemberian makan dan minum dilakukan dalamkotak sarang.

Setiap bagian kotak (ingat bahwa kotak bersifat ganda, yaitu memiliki dua ruangan) diisi dengan makanan dan minuman, dan ini ditempatkan di bagian luar agar mudah diisi. Bijian yang diberikan hendaknya bermutu baik, tinggi kandungan protein dan karbohidratnya. Dan jangan memakai bijian kecil yang dapat menggairahkan burung – biji ini diberikan setelah pertandingan.

Pada hari burung dibawa, burung duda ini harus benar-benar istirahat da santai. Kandang harus dibuat gelap dan tak boleh ada orang memasuki kandang, kecuali di saat burung akan dibawa. Menjelang dibawa ke pertandingan, masukkanlah burung ke dalam keranjang dan bawalah sejauh beberapa km, dan lepaskan burung untuk pulang. Setelah kembali maka kita berik kesempatan kepada burung-burung duda ini melihat pasangannya tetapi jangan diberi kesempatan untuk menyeimbanginya.

Setelah melihat pasangannya, masukkanlah burung-burung duda ini ke keranjang untuk di bawa bertanding. Dalam hal makanannya, kalau burung sudah diberi makan pada pagi harinya nanti akan terlihat bahwa burung tak perlu diberi makan di petang hari. Latihan dan kesempatan melihat pasangannya akan meniadakan keinginannya untuk makan, dan pikirannya terpusat pada kegairahan untuk cepat-cepat pulang ke tempat betinanya.

Tulisan terkait :
loading...
Teknik Dan Cara Mengawinkan Burung Merpati | Penulis | 4.5