Tata cara penangkaran Burung Parkit

Tata cara Penangkaran burung parkit bisa berhasil jika kita sebelumnya telah mengetahui secara teori Serta tata cara penangkaran Burung Parkit dan secara perakter dengan berkunjung ke beberapa penangkaran burung parkit. Berguru dengan beberapa penangkar parkit juga sangat membantu kita dalam usaha budidaya burung parkit ini.

Langkah pertama saat kegiatan sebelum menangkar burung adalah menyiapkan beberapa sarana dan prasarana yang berfungsi untuk mendukung menangkarkan burung parkit. Hal yang meliputi kegiatan penyiapan kandang dan perlengkapan kandang. Setelah itu tahap pemilihan induk yang akan ditangkarkan, penjodohan calon indukan, proses perkawinan, pengeraman, anakan yang dihasilkan dan menyapih anakan.

Artikel terkait.

Pemilihan indukan

Sehat, tidak cacat, dan mempunyai performa yang baik menjadi syarat utama yang harus dimiliki oleh calon indukan untuk ditangkarkan. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan di luar hal tersebut adalah usahakan memilih induk yang berbeda warna, memilih sepasang indukan yang benar-benar sudah diketahui jenis kelaminnya, dan recording kapan burung parkit calon indukan tersebut dilahirkan.images (14)

Ciri-ciri yang membedakan antara jenis kelamin jantan dan betina pada parkit anakan adalah terletak pada paruhnya. Jika paruhnya berwarna kehitamam maka anakan parkit tersebut berkelamin jantan, sedangkan jika paruhnya berwarna krem bersih, maka anakan parkit tersebut berjenis kelamin betina.

Sedangkan ciri jantan dan betina burung parkit dewasa bisa dibedakan dengan mudah setelah usia 4 bulan. Jantan mempunyai ciri warna biru dibagian atas lubang hidungnya. Kalau warna dibagian itu putih kotor, krem atau cokelat, maka bisa dipastikan itu berjenis kelamin betina.

Kemudian memilih calon indukan yang kelihatan sudah cocok dengan pasangannya karena akan lebih mudah untuk ditangkarkan. Burung parkit mulai rontok bulu di usia 2,5 sampai 3 bulan. Setelah burung parkit lengkap bulunya, mereka akan segera bertelur disarang yang sudah disediakan.

Penjodohan

Artikel terkait.

Burung parkit yang sudah jodoh memperlihatkan kemesraannya dengan bercumbu bersama pasangannya. Naluri mencari pasangan burung parkit semenjak mereka mulai dewasa tubuh yang ditandai dengan rontoknya bulu-bulu mereka dan diganti dengan bulu baru. Setelah bulu mereka tumbuh dengan lengkap, barulah mereka mencari pasangannya untuk melakukan perkawinan dan segera bertelur.

Tahap penjodohan diperlukan beberapa teknik dari beberapa model penangkaran. Untuk model penangkaran dengan menggunakan sistem pasangan atau dengan kata lain sistem 1 pasangan dalam suatu sangkar penangkaran, maka proses penjodohan mengalami sedikit kesulitan.

Hal ini dikarenakan dalam mencari jodoh, burung parkit kurang leluasa dalam menentukan jodohnya kelak. Jika kita akan berternak dengan menggunakan sistem pasangan ini sebaiknya dipilih dengan burung parkit yang sudah benar-benarjodoh agar efektif dan cepat berkembang biak. Jika menggunakan sistem koloni atau pada kandang penangkaran volitere, kita membiarkan parkit mencari pasangannya sendiri.

Dalam penjodohan dengan sistem kandang koloni ini jumlah antara burung parkit jantan dan betina diusahakan sama agar masing-masing mempunyai pasangan sendiri-sendiri. Namun juga ada sebagian peternak menggunakan sistem perkawinan poligami. Artinya, satu ekor pejantan dibiarkan mempunyai jodoh lebih dari satu indukan.

Hal ini bisa dilakukan karena pada proses pengeraman hanya indukan betina saja yang mengerami telurnya. Sedangkan pejantan hanya mempunyai tugas memberikan makanan dari luar glodok saja mulai dari proses pengeraman sampai proses membesarkan anaknya.

Tulisan terkait :
loading...
Tata cara penangkaran Burung Parkit | Penulis | 4.5