Proses Dan Masa Reproduksi/Birahi Cucakrawa

Sebelum indukan burung cucakrawa yang sudah berjodoh siap untuk di masukan kedalam kandang penagkaran,sebaiknya di persiapkan terlebih dahulu kandang penagkaran lengkap dengan segala perlengkapanya yang dapat mendukung proses reproduksi burung cucakrawa.kandang penangkaran dan perlengkapanya ini perlu di persiapkan sedini mungkin agar nanti dalam proses penagkaran burung cucakrawa tidak mengalami ngangguan.birahi cucakrawa

Ciri-ciri indukan burung cucakrawa yang akan bertelur adalah kedua indukan segera membangun sarangnya dan melakukan perkawinan.hal ini dapat di lihat ketika kedua indukan cucakrawa tersebut mengangkut bahan-bahan yang di perlukan sebagi alas telurnya.

Artikel terkait.

Bahan yang disediakan ini berupa rumput kering dan daun cemara kering.setelah selesai membangun sarangnya,indukan yang betina siap bertelur.

Burung cucakrawa mengerami telurnya selama 15 hari,terhitung mulai dari pertama pengeraman.pada saat ini burung cucakrawa juga memerlukan perawatan yang benar-benar di perhatikan.suasana kandang penagkaran di kondisikan senyaman mungkin,agar cucakrawa yang sedang mengerami telurnya tidak terasa terganggu dan kemudian tidak mau mengerami bahkan membuang telurnya.

Suasana yang sangat nyaman akan memberikan ketenagan induk yang sedang mengerami telurnya.persediaan pakan dan gizi juga perlu di perhatikan agar burung cucakrawa yang di sedang mengerami telurnya tidak sering turun sarang hingga menganggu dan mempengaruhi proses pengeraman yang dapat mengakibatkan telur tidak bisa menetas.

Sebaiknya hindari menggunakan pakan Food yang berlebihan dapat meningkatkan birahi induk cucakrawa.ada baiknya jika dalam sarang di pakai CCTV agar setiap saat kita bisa memantau kondisi sekitar sarang.

Permasalahan yang biasanya terjadi bisa di akibatkan oleh beberapa hal yaitu yang berasal dari lingkungan sekitar dan karakter induk sendiri.masalah yang bisa di akibatkan oleh faktor luar antara lain karena suasana kandang penagkaran,bahan sarang yang di pakai untuk tempat bertelur dan faktor dari pakan.

berikut ini beberapa permasalahan yang sering terjadi saat proses pengeraman.

Artikel terkait.

1.Indukan tidak merasa nyaman dengan kondisi atau suasana sekitar kandang penagkaran yang bising,terdapat bauh yang sangat meyengat di sekitar kandang dan lalu lalang kendaraan bisa membuat cucakrawa merasa terancam.

2,Bahan sarang yang tidak memberikan keyamanan bagi indukan yang sedang mengeram akan dapat menganggu proses pengeraman.apalagi jika sarang yang di tempati indukan untuk bertelur sengaja di buat oleh penangkar sendiri.rasa ketidakyamanan pasti ada.sebaiknya biarkan cucakrawa membangun sarangnya sendiri.

3.Pakan yang di berikan perlu di perhatikan,pemberian gizi yang dapat meningkatkan birahi indukan cucakrawa yyang sedang mengeram secara berlebihan akan dapat menganggu proses pengeraman.kontrol terhadap pemberian jangkrik misalnya,perlu di batasi pada tahap tertentu.untuk tahap produksi pemberian jangkrik sebayak maksimal 35 ekor,tahap mengeram maksimal 15 ekor dan tahap menetas maksimal 65 ekor.

4.Indukan yang memiliki karakter tidak baik untuk di tangkarkan sering membuang telurnya sendiri. hal ini dapat di atasi dengan memindahkan telur yang telah di erami oleh induk lain yang tidak produktif dan sering di sebut sebagai babuan.

5.Telur tidak dapat menetas bisa disebabkan oleh telur yang memang tidak bisa di buahi atau kegagalan proses pengeraman.telur yang tidak bisa di buahi biasanya disebabkan oleh indukan yang mandul.pengantian induk yang mandul memerlukan proses yang panjang dan cukup lama,sebab proses penjodohan juga memerlukan waktu yang relatif lama.

Tulisan terkait :
loading...
Proses Dan Masa Reproduksi/Birahi Cucakrawa | admin | 4.5