Perbedaan Jantan Dan Betina Burung Hwa Mei

Perbedaan  jantan dan betina burung hwa Mei.Membedakan jenis kelamin Burung hwa mei tidak bisa dilakukan dengan hanya menerka dan melihat warna bulu atau besar kecil fisiknya. Jenis kelamin burung ini hanya bisa dibedakan dari suaranya, karena perbedaan antara suara jantan dan betina cukup jelas.

Umumnya, dalam membedakan jenis kelamin ini, para pedagang dan penggemar memancingnya dengan meniru suara hwa mei betina, baik menggunakan tangan maupun kaset, karena anggota suku timaliidae ini biasanya mudah terpancing dengan suara burung sejenisnya.

Artikel terkait.

Hwa mei jantan memiliki banyak variasi suara, seperti cuit….tuling, ciu ciutt, jitt….jut….cet…., sedangkan hwa mei betina hanya bersuara cierr…. cierr…. cierr…. dengan nada panjang, tunggal, atau tidak bervariasi.

Karenanya, dapat dikatakan bahwa perbedaan kicau hwa mei jantan dan betina cukup jelas. Tentunya, hwa mei jantan yang telah terlatih tidak hanya akan menonjolkan variasi dalam berkicau, tetapi juga kecepatan dan ketajaman suaranya.

Meskipun demikian, ada juga hwa mei jantan yang bisa menirukan suara betina, karena hwa mei tergolong pandai dalam meniru. Sementara itu, hwa mei betina sama sekali tidak bisa meniru suara burung lain, termasuk hwa mei jantan.

Paling sulit adalah membedakan jantan dan betina hwa mei anakan yang masih disuapi atau belum bisa makan sendiri, karena belum bisa bersuara. Biasanya, penggemar yang membeli hwa mei anakan memilih dengan cara spekulasi atau untung-untungan dan hanya mengandalkan nalurinya dengan menerka atau menduga.Perbedaan jantan dan betina burung hwa mei

Ada satu cara yang bisa dilakukan mendapatkan anakan hwa mei jantan, yakni dengan memeriksa pembatas lubang hidungnya. Jika lubang hidungnya agak besar dan seolah-olah transparan atau tembus pandang, berarti anakan hwa mei tersebut jantan.

Sementara itu, pembatas hidung anakan hwa mei betina tidak transparan dan tampak tebal. Cara memeriksa seperti ini biasanya diterapkan oleh para pedagang dan jarang sekali diinformasikan kepada para penggemar.

Artikel terkait.

Tentunya, hal ini berkaitan dengan motif mendapatkan keuntungan yang besar. Biasanya, pembeli akan menemui kesulitan dalam memilih hwa mei anakan, karena pedagang tidak memperolehkan burung anakan dipegang-pegang, terutama jika tidak bisa dibeli. Cara ini pun belum bisa menjamin anakan hwa mei berkelamin jantan 100%.

Jika ragu-ragu, sebaiknya hwa mei anakan tidak usah dibeli. Lagi pula memelihara hwa mei anakan relatif sulit dan jika tidak pandai merawatnya, kelak suaranya kurang baik. Di samping itu, harga hwa mei anakan yang belum diketahui jenis kelaminnya bisa mencapai 2 kali lipat dari harga burung bakalan dewasa yang sudah diketahui jenis kelaminnya.

Harga hwa mei anakan yang relatif mahal tersebut harus menjadi bahan pertimbangan, kecuali kita memahami benar cara perawatannya, sehingga burung tersebut kelak bisa memiliki suara yang berkualitas dan dapat dibanggakan.

Hwa Mei Muda

Hwa mei yang beredar di pasaran biasanya terdiri dari berbagai tingkatan umur. Termasuk di antaranya hwa mei yang masih tergolong muda atau sering disebut “muda hutan”. Disebut hwa mei muda hutan karena ditangkap dari hutan saat usianya masih muda, remaja, atau belum lama disapih oleh induknya. Hwa mei muda hutan sering hadir di pasaran sekitar bulan April. Hwa mei pada tingkatan umur seperti ini cukup diminati penggemar, karena memiliki kelebihan tersendiri.

Jumlah hwa mei muda hutan yang diimpor jauh lebih banyak daripada anakan dan rata-rata berbadan mulus atau tidak cacat, meskipun fisiknya tidak terlalu besar. Dalam mengenali hwa mei muda hutan, kita bisa melihat ciri-ciri tubuhnya. Jika dirawat dengan baik, kemampuan berkicaunya kelak bisa lebih baik daripada hwa mei dewasa.

hwa Mei Muda Hutan

Hwa mei muda hutan biasanya berumur sekitar 6 bulan atau remaja dan baru beberapa bulan lepas sapih dari induknya. Meskipun sudah bisa berkicau, suara hwa mei muda hutan ini belum begitu keras (belum terlalu fasih).

Dalam membedakan jenis kelaminnya, caranya sama dengan dalam membedakan hwa mei dewasa. Perbedaannya dengan hwa mei dewasa bisa dilihat dari tingkah lakunya dan ciri-ciri fisiknya sebagai berikut.

  1. Belum atau tidak terlalu liar.
  2. Warna cokelat pada bulunya masih tampak agak kusam atau terlihat pucat dan bulu kepalanya belum begitu tebal.
  3. Paruh tampak tipis dan di bagian dalam paruhnya masih terdapat warna kuning.
  4. Sisik kaki masih tampak halus.
  5. Suara belum begitu keras (masih pelo).
  6. Sering turun ke dasar sangkar.

Jika ditemukan hwa mei yang digolongkan “muda hutan” pada bulan Juni, tingkat keliarannya hampir sama dengan hwa mei dewasa. Begitu pula suaranya, hampir sama dengan hwa mei dewasa. Pada umur ini, hwa mei tersebut juga termasuk burung yang baik untuk dipelihara.

Kelebihan Hwa Mei Muda Hutan

Hwa mei muda hutan banyak diminati karena memiliki kelebihan. Proses menjadi burung berkualitas bisa dikatakan lebih cepat dibandingkan dengan hwa mei dewasa dan hwa mei anakan. Kelebihan hwa mei muda hutan sebagai berikut.

  1. Mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
  2. Lebih cepat jinak.
  3. Lebih bisa diharapkan untuk menirukan suara burung lain dalam waktu yang relatif cepat dibandingkan dengan hwa mei dewasa.
  4. Perawatannya lebih mudah dibandingkan dengan hwa mei anakan.
Tulisan terkait :
loading...
Perbedaan Jantan Dan Betina Burung Hwa Mei | Penulis | 4.5