Perawatan Harian Burung Hwa Mei Gacor

Perawatan harian burung hwa mei Gacor.Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, seperti stres dan terjangkit penyakit, perlu diketahui beberapa hal menyangkut perawatan awal sejak hwa mei tiba. Beberapa hal tersebut bisa diuraikan sebagai berikut.

  1. Sebaiknya, minimum 2 hari sejak kedatangannya, tidak memandikan hwa mei bakalan yang baru dibeli, terutama yang menempuh perjalanan jauh. Meskipun kondisi fisiknya kurang sehat, hwa mei tidak akan menolak untuk dimandikan dan sekuat apa pun fisiknya, pasti ada pengaruhnya saat ia dibawa dalam perjalanan.
  2. Hwa mei dianjurkan ditempatkan di dalam sangkar yang telah disiapkan, kemudian sangkar ditutup sangkarnya dengan kain penutup sangkar. Kain penutup sangkar ini sebaiknya dibuka ssaat mengganti air minum dan memberi pakan, baik pakan utama maupun pakan selingan.
  3. Untuk mempercepat pulihnya kondisi fisik hwa mei, sebaiknya air minumnya diberi obat Teravit sesuai dengan dosis yang tertera dalam kemasannya. Pada sore hari, air minum yang telah bercampur obat harus diganti dan esok paginya obat diberikan lagi. Begitu seterusnya hingga 3 hari berturut-turut  atau sampai terlihat hwa mei kembali ceria yang ditandai dengan seringnya melakukan gerakan seperti melompat-lompat. Hwa mei juga harus diberi pakan selingan berupa 4-5 ekor ulat hong kong di samping pakan buatan yang sudah ada.
  4. Setelah 2-3 hari, yakni setelah sehat dan mulai lincah benar, barulah hwa mei bakalan dimandikan di tempat mandi khusus burung.
  5. Dalam tahap awal ini, sebaiknya sangkar ditempatkan di ruangan yang ada lampunya, sehingga hwa mei bisa melihat pakan dan minum yang disediakan.Perawatan harian burung hwa mei gacor

Hwa mei yang dipelihara sebaiknya jumlahnya dibatasi, cukup 1 ekor hwa mei jantan dan 1 ekor betina atau kedua-duanya jantan. Namun, jika tempatnya memungkinkan, kita bisa memelihara 2 ekor jantan dan 1 ekor betina. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan perawatan.

Artikel terkait.

Jika hwa mei yang dipelihara lebih dari jumlah tersebut, akan merepotkan dalam perawatannya. Hal ini harus menjadi pertimbangan demi suksesnya pemeliharaan. Pertimbangan seperti ini bukan tanpa alasan, karena kita masih harus memelihara burung jenis lain untuk bisa meningkatkan kualitas suara hwa mei yang dipelihara.

Hwa Mei Betina

Hwa mei jantan bakalan biasanya mudah terpancing oleh suara hwa mei jantan lainnya dan akan lebih sering berkicau jika dekat dengan hwa mei betina. Karenanya, ada baiknya jika dalam memelihara hwa mei jantan, kita sekaligus memelihara hwa mei betina.

Suara hwa mei betina yang baik dan rajin akan membuat hwa mei jantan sering berkicau. Hwa mei jantan yang sering bersuara, dengan sendirinya telah melatih dirinya untuk berkicau dan meningkatkan kualitas kicauannya.

Hwa mei betina yang lenceh atau “genit” biasanya tidak hanya memancing pejantan bakalan untuk terus berkicau, tetapi juga mendorong naluri pejantan yang akan mengikuti lomba (kontes). Di samping itu, “kegenitan” hwa mei betina mampu menurunkan tingkat emosi dan mengembalikan kondisi mental pejantan yang telah mengikuti kontes.

Waktu yang dibutuhkan untuk mencetak hwa mei betina dewasa agar “genit”, yakni terus ngecer atau bersuara dan sayap bergetar saat berdekatan dengan pejantan, adalah 2-3 tahun.

Artikel terkait.

Namun, jika hwa mei betina tersebut dipelihara sejak “muda hutan” atau masih anakan, mungkin waktunya bisa lebih cepat, yakni sekitar 1-2 tahun. Tentunya, jika perawatan dilakukan dengan baik dan benar, seperti halnya terhadap hwa mei jantan.

Menempatkan Sangkar

Hwa mei bisa mengalami mental akibat kalah bersaingan dengan sesamanya dalam berkicau. Pada burung yang masih bakalan juga dapat terjadi hal yang demikian. Karenanya, harus berhati-hati dalam menempatkan sangkarnya, terutama jika memelihara hwa mei jantan lebih dari seekor.

Harus diupayakan hwa mei bakalan, baik jantan maupun betina, tidak saling melihat. Tujuannya agar suara masing-masing hwa mei pada peningkatan. Jika memungkinkan, sebaiknya hwa mei bakalan hanya mendengar suara sesamanya secara samar-samar.

Di samping itu, sebaiknya yang dijadikan pendamping jantan adalah burung jenis lain yang suaranya baik dan berkualitas, sehingga hwa mei bisa meniru. Sementara itu, hwa mei betina dibiarkan sendirian. Dengan dibiarkan sendirian, hwa mei betina akan sering bersuara yang akan merangsang hwa mei jantan untuk terus berkicau. Selain itu, sebaiknya hanya mempertemukan hwa mei jantan dan betina seminggu sekali.

Sangkar harus diupayakan terkena sinar matahari langsung pada pagi hari. Sementara itu, pada malam hari, terutama jika tempat terbatas, sebaiknya sangkar hwa mei bakalan ditutup dengan kain penutup sangkar, agar hwa mei lebih tenang dan tidak saling melihat.

Menjinakkan Hwa Mei

Agar rajin berkicau, semua jenis burung berkicau harus dijinakkan lebih dahulu. Ada beberapa cara menjinakkan hwa mei yang baik. Namun, sebelum dijinakkan, harus dipastikan bahwa hwa mei tersebut sehat dan sudah dipelihara selama 1-2 minggu sejak dibeli. Cara-cara menjinakkan hwa mei sebagai berikut.

  1. Sangkar yang akan dipakai harus berkualitas dan sudah dicat. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya luka pada hwa mei.
  2. Bagian atas sangkar harus ditutupi dengan kertas koran bekas atau kerdus tipis. Tujuannya agar hwa mei bakalan yang akan dijinakkan tidak melihat ke atas. Jika sering melihat ke atas, dikhawatirkan di kemudian hari hwa mei memiliki kebiasaan buruk, yakni nenggak.
  3. Sangkar hwa mei bakalan ditempatkan di tempat terang dan sering dilalui orang. Posisi alas sangkar sebaiknya sejengkal di atas kepala orang yang lewat di bawahnya. Sangkar sebaiknya ditempelkan di dinding atau tembok rumah. Cara seperti ini tidak akan membuat hwa mei stres dibandingkan dengan digantungkan di tempat yang rendah atau di tempat terbuka. Keuntungannya adalah sangkar tidak akan bergoyang dan gerakan hwa mei hanya ke samping (kanan dan kiri) atau ke bagian bawah sangkar. Penempatan sangkar seperti ini dapat dilakukan setiap hari setelah hwa mei bakalan dimandikan dan dijemur. Cara ini harus dilakukan hingga hwa mei jinak benar atau minimal sampai rajin berkicau di tempat tersebut. Jadi, hwa mei bakalan hanya dipindahkan pada sore hari atau jika ingin dilatih di tempat lain.
  4. Sebaiknya hwa mei bakalan dimandikan sesering mungkin. Cara seperti ini akan mempercepat hwa mei bakalan semakin berani dengan lingkungannya dan berani berkicau dengan suara lepas dengan aneka variasi yang menyambung.
  5. Hwa mei bakalan harus dibiasakan memakan pakan selingan, seperti ulat hong kong atau jangkrik dari tangan kita langsung menggunakan lidi. Harus diusahakan hwa mei bakalan mengenali setiap jenis pakan yang disediakan. Dalam hal ini tentunya kita dituntut memiliki kesabaran, sehingga hwa mei benar-benar memiliki kebiasaan tersebut.

Jika kita memiliki cara lain untuk menjinakkan hwa mei, tentunya tidak ada salahnya. Apa pun caranya jika dirasa baik dan benar, sewajarnya jika dicoba dan dilakukan. Konsekuensinya, kita harus berani mengambil risiko.

Tulisan terkait :
loading...
Perawatan Harian Burung Hwa Mei Gacor | Penulis | 4.5