Penyebab Kerusakan Pada Sarang Burung Walet

Penyebab kerusakan pada sarang burung walet.Sarang yang berbentuk rapi dan utuh mempunyai tampilan yang bagus, sehingga sarang yang utuh mempunyai nilai yang lebih tinggi, selain itu ukuran sarang  walet juga sangat penting, hal ini bisa dipengaruhi oleh produktivita air liur. Produktivitas air liur walet dipengaruhi oleh keadaan fisik burung dan musim. Di samping itu, cara memanen sarang walet juga memengaruhi ukuran sarang walet.

Faktor luar juga dapat memengaruhi ukuran sarang walet, misalnya sarang yang ditinggal oleh burung walet karena gangguan binatang lain atau sarang yang sudah dibuat dimakan sedikit demi sedikit oleh binatang pengganggu, misalnya liipas, atau sarang walet yang dipanen dengan  cara kasar sehingga sarang banyak yang pecah atau rusak bentuknya.Penyebab Kerusakan Pada Sarang Burung Walet

Artikel terkait.

Faktor dan penyebab kerusakan pada sarang burung walet sebagai berikut:

berwarna coklat

Sarang walet yang berwarna coklat dihasilkan oleh burung walet yang kondisi fisiknya lemah atau tidak sehat. Selain itu, besar kecilnya sebuah sarang walet dipengaruhi oleh kurangnnya produktivitas air liur. Hal ini terjadi karena burung walet muda produksi liurnya belum banyak.

Musim kemarau

Kemarau panjang atau musim kering sangat mempengaruhi ukuran sarang walet. Pada musim kering, populasi serangga sangat sedikit. Karena burung-burung walet kekurangan makanan tidak dapat memproduksi liur secara maksimal, sehingga ukuran sarang yang dibuat kecil-kecil dan waktu pembuatannya pun lama. Sebaliknya, pada musim hujan burung-burung walet tidak kekurangan makanan sehingga ukuran sarangnya besar-besar karena mereka dapat memproduksi air liur secara sempurna.

Cara panen

Artikel terkait.

Cara panen juga mempengaruhi ukuran sarang walet. Hal ini terjadi karena panen sarang walet dapat dilakukan dengan beberapa cara, sebagai berikut:

Panen rampasan                                                                                                                                                  

Panen rampasan yakni panen warang wallet yang dilakukan sebelum sarang walet dipakai untuk bertelur. Panen sarang walet secara rampasan ini menghasilkan sarang yang tidak besar, tetapi bersih dan warnanya putih walaupun kadang-kadang terdapat warna hitam karena ada bulu yang menempel. Sarang walet ini mempunyai harga yang tinggi.

Pada saat sarang dipanen, kemungkinan burung pemilik sarang tersebut belum akan bertelur, tetapi ada juga sarang yang burung pemiliknya tidak lama lagi akan bertelur. Burung walet membutuhkan waktu lima hari sejak perkawinan untuk memproduksi sebuah telur yang sempurna.

Proses produksi telur ini tidak dapat dihentikan, maka jika sarang dipanen pada saat prases produksi telur induk walet sudah dimulai, burung tersebut akan bertelur pada sarang walet yang lain atau lebih sering menjatuhkan telurnya begitu saja di lantai.

Panen buang telur 

Panen buang telur, yakni panen sarang walet pada saat burung sudah bertelur dua butir. Karena burung walet akan selalu memperbesar sarangnya, meskipun sudah bertelur (atau bahkan sudah mengasuh anak), maka panenan dengan cara buang telur ini menghasilkan sarang dengan ukuran yang cukup besar, beraih, dan berwarna putih.

Sarang walet yang dipanen dengan cara buang telur memiliki harga yang paling tinggi. Namun, jika sarang walet dipanen buang telur pada saat burung baru bertelur satu butir, maka burung tersebut akan mengalami stres karena tidak dapat meletakkan telurnya dalam sarang yang telah dibuatnya.

Panen tetasan

Panen tetasan, yakni panen sarang walet yang dilakukan setelah dipakai untuk mengasuh anak-anaknya hingga dapat terbang. Ukuran sarang walet yang dipanen dengan cara ini memiliki ukuran yang besar, tetapi kotoran dan warnanya tidak putih. Sarang walet yang dipanen dengan cara ini harganya kurang tinggi.

Jika sarang telah dipakai untuk mengasuh anak berulang kali, ukuran sarang walet itu akan makin besar karena selalu ditambah oleh walet induknya, tetapi kotorannya juga makin banyak. Panen tetesan tidak mengakibatkan burung mengalami stres, bahkan dapat membebaskannya dari gangguan kepinding yang bersembunyi di dalam lapisan berongga.

Kebersihan Sarang

Sarang yang bersih mempunyai nilai jual yang tinggi. Setelah hasil panen walet dikumpulkan, terlebih dahulu dilakukan pembersihan dan penyortiran dari hasil yang didapat. Hasil panen dibersihkan dari kotoran-kotoran yang menempel yang kemudian dilakukan pemisahan antara sarang walet yang bersih dengan yang kotor.

Tulisan terkait :
loading...
Penyebab Kerusakan Pada Sarang Burung Walet | Penulis | 4.5