Penyakit Burung Kenari Serta Cara Mengatasinya

Penyakit burung kenari serta cara mengatasinya Nfl Jerseys-Seperti makhluk hidup lainnya, burung kenari juga dapat terserang penyakit. Bahkan burung kenari dikenal sebagai salah satu jenis burung peliharaan yang sangat peka terhadap penyakit dan perubahan kondisi lingkungan.

Berbeda dengan kondisi di alam, dimana secara umum burung lebih tahan terhadap berbagai serangan penyakit, tetapi di penangkaran atau di dalam sangkar peliiharaan, kenari dapat lebih gampang terserang penyakit. Faktor penyebabnya beragam, baik dari faktor pakan, kebersihan kandang, hingga lingkungan yang kurang sesuai.

Artikel terkait.

Kematian seekor burung kenari akibat terserang penyakit akan menimbulkan kerugian ekonomi, mengingat harga kenari yang relatif mahal. Selain itu juga dapat menyebabkan penyebaran penyakit yang dapat menyerang burung lainnya.Penyakit Burung Kenari Serta Cara Mengatasinya

Penularan penyakit dapat terjadi melalui burung lain yang baru dibeli dari pasar, burung liar yang mendekati sangkar, sangkar bekas, cara pemeliharaan yang salah, atau pemberian pakan.

Kunci dalam perawatan kesehatan burung adalah pada pemberian makanan yang teratur, bergizi, serta sesuai kesukaan. Burung yang lapar akan menjadi liar dan stres. Selain itu harus dijaga kebersihan makanan, tempat makan, dan lingkungan kandang secara umum.

Sangkar/kandang harus terhindar dari gangguan binatang lain, seperti ular, tikus, atau kucing yang selain bisa menjadi predator juga dapat membawa penyakit. Cahaya matahari pagi juga penting bagi kesehatan burung sebagai sumber provitamin D.

Oleh karena itu usahakan agar cahaya matahari pagi cukup masuk ke dalam kandang, atau secara reguler kenari peliharaan kita dijemur di bawah sinar matahari pagi untuk mempertinggi daya tahan tubuhnya.

Mengenal Gejala Penyakit pada Burung Kenari

Artikel terkait.

Pada umumnya burung kenari yang sudah terserang sesuatu jenis penyakit menunjukkan gejala awal berupa menurunnya nafsu makan, tidak banyak bergerak, tidak bersuara, kadang-kadang terdengar mengorok, dan kondisi bulu tampak kusut.

Apabila terlihat gejala awal seperti ini, maka harus segera  mengambil tindakan penanganan yang tepat, melalui isolasi dalam kandang/sangkar tersendiri untk mencegah kemungkinan penularan penyakit, kemudian diikuti dengan tindakan pengobatan yang tepat.

Burung termasuk hewan yang pandai menyembunyikan keadaan kesehatannya. Hal ini bersifat alami burung untuk mempertahankan diri dari serangan musuh, dengan terlihat tetap sehat, musuh tidak akan menyerang.

Berdasarkan sifat alami ini maka penangkar diharapkan selalu teliti dalam memeriksa dan mengontrol kesehatan burungnya. Berikut ini beberapa ciri yang dapat dilihat untuk memeriksa atau mendeteksi kondisi kesehatan burung kenari.

  1. Mata => Indikasi yang terlihat ketika burung kenari mengalami  suatu gejala penyakit dapat dilihat dari kondisi matanya. Biasanya burung yang tidak sehat matanya akan dipejamkan, tampak sayu, dan keluar cairan yang berlebihan.
  2. Lubang hidung (nostrils) => Burung yang sering membuka paruhnya untuk bernafas memiliki kemungkinan terdapat sumbatan pada saluran pernafasannya. Hidung akan mengeluarkan ingus yang akan menutupi lubang hidungnya, sehingga selain akan bersin-bersin, burung juga akan membuka paruhnya.
  3. Sayap => Sayap burung lunglai atau lemas baik keduanya atau salah satu sisinya. Burung yang terjangkit suatu penyakit akan terlihat selalu lemas dan tampak malas.
  4. Bulu => Burung kenari dikenal dengan keindahan bulunya, sehingga jika tampak kejanggalan dalam bulu, seperti kusut, rontok, dan kusam, berarti burung kenari tersebut sedang mengalami stres atau tengah mengalami suatu gejala penyakit.
  5. Sendi tulang => Sendi tulang yang bermasalah terlihat ketika terdapat benjolan di sekitar tulang yang menandakan bahwa terjadi pembengkakan. Pembengkakan pada kaki juga akan membuat burung kenari tidak nyaman dengan pergelangan kakinya, sehingga burung kenari sering mengangkat kakinya.
  6. Kebiasaan sehari-hari => Burung kenari mempunyai beberapa kebiasaan yang dapat dilihat dari nafsu makan dan kicauannya. Hilangnya nafsu makan dapat terlihat ketika burung sulit mematuk makanannya, lemas, dan tidak mau memakan makanannya. Selain itu, gejala terserangnya suatu penyakit juga dapat dilihat ketika burung tidak lagi berkicau atau suara kicauannya berubah.

Dengan mengenali beberapa gejala umum pada kenari peliharaan kita seperti disebutkan di atas, maka seorang penangkar diharapkan dapat lebih dini mengambil tindakan pencegahan atau pengobatan agar gejala penyakit tersebut tidak membesar dan menyebar ke burung yang lain yang dapat berdampak pada kematian.

Jenis Penyakit dan Penanganannya

Setelah dijelaskan ciri-ciri burung kenari yang mengalami gejala penyakit, berikut ini akan dijelaskan beberapa penyakit yang dapat menyerang burung kenari.

Gangguan Pernapasan:

Keterangan =>

Penyebab penyakit ini adalah E-coli dan virus CRD. Penyakit ini bersifat menular dengan kontak langsung, keturunan, dan pemberian makanan dari satu kandang ke kandang yang lain.

Gejala =>

  • Burung sering bersin-bersin;
  • Hidung lembab dan berlendir (ingus);
  • Gerakan tidak lincah.

Penanganan =>

  • Segera isolasi burung yang sakit agar tidak menular;
  • Makanan yang akan diberikan sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu dan air minum direbus terlebih dahulu.

Berak Kapur:

Keterangan =>

Penyakit ini menyerang pencernaan dan bersifat menular. Penyebab penyakit ini adalah Salmonella pullorum.

Gejala =>

  • Kotoran burung lebih cair dan berwarna putih;
  • Sulit membuang kotoran;
  • Ada warna putih pada bulu dekat anus;
  • Sayap terkepak dan bulu tidak rapi.

Penanganan =>

  • Isolasi burung yang terjangkit agar tidak menular pada burung lain;
  • Berikan antibiotik secara intensif;
  • Penggunaan desinfektan atau bioseptik untuk mencuci sangkar, tempat minum, dan tempat makan. Buang sisa makanan agar tidak berjamur;
  • Rebus air minum sebelum diberikan pada burung kenari.

Snot atau Coryza:

Keterangan =>

Benjolan berwarna merah disekitar hidung, mata, dan telinga. Penyakit ini disebabkan oleh Hemophillus gallinarum. Selain menular melalui kontak dengan burung lain yang terinfeksi debu, dan udara, penyakit ini juga dapat menular melalui keturunan.

Gejala =>

  • Muka bengkak;
  • Hidung berlendir;
  • Sesak napas;
  • Penurunan nafsu makan.

Penanganan =>

  • Pemberian antibiotik yang sudah banyak dijual di toko-toko unggas. Obat ini dapat diberikan langsung pada burung dengan pipet atau dicampur dalam minuman;
  • Tindakan isolasi burung kenari;
  • Bersihkan kandang secara menyeluruh.

Bubul:

Keterangan =>

Penyebab penyakit ini adalah bakteri Staphilo coccus yang menyerang kulit pada telapak kaki dan akan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Gejala =>

  • Kaki bengkak;
  • Kuku memanjang;
  • Sisik pada kaki merenggang.

Penanganan =>

  • Menjaga kebersihan terutama pada tempat bertengger;
  • Dapat diberikan obat merah;
  • Obat merah untuk mengobati bubul.

Cacingan:

Keterangan =>

Penyakit ini menyerang saluran pencernaan dan hati. Penyebabnya dapat berasal dari cacing tambang, cacing pita, dan cacing hati.

Gejala =>

  • Nafsu makan menurun dan lemas;
  • Bulu kusut;
  • Kotoran cair.

Penanganan =>

  • Membersihkan kandang secara menyeluruh mulai dari tempat makan, tempat minum, dan tempat bertengger.

Kutu:

Keterangan =>

Bagi burung kenari betina, kutu burung dapat mengganggu pengeraman telur, sedangkan jantan dapat mengganggu suaranya.

Gejala =>

  • Gelisah dan sering menggigit bulunya;
  • Bulunya tidak rapi dan merenggang;
  • Suara melemah.

Penanganan =>

  • Isolasi burung dari kandang burung lainnya;
  • Lebih intensif dalam menjemur burung;
  • Pemberian antibiotik dengan cara mencampurkannya pada saat mandi.
Tulisan terkait :
loading...
Penyakit Burung Kenari Serta Cara Mengatasinya | Penulis | 4.5