Penggunaan Herbal Untuk Pengobatan Ayam

Penggunaan herbal untuk Pengobatan ayam.Saat ini, berbagai macam herbal digunakan oleh peternak ayam dalam ransum ataupun air minum ternak ayam sebagai upaya untuk kembali ke alam. Berkembangnya penggunaan herbal sebagai obat disebabkan oleh beberapa hal, seperti harga obat kimia sangat mahal, obat alami mudah didapat dan murah harganya, serta ingin mendapatkan produk (daging dan telur) yang aman untuk kesehatan.

Beberapa keunggulan herbal di antaranya mempunyai efek samping yang lebih kecil. Pada satu tanaman herbal mempunyai satu efek farmakologi  dari berbagai zat aktif yang terkandung di dalamnya. Kelemahan dari tanaman herbal adalah belum terstandarnya bahan baku yang digunakan dan efeknnya sangat lemah sehingga penggunaannya memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan obat kimia.

Artikel terkait.

Berbagai herbal dimasukkan ke dalam pakan bertujuan untuk mendapatkan produk daging dan telur yang khusus seperti rendah kolesterol, meningkatkan efisiensi pakan pengganti antibiotik, mengobati parasit, dan meningkatkan daya tahan tubuh.obat herbal untuk ayamm,ramuan ransum obat herbal untuk ayam

Bagi masyarakat Indonesia, penggunaan herbal sebagai jamu ternak sudah tidak asing dan ketersediaannya di alam sangat banyak karena herbal mudah tumbuh. Di dalam ransum ayam, penggunaan herbal ada yang tunggal atau kombinasi dari dua atau lebih untuk mendapatkann efek yang lebih baik.

1. Bawang putih untuk infeksi Salmonella typhimurium

Bawang putih yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri ini adalah untuk membuat bawangnya menjadi tepung. Caranya adalah dengan memotong bawang kecil-kecil, lalu dikeringkan selama 30-36 jam pada suhu 45 derejat C, kemudian digiling halus.

Bawang putih dimasukkan dalam formulasi ransum sebanyak 2,5%. Bawang putih dapat meningkatkan efisiensi ransum pada ayam broiler yang terinfeksi S. typimurium dan menurunkan populasi S. typhimurium pada fases.

2. Campuran bawang putih dan tepung kencur

Artikel terkait.

Penggunaan campuran bawang putih dan tepung kencur dalam ransum masing-masing sebanyak 0,02% dan 0,25% dapat menekan kematian ayam broiler.

3. Tepung kencur

Penggunaan tepung kencur sebanyak 0,2% dalam pakan dapat memperbaiki efisiensi ransum dan menekan kematian ayam. Tepung kencur dibuat dengan cara membersihkan kencur, lalu diiris tipis. Setelah itu, dikeringkan oven dengan suhu 80 derejat C, ditumbuk, dan disaring. Penggunaan tepung kencur sebanyak 0,3-0,9 % dapat menurunkan kolesterol daging broiler.

4. Tepung daun katuk

Penggunaan tepung daun katuk sampai 15% dan menurunkan kolesterol daging serta meningkatkan vitamin A dan mineral Fe pada daging dan hati. Pembuatan tepung daun katuk dengan cara mengeringkannya di udara terbuka selama 1-2 hari, lalu dioven pada suhu 50 derejat C selama 25 jam.

5. Tepung daun salam

Tepung daun salam dibuat dengan cara membersihkannya terlebih dahulu dari tangkai-tangkainya, lalu dicuci. Daun salam yang sudah bersih dicacah dan dilayukan di dalam ruangan selama dua hari. Setelah itu, daun salam dikeringkan pada oven 60 derejat C selama 24 jam, lalu digiling. Penggunaan tepung daun salam 2-3% dalam ransum dapat mengurangi jumlah koloni bakteri E. coli dalam ekskreta.

6. Daun sembung

Daun sembung dapat digunakan dalam ransum pada level 2-6% sebagai pengganti antibiotik. Penggunaan daun sembung disarankan pada periode starter. Daun sembung dilayukan di dalam ruangan selama 48 jam, lalu dioven pada suhu 60 derejat C selama 24 jam. Duan sembung kering digiling sampai menjadi tepung.

7. Tepung kuning dan lempuyang

Penggunaan kunyit yang dikombinasikan dengan lempuyang cenderung menurunkan jumlah bakteri dalam fases. Level kunyit sebesar 0,04% dikombinasikan dengan lempuyang pada level 0,02-0,06% menghasilkan bobot karkas yang tinggi, menurunkan lemak subkutan, dan menghilangkan bau amis pada karkas.

8. Tepung kunyit

Penggunaan kunyit samapi 6% dapat meningkatkan kecernaan ransum dan dapat menurunkan lemak abdominal ayam broiler.

9. Tepung daun mengkudu dan sari buah mengkudu

Penggunaan tepung daun mengkudu sebanyak 3-9% dalam ransum dapat menurunkan kandungan kolesterol kuning telur serta meningakatkan vitamin A dan C pada kuning telur. Pembuatan tepung daun mengkudu dengan cara mengiris tipis-tipis daun mengkudu yang sudah tua, lalu dikeringkan di udara terbuka selama 1-2 hari di tempat yang teduh.

Buah mengkudu setelah masak dibuang bijinya kemudian diblender diambil sari, daging, dan kulit luar buahnya, lalu disimpan dalam freezer. Pencampuran ransumnya dilakukan apabila ransum akan diberikan ke ayam.

10. Sambiloto

Sambiloto termasuk tanaman herbal yang banyak digunakan sebagai tanaman obat pada ternak. Penggunaan sambiloto pada level 0,1-0,4% dapat menekan mortalitas, sedangkan pada level 0,2-0,8% dalam ransum dapat menurunkan kolesterol daging ayam dan yang terbaik terdapat pada level 0,6%.

Tulisan terkait :
loading...
Penggunaan Herbal Untuk Pengobatan Ayam | Penulis | 4.5