Panduan lengkap Teknik Pembibitan Burung Walet

Panduan lengkap teknik pembibitan burung walet.Langkah pertama yang kita ambil dalam teknik pembibitan walet adalah memilih bibit dan calon induk yang berkualitas. Besar kecilnya hasil produksi sarang walet sangat bergantung pada kualitas populasi burung walet dan jumlah telur walet yang berhasil ditetaskan menjadi burung walet.

Pemeliharaan yang baik dengan teknik-teknik yang benar akan membawa peningkatan yang signifikan pada meningkatnya kualitas dan kuantitas produksi sarang walet. Namun, yang sering kali terjadi dalam praktiknya adalah tidak semua telur walet dapat dimanfaatkan sebagai penunjang peningkatan populasi walet sekaligus peningkatan produksi sarang walet.

Artikel terkait.

Hal ini terjadi karena keterbatasan sarana untuk menetaskakn telur waletnya yang jumlahnya berlebihan pada periode tertentu, kelebihan telur walet ini sering terjadi saat peternak melakukan panen sarang walet dengan sistem rampasan, yaitu sarang walet yang dipanen sebelum sarang tersebut digunakan untuk bertelur, atau sebelum sarang dipergunakan untuk mengerami telur, sehingga telur yang diambil terpaksa harus dibuang.

Panen dengan cara ini, dilakukan dengan tujuan mendapatkan hasil sarang burung bermutu super, yang warnanya putih bersih dan tidak tercemati oleh bulu maupun kotoran.Panduan lengkap Teknik Pembibitan Burung Walet

Selain itu, burung walet yang telah kehilangan sarang ketika saatnya bertelur akan menjatuhkan telur tersebut ke lantai. Hal ini dalam jangka panjang akan mengakibatkan burung walet merasa stres dan produktivitas menjadi berkurang, dan lebih parahnya lagi, burung walet tersebut akan pergi meninggalkan gedung/rumah walet kita.

Bibit dan Calon Induk Walet

Pemilihan bibit (telur walet) yang baik, akan menghasilkan indukan walet yang baik, sebagai akibatnya kita juga akan mendapatkan hasil berupa sarang walet yang baik pula.

Telur Walet

Artikel terkait.

Sebelum ditetaskan telur diseleksi terlebih dahulu, dengan membuang telur yang infertil, busuk dan rusak. Cara menyeleksi telur dengan melihatnya dibawah lampu 5 watt, telur yang bisa ditetaskan adalah yang terdapat urat-urat yang masih utuh, menyambung/tidak putus, dan bergerak. Telur yang tidak baik adalah yang kuningnya bercampur dengan putih, tidak bergerak atau berwarna hitam karena busuk.

Telur yang dipanen terdiri dari 3 macam warna, yaitu:

  • Merah muda, telur yang baru keluar dari kloaka induk berumur 0-5 hari.
  • Putih kemerahan, berumur 6-10 hari.
  • Putih pekat kehitaman, mendekati waktu menetas berumur 10-15 hari.

Telur walet berbentuk bulat panjang, ukuran 2,014 x 1,353 cm dengan berat 1,97 gram. Ciri telur yang baik harus kelihatan segar dan tidak boleh menginap kecuali dalam mesin tetas. Telur tetas yang baik mempunyai kantung udara yang relatif kecil.

Stabil dan tidak bergeser dari tempatnya. Letak kuning telur harus ada di tengah dan tidak bergerak-gerak, tidak ditemukan bintik darah. Penentuan kualitas telur di atas dapat dilakukan sendiri dengan peneropongan.

Membawa Telur Walet

Apabila kita harus membawa telur wallet dari suatu lokasi ke sarang yang kita persiapkan perlu diperhatikan beberapa hal. Telur yang didapat dari tempat yang jaraknya dekat dapat berupa telur yang masih muda atau setengah tua. Sedangkan telur dari jarak jauh, sebaiknya berupa telur yang sudah mendekati menetas.

Telur disusun dalam spon yang berulang dengan diameter 1 cm. Spon dimasukkan ke dalam keranjang plastik berlubang kemudian ditutup. Guncangan kendaraan dan AC yang terlalu dingin dapat mengakibatkan telur mati. Telur muda memiliki angka kematian hampir 80% sedangkan telur tua lebih rendah.

Tulisan terkait :
loading...
Panduan lengkap Teknik Pembibitan Burung Walet | Penulis | 4.5