Mengenal Itik Lebih Dekat Dan Asal-Usulnya

Mengenal itik lebih dekat dan asal-usulnya-Di tengah masyarakat itik lebih dikenal dengan nama bebek (bahasa jawa). Nenek moyang itik ini yaitu itik liar (Anas moscha) yang berasal dan Amerika Utara. Namun, seiring dengan perkembangan waktu, itik liar dijinakkan oleh manusia hingga terbentuklah beragam jenis itik yang seperti banyak dipelihara sekarang ini. Selanjutnya itik lebih dikenal sebagai itik ternak (Anas domesticus) dan itik manil/entok (Anas muscovy).

Sejak zaman kerajaan, ternak itik sudah dikenal dalam dunia perdagangan sebagai salah satu komoditi pertanian untuk memenuhi kebutuhan daging dan telur di Indonesia.

Artikel terkait.

Salah satu bukti bahwa ternak ini sudah ada dan telah dibudidayakan pada zaman kerajaan adalah prasasti Sangsang 907 Masehi yang ditemukan di propinsi Jawa Timur.

Dalam prasasti ini tertulis tentang berapa jumlah komoditi pertanian bebas pajak yang dapat diperdagangkan pada masa itu.

Ternak itik juga tercatat dalam prasasti Pucangan pada masa pemerintahan raja Anak Wungsu yang berkuasa dikerajaan Bali 1049-1077. Dalam prasati ini tertulis bahwa raja mengabulkan permintaan rakyat untuk memelihara anjing dan itik.

Selain itu, bukti berupa prasasti Prameshvara Purba 1275 yang ditemukan di daerah Probolinggo, provinsi Jawa Timur 2002 menyebutkan pesan raja Sri Kartanegara kepada rakyat untuk memberikan sesajen seperti ayam, itik, telur dan uang.Mengenal Itik Lebih Dekat Dan Asal-Usulnya

Budidaya ternak ini terus berkembang hingga zaman pemerintahan Hindia Belanda, di mana pada saat itu, itik impor sudah masuk ke Indonesia seperti khaki campbell dan peking. Tetapi masuknya itik impor ini, tidak mempengaruhi kegiatan budidaya yang memanfaatkan itik lokal Indonesia, lebih khusus peternak yang ada di pedesaan. Kegiatan ini terus berkembang dan telah banyak dibudidayakan hampir di seluruh wilayah Nusantara.

Saat ini ternak itik banyak terpusat di beberapa daerah, seperti NAD, Sumatera (utara dan selatan), pulau Jawa (Cirebon-Jabar, Brebes, Tegal-jateng, dan Mojosari Jateng), Kalimantan (Alabio HSU-Kalsel), Sulawesi Selatan, serta Bali.

Artikel terkait.

Pengetahuan anatomi itik bagi peternak itik sangatlah penting karena tubuh itik merupakan mesin produksi daging dan telur. Peternak itik yang mengetahui dan memahami tentang anatomi itik akan dapat mengatasi permasalahan itik, khususnya masalah kesehatan dan produktivitas. Selain itu dengan mengetahui anatomi itik juga mempermudah dalam menentukan strategi produksi. Adapun anatomi itik terdiri dari:

1. Bulu

Tubuh itik hampir seluruhnya ditumbuhi bulu kecuali paruh dan kaki. Bulu ini berfungsi untuk menjaga kestabilan suhu tubuh dari pengaruh suhu luar yang musah berubah-ubah, menjaga itik dari terpaan air, serta sebagai alat terbang.

2. Rangka tubuh

Itik memiliki rangka tubuh yang kompak untuk melindungi fungsi organ dan di topang oleh otot daging yang kuat sehingga mampu melakukan berbagai aktivitas produksi, berjalan, berenang dan terbang.

3. Alat pernapasan

Alat pernapasan itik terdiri dari lubang hidung, saluran tenggorokan dan paru-paru. Fungsi dari paru-paru ini sebagai tempat pertukaran udara sehingga oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh dapat masuk dan karbon dioksida dapat di keluarkan.

4. Alat pencernaan

Alat pencernaan pada itik terdiri dari paruh, kerongkongan (oesophagus), tembolok, lambung, kelenjar, lambung otot, usus 12 jari, usus halus, usus besar dan kloaka.

  • Paruh                                                                                                                                                                                                                                                                           Paruh digunakan untuk mematuk dan memasukkan makanan ke dalam mulut untuk selanjutnya didorong ke tenggorokan. Ketika itik minum, kepalanya akan mengangakat ke atas. Hal ini bertujuan agar air mudah tertelan dan tidak keluar lagi ke lubang hidung. Dalam mulut itik terdapat kelenjar ludah yang digunakan untuk mempemudah saat menelan.
  • Kerongkongan                                                                                                                                                                                                                                                            Kerongkongan atau oesaphagus berfungsi sebagai saluran yang mengantarkan pakan menuju tembolok.
  • Tembolok                                                                                                                                                                                                                                                                     Di dalalm tembolok pakan akan di lunakkan dengan kelenjar ludah agar lebih mudah diteruskan ke lambung.
  • Lambung Kelenjar                                                                                                                                                                                                                                                      Organ ini merupakan lambung yang mengeluarkan enzim pencernaan berupa pepsin dan asam khlor yang berperan melumasi pakan untuk kemudian dihancurkan di lambung otot.
  • Lambung otot                                                                                                                                                                                                                                                             Lambung ini berfungsi sebagai mencerna makanan agar sari-sari makanan mudah diserap oleh tubuh. Untuk meningkatkan kinerja lambung, sebaiknya ditambahkan grit dalam pakan berupa butir-butir kapur atau kulit kerang. Setelah makanan dicerna oleh lambung, makanan disalurkan ke usus halus.
  • Usus 12 Jari dn usus halus                                                                                                                                                                                                                                      Setelah keluar dari lambung otot, makanan tersebut akan masuk ke dalam usus 12 jari dan akan dicerna oleh enzim dari pancreas dan hati. Selanjutnya sari-sari makanan tersebut akan masuk ke dalam usus halus untuk diserap zat-zat gizinya.
  • Usus besar                                                                                                                                                                                                                                                                   Usus besar berfungsi sebagai tempat penampungan dari sisa-sisa pencernaan yang tidak terserap.
  • Kloaka                                                                                                                                                                                                                                                                         Organ ini merupakan saluran muara dari usus besar, saluran kencing dan saluran telur.

5. Saluran urinaria

Itik memiiliki dua ginjal yang menghasilkan urine. Ginjal terletak dekat organ paru-paru dan organ saluran tunggal yang menghubungkan ginjal ke kloaka.

6. Peredaran darah

Fungsi dari peredaran darah adalah mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh yang membawa nutrisi dan oksigen serta kembali ke jantung dengan membawa karbon dioksida.

7. Sistem saraf

Saraf merupakan organ yang mengatur seluruh sistem organ tubuh untuk aktivitas hidup itik, yakni dari mulai indra penglihatan, pendengaran, penciuman, hingga indra perasa. Pada sistem saraf itik terdapat simpul saraf penerima sinar di kepala yang dapat merangsang pelepasan kuning telur dari oviduct.

8. Sostem reproduksi

Pada unggas system perkembangbiakannya dengan bertelur, tetapi proses tersebut tidak harus selalu dikaitkan dengan terbentuknya individu baru. Itik betina akan tetap bertelur tanpa adanya pejantan. Telur yang tidak dibuahi ini biasanya digunakan sebagai telur konsumsi.

Tulisan terkait :
loading...
Mengenal Itik Lebih Dekat Dan Asal-Usulnya | Penulis | 4.5