Mengenal Ayam Serama Sebagai Ayam Hias Kontes

Mengenal Ayam Serama Sebagai Ayam Hias Kontes – Ayam serama merupakan jenis unggas hias baru yang sedang populer saat ini. Karena itu perlu pengenalan asal-usul dan trennya saat ini di Indonesia.

Serama Mungil tetapi Gagah

Artikel terkait.

Ayam serama dijuluki smallest, lightnest, and most majesty. Artinya, seekor ayam yang berukuran sangat kecil dan ringan, tetapi bisa berpenampilan sangat atraktif dengan cara membusungkan dadanya (lift up Cheap Jerseys china) dan memiliki mental yang cukup bagus.

Saat pertama kali melihat tampilan ayam serama dijamin akan terheran-heran dan ujung-ujungnya kagum. Pasalnya, ayam yang berperawakan mungil ini sangat pintar mempertontonkan bentuk tubuhnya dengan posisi tegap sambil mengepak-ngepakkan sayapnya.

Keunikan yang “ajaib” inilah yang membuat banyak pemain ayam serama rela berinvestasi besar-besaran untuk menekuni hobi memelihara ayam ini.

Keunikan ayam ini oleh pecinta unggas hias khususnya ayam kontes sudah dikenal sejak tahun 2004. Pada saat itiu, ayam serama sudah mulai masuk ke Indonesia. Bahkan, pada tahun itu sempat diadakan kontes ayam serama yagn digawangi oleh Persatuan Pelestari Ayam Serama Indonesia (P2ASI).

Namun disayangkan, datangnya wabah flu burung pada tahun yang sama membuat popularitas ayam serama yang baru muncul seolah-olah “terkubur”.

Pasalnya, serangan wabah flu burung menjadi momok yang cukup menakutkan bagi peternak unggas dan masyarakat umum. Imbasnya, semua yang berhubungan dengan unggas harus “dimusnahkan”.

Artikel terkait.

Upaya pengendalian dan pencegahan flu burung secara serius terus diupayakan oleh pemerintah. Alhasil, seiring dengan berjalannya waktu, penyebaran dan dampak wabah flu burung bagi peternak unggas dapat dikendalikan, walaupun belum tuntas seratus persen. Serangan wabah flu burung yang telah “berhenti” ini membuat geliat kepopuleran ayam serama perlahan-lahan muncul kembali.

Tahun 2009, pecinta ayam serama mulai mencoba lagi bermain-main dengan unggas cebol nan unik ini. Untuk membuktikan kembali eksistensi ayam serama, kontes pun rajin dilakukan dari satu tempat ke tempat lain yang dimotori oleh berbagai komunitas ayam serama.

Pada tahun 2011, pecinta ayam serama mulai rajin mendatangkan ayam-ayam unggulan dari Malaysia yang notabene merupakan negara asal (origin) ayam serama.

Berawal dari Ayam Kapan

Ayam serama merupakan hasil persilangan yang dilakukan oleh seorang peternak asal Kelantan, Mulanya, sektiar tahun 1971, mencoba menyilangkan ayam katai kaki panjang yang biasa disebut ayam Kapan dengan ayam ras Modern Game Bantam.

Dua tahun kemudian, hasil persilangan kedua ayam tersebut dikawinkan dengan jenis ayam sutera (Silkie Bantams). Perkawinan ini menghasilkan ayam sutera berpostur badan kecil. Mr. Wee Yean Een tampaknya masih belum puas dengan hasil persilangan tersebut.

Karena itu, Mr. Wee mencoba mengawinkan hasil percobaannya yang kedua dengan ayam katai Jepang. Dipilih ayam katai Jepang karena memiliki warna bulu yang cukup bagus dan bentuk bulu ekornya yang tegak. Akhirnya, pada tahun 1998, Mr.

Wee Yean Een, berhasil mencetak ayam mungil dengan bobot tubuh tidak lebih dari 500 gram. Hasil silangan ini diberi nama serama. Nama ini diambil dari nama Sri Rama. Seorang tokoh pewayangan dalam kisah Ramayana yang tampan, gagah, dan berani tampil.

Guna meningkatkan popularitasnya, pada era 90-an, ayam serama mulai dipublikasikan melalui kontes ayam hias. Di kontes ini, Mr. Wee tampil sebagai juri.

Munculnya hasil silangan Wee Yean Een yang cukup mengagetkan peternak dan pecinta ayam di Malaysia ini, lambat-laun mulai diikuti untuk dikembangbiakkan oleh para breeder lainnya.

Salah satu breeder yang berhasil “menciptakan” silangan serama baru adalah Mr. Chooi. Dia berhasil “menciptakan” ayam serama dengan bobot dan ukuan tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan serama yang “diciptakan” Mr. Wee Yean Een.

Bobot ayam serama yang dihasilkan Mr. Chooi hanya sekitar 300 gram atau sebesar genggaman tangan orang dewasa. Saking kecilnya ukuran tubuh ayam serama, Asosiasi Unggas dan Ayam Hias di Amerika, yakni American Poultry Association dan American Bantam Association, menasbihkan ayam serama sebagai ayam terkecil di dunia.

Kepopuleran ayam serama ini juga berdampak pada penggemar berat serama (seramania) di Indonesia untuk langsung mengimpor ayam-ayam serama berkualitas bagus, bahkan ada juga yang berani membayar dengan harga sangat tinggi untuk mendatangkan mantan-mantan juara kontes ayam serama di Malaysia.

Pasalnya, dengan mendatangkan serama yang berkualitas dari negara asalnya pasti akan menciptakan regenerasi yang berkualitas pula di Indonesia.

Harapannya, prospek bisnis ayam serama yang dilakukan pemain serama di Indonesia akan bersinar dan mendatangkan keuntungan yang sebanding dengan investasi yang dikeluarkan saat mengimpor serama dari Malaysia.

Penampilan ayam serama yang unik tidak pelak membuat masyarakat banyak menggemari unggas ini. Selain dipelihara untuk kontes, ayam ini dipercaya oleh penggemarnya biasa untuk “obat” pengusir stres.

Alasannya, jika melihat ayam serama sedang beraksi dengan gayanya yang petentang-petenteng sambil membusungkan dada, jadi ingin tertawa dan pikiran seakan-akan menjadi tenang.

Sepertinya, pendapat ini hanya sebuah pandangan umum yang tidak jauh berbeda dengan penggemar hewan peliharaan lainnya, seperti perkutut, ikan hias, dan burung kicauan.

Sering Disamakan dengan Ayam Katai

Orang yang belum terlalu mengenal ayam serama biasanya akan menyamakannya dengan ayam katai. Pasalnya, jika dilihat secara sekilas tampak mirip. Misalnya, paruh ayam serama yang tidak beda dengan paruh ayam katai.

Bentuk kepala dan jengger ayam serama bisa dibilang sama, hanya ukurannya yang berbeda. Ukuran kepala ayam serama lebih kecil dibandingkan dengan ukuran kepada ayam katai.

Demikian pula dengan corak warna bulu, ayam serama juga tidak ada bedanya dengan corak warna bulu yang dimiliki ayam katai. Jika kita sering melihat ayam katai yang berbulu hitam kombinasi warna cokelat tua atau muda, pada ayam serama pun juga ada.

Warna bulu ini tidak jauh berbeda lantaran silsilah sebelumnya adalah keluarga ayam katai. Tidak heran jika cara hidup dan berkembangbiaknay juga hampir sama dengan ayam katai. Bahkan, ada yang mengatakan perkembangbiakan ayam serama sama seperti ayam buras.

Secara spesifik yang membedakan ayam serama dengan ayam katai adalah postur tubuh dan posisi sayap. Postur tubuh ayam serama pendek, tetapi jika berdiri posisinya tegap. Sementara itu, postur tubuh ayam katai cenderung cebol dan caranya berdiri tidak tegap.

Posisi sayap ayam katai cenderung mendatar (horizontal), sedangkan posisi sayap ayam serama menjuntai (vertikal) dan nyaris menyentuh tanah. Pada ayam serama yang bagus, posisi bola mata cenderung segaris dengan posisi kaki saat berdiri.

Saat berjalan, ayam serama suka sekali membusungkan dada sambil mengepakkan sayapnya. Sesekali ayam serama menarik kepalanya ke belakang hingga membentuk huruf “S”. Perilaku ayam serama menarik kepala ini tidak dilakukan oleh ayam katai.

Selain itu, yang membedakan ayam serama dengan ayam katai adalah bentuk dada ayam saat berdiri. Pada ayam katai bentuk dada cenderung rata (lurus), sedangkan pada ayam serama bentuk dada menonjol (membentuk serengah lingkaran).

Tulisan terkait :
loading...
Mengenal Ayam Serama Sebagai Ayam Hias Kontes | Penulis | 4.5