Mencuci Dan Menambal Sarang Walet Retak Atau Berlubang

Mencuci dan menambal sarang walet retak atau berlubang-Sarang rusak berlubang atau retak dapat terjadi pada saat pencucian, pembersihan dari kutu-kutu busuk atau berlubang-lubang karena dimakan kecoak, kondisi tersebut dapat mengakibatkan penurunan kualitas sarang burung tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan proses penambalan sarang tersebut. Cara penambalan sebagai berikut:

  1. Bersihkan sarang dari kotoran atau bulu lalu ambil sarang hancuran yang sudah direndam untuk menambal sarang yang retak dan berlubang, dalam proses penambalan yang perlu di perhatikan adalah warna lajur atau ukuran sarang disesuaikan dengan sarang yang retak atau berlubang, dengan demikian bekas tambalan akan tersamarkan, setelah itu sarang bisa langsung dicetak sesuai cetakan aslinya.
  2. Untuk menambal sarang ini bisa digunakan lem super77 yang food grade agar aman dikonsumsi dan bisa larut saat dimasak.
  3. Lalu dikeringkan dengan mesin pengering.mencuci sarang walet

Metode pencucian skala besar

Artikel terkait.
  • Drum yang berukuran tinggi 65 cm dan diameter 45 cm, berfungsi sebagai hopper terbuat dari logam anti karat dengan ketebalan 22 mm, yang berfungsi sebagai tempat pemroses sarang walet kotor yang terendam dalam air pada drum tersebut. Drum ini, juga berfungsi sebagai tempat kedudukan kipas (blower) pemutar air yang posisinya di bagian bawah drum, yang tempatnya dengan ruang untuk membersihkan sarang dipisahkan dengan saringan logam.
  • Motor penggerak dengan as poros dipasangi gir pada bagian atasnya untuk transmisi gerak dan dinamo ke as poros kipas pemutar air di dalam drum pencuci sarang. As poros kipas pemutar air di dalam drum, dilengkapi dengan gir yang terletak tepat di tengah di bagian bawah (luar) dari drum. Kamudian, kedua poros itu (dinamo) dengan kipas pemutar air tersebut dihubungkan dengan sabuk karet yang panjangnya 80 cm, lebar sabuk 4 cm dan tebalnya 3 cm sebagai tranfer gerak dari dinamo ke kipas pemutar air.
  • Kipas pemutar air yang terdiri dari dua plat baja dipasang pada bagian as poros putamnya dengan baut, agar dapat dilepas bila drum hendak dibersihkan, juga dimaksudkan untuk dapat lebih dibengkokkan atau dibuat lebih datar agar kecepatan putaran kipas pemutar air dapat diatur lebih cepat atau lambat sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Hal ini karena kalau jumlah sarang walet yang akan dibersihkan cukup banyak dan kondisinya sangat kotor, maka diperlukan putaran air yang lebih cepat.
  • Saringan dengan lubang-lubang berdiameter 4 cm dipakai sebagai pembatas antara ruangan kipas air yang berada di bagian bawah drum dengan bagian atasnya, berfungsi untuk mencegah agar sarang walet yang dibersihkan beserta bulu-bulu kotornya tidak masuk ke dalam ruangan kipas air dan menimbulkan kemacetan kipas pemutar air.
  • Kran pelepas air cucian sarang walet, digunakan untuk melepaskan air kotor yang telah digunakan untuk mencuci sarang walet, letaknya di dasar drum, diameter kran 4 cm.
  • Potongan-potongan besi logam sebagai kerangka untuk melekatnya drum, motor pnggerak, roda gelinding, as gir, dan alas logam sebagai tempat meletakkan motor penggerak, agar semua komponen dan alat pembersih sarang walet tersebut dapat melekat menjadi satu kesatuan secara terpadu. Kerangka tersebut terdiri dari empat potong logam baja bertekuk “L” dengan ketinggian 60 cm (vertikal) dan empat potong baja logam lekuk “L” yang dipasang mendatar dengan ketinggian 60 cm.

Fungsi bagina-bagian dan prinsip kerja

  • Drum untuk penampung berfungsi sebagai bak penampung (hopper) sarang walet yang akan dibersihkan. Drum ini harus diisi dengan air jika digunakan untuk mencuci sarang walet. Bagian bawah (dasar drum) ada as yang posisinya berada ditengah-tengah dari lingkaran dasar dari drum. As ini bagian atasnya merupakan tempat kedudukan dari blower pemutar air, sedangkan bagian bawahnya dihubungkan dengan sabuk karet ke bagian as poros dinamo untuk transfer putaran as dinamo ke kipas penggerak air.
  • Ruang kipas pemutar air yang berada di bagian dasar dari drum dipisahkan dari ruang atas drum dengan saringan logam yang berlobang-lobang dengan diameter lobang 4 cm, agar supaya gerakan putaran kipas pemutar air dalam ruang bawah drum dapat menyebabkan putaran air pada ruang bagianĀ  atas dari drum sekaligus memutar sarang walet kotor yang berada dalam air tersebut. Dengan cara ini kotoran, bulu dan debu yang menempel pada sarang menjadi lepas.
  • Motor penggerak, yang ukurannya 40 cm, ketinggian 25 cm mempunyai tenaga pemutar 0,5 HP dan menghidupkannya dengan listrik; sedangkan as porosnya dihubungkan dengan sabuk karena pada as porors penggerak kipas pemutar air di bagian bawah dari drum pembersih. Motor penggerak yang beratnya 25 kg ini terletak pada lempeng logam sebagai penyangga/bantalannnya.
  • Kipas pemutar air, dibuat mudah dilepas agar kemiringannya dapat dibuah agar kecepatan putaran kipas dapat diatur sesuai dengan kebutuhannya.
  • Kran pelepas air cucian sarang, terletak di bagian dasar dari ruang kipas pemutar air, yang berfungsi untuk mengeluarkan air cucian walet apabila pekerjaan pencucian sarang walet telah dilakukan; di mana kotoran-kotoran besar biasanya tersangkut pada saringan logam di dalam drum yang dapat dilepaskan dari dalam drum.
  • Kaki-kaki logam dari alat pembersih berfungsi sebagai kerangka untuk melekatkan semua dari alat, di mana bagian bawah dari kerangka dilengkapi dengan 4 roda gelinding, sehingga alat tersebut mudah dipindah tempatkan dengan cara mendorongnya.

Proses Pencucian

  • Sarang walet sebelum diproses diseleksi dan dipisah-pisahkan berdasarkan banyaknya kotoran seperti bulu, jenis, warna, dan lain-lainnya, tujuannya agar waktu dan penanganan yang dibutuhkan dalam pemrosesan relatif sama.
  • Drum pada alat pencuci sarang tersebut diisi dengan air bersih, sebagai media pencuci sarang walet sampai drum mendekati penuh.
  • Masukkan sarang walet kotor yang akan dibersihkan tersebut ke dalam bak penampung (hopper).
  • Pekerjaan pencucian dilakukan dengan cara menghidupkan mesin tersebut melalui penyambungan kabelnya ke sumber listrik agar kipas pemutar dapat berputar 1800 rpm.
  • Air di dalam drum akan berputar jika alat tersebut dihubungkan dengan listrik, sehingga air dalam drum ikut berputar dan sarang walet yang terendam dalam air itu juga ikut berputar.
  • Pekerjaan pencucian dilakukan sampai sarang menjadi bersih dan bila belum bersih pencucian diulang lagi sampai benar-benar bersih dan bila sudah bersih air cucian dikeluarkan.
  • Pada pencucian terakhir sebaiknya airnya dibubuhi Sodium Benzoat, agar dapat mencegah terjadinya jamur dan pembusuk terutama nanti pada saat sarang walet disimpan.
  • Setelah sarang walet diambil dari drum pencuci, maka jika masih ada bulu yang tidak hilang bulu tersebut dicabut dengan pinset.
  • Selanjutnya sarang walet tersebut dicetak atau dibentuk sesuai dengan bentuk sarangan yang rupanya seperti mangkokan dari bahan stainless steel sebelum sarang itu dikeringkan.
  • Pengeringan sarang dilakukan selam 12 jam pada saat sarang masih berada dalam cetakan, agar bentuk sarang tak berubah dan tak boleh dikeringkan langsung di bawah sinar matahari.

Pembersih sarang walet dengan memakai alat tersebut dilakukan dengan mencuci sarang walet dari kualitasnya berbeda (5 macam kualitas) atas dasar banyaknya bulu dan kotoran. Berdasarkan kualitasnya, 5 macam sarang walet tersebut adalah:

  • Sarang bulu enteng: yaitu sarang walet yang pencemaran bulunya sedikit (10% dari luas permukaan).
  • Sarang bulu luar: yaitu sarang yang pencemaran bulunya di bagian luar saja.
  • Sarang bulu dalam: yaitu sarang yang pencemaran bulunya di bagian dalam dari sarang.
  • Sarang bulu berat: yaitu sarang walet yang tercemar oleh bulu dan kotoran baik di bagian dalam maupun luarnya, lebih dari 50% permukaannya.
  • Sarang goa: yaitu sarang yang berasal dari goa yang warnanya kusam kehitaman dan penuh dengan bulu.
Tulisan terkait :
loading...
Artikel terkait.
Mencuci Dan Menambal Sarang Walet Retak Atau Berlubang | Penulis | 4.5