Mencegah Dan Mengobati Hama Penyakit Burung Walet

Mencegah dan mengobati hama penyakit burung walet.Dalam suatu mata rantai kehidupan, antara binatang produsen dengan konsumen selalu terjadi, binatang yang lebih lemah akan dimangsa dengan binatang lain yang lebih kuat, sepertinya begitulah hukum alam. Tidak berbeda dengan kehidupan burung walet yang mempunyai rival binatang-binatang predator yang kerap datang mengusik sarangnya.

Kondisi aman dan nyaman wajib diberikan kepadda burung walet, karena ini adalah faktor berhasil tidaknya budidaya walet yang kita kelola. Jika kondisi tersebut terabaikan, walet bisa tidak kerasan dan kabur ke gedung lain.

Artikel terkait.

1. Semut

Semut mengganggu anak walet, bahkan menyebabkan kematian anak walet.

Cara mengatasinya dengan membuat garis disekitar sarang walet menggunakan kapur semut. Kapur semut ini bisa membasmi semut tanpa aman untuk burung dan manusia.

2. Kecoa

Kecoa gemar makan sarang walet, sehingga dapat merusak sarang walet, bahkan bisa membuat sarang walet rapuh dan terjatuh dari tempatnya menempel.Mencegah Dan Mengobati Hama Penyakit Burung Walet

Cara membasmi kecoa adalah menggunakan racun kcoa yang tersedia dalam bentuk serbuk baik yang diumppan maupun yang disemprot harus diperhatikan khusus untuk sirip jangan disemprot terlalu basah, karena ruang yang lembab bisa menyebabkan sirip lama mengering dan hal itu tentu harus dihindari.

Artikel terkait.

3. Kutu Busuk

Kutu busuk gemar menghisap darah, baik walet maupun anaknya. Bahkan bisa menyebabkan kematian karena walet kehabisan darah.

Cara membasminya dengan menaburkan kapur ajaib di sekitar sarang. Dalam waktu 1-5 hari kutu busuk akan mati beserta telur-telurnya.

4. Kutu Burung

Kutu burung adalah 1 parasit yang sangat mengganggu walet. Wabah ini pernah menjangkit di salah 1 RBW di Yogya, yang akibatnya ratusan walet mati kering dan tidak sehat akibat serangan parasit ini.

Penampilan:

  • Kutu dewasa umumnya berwarna cokelat dan panjangnya 1-8mm.
  • Mata dan antenanya jelas terlihat. Bagian mulutnya diadaptasi dengan baik untuk menusuuk kulit dan menghisap darah serta untuk menggelincir dari kepala.
  • Spesies ini merupakan jenis kutu burung yang paling umum.

Siklus hidup:

  • Kutu burung hanya dapat hidup untuk waktu yang singkat hanya di dalam ruang dan sarang.
  • Mereka berkembang-biak selama periode bersarang, yakni ketika induk dan atua anaknya ada untuk memakan darah secara rutin.

Pola hidup:

  • Kutu burung dewasa hidup dalam sarang burung. Jika burung berpindah dari sarangnya, kutu dewasa harus mencari induk baru.
  • Apabila sarang digunakan kembali, kepompong akan menetas, kawin dan melanjutkan siklus perkembangbiakan.
  • Kutu burng dapat berkembang-biak berkali lipat dalam sarang burung (RBW) kandang ayam, tempat pembiakan, dll.

Cara membasminya biasanya menyemprotkan cairan yang telah di campur dengan racun Cyper Killet di nestink plank atau sirup. Ini gunanya untuk membasmi kutu dewasa atau telur yang ditinggalkan agar tidak berkembang biak lagi.

Tulisan terkait :
loading...
Mencegah Dan Mengobati Hama Penyakit Burung Walet | Penulis | 4.5