Memilih Bibit dan Keturunan Merpati Kualitas

Memilih bibit dan keturunan merpati kualitas.Kalau kita ingin memelihara jenis burung merpati kualitas yang masih murni, tentu kita perlu memiliki burung merpati dengan bibit yang masih murni pula. Tercampuya darah dengan jenis burung (hias) lain tidaklah selalu kentara. Burung yang menampakkan penampilan luar masih murni tidak berarti bahwa darahnya masih murni.

Seandainya kita memelihara burung yang tidak murni seperti ini, maka pada jalur keturunannya nanti dapat muncul burung yang agak lain. Sudah tentu hal itu akan merugikan pemiliknya bila sasaran peemeliharaannya adalah kemurnian jenis.

Artikel terkait.

Oleh karena mahalnya harga bibit merpati hias – dapat mencapai ratusan ribu rupiah – dibandingkan dengan harga merpati biasa, mungkin orang hanya sanggup mengeluarkan burung untuk sepasang saja. Dan ini pun kadang merupakan burung hasil pengembangbiakan secara lokal (bukan burung impor). Ini berarti bahwa burung mungkin sekali merupakan hasil perkawinan saudara kandung.

Meneruskan pengembangbiakannya berarti kita akan berkecimpung dalam mengawinkan burung dengan sistem perkawinan sendiri di mana kemurniannya dapat dijaga (kalau bibitnya memang murni), dengan akibat sampingan pun tetap ada, yaitu bahwa mutu dan sifat-sifat burung yang baik dan yang buruk akan kita temukan.memilih bibit burung merpati unggul

Sistem perkawinan sendiri ini memang sengaja dilakukan sebab sifat-sifat dan mutu yang semakin baiklah yang akan dikembangkan, sedang yang buruk ditiadakan. Dalam usaha kita yang sekedar mengembangbiakkan dan kemudian menjual hasilnya itu, maka mutu yang kurang baik boleh jadi dibiarkan saja – pihak pembeli burung inilah yang menanggung risikonya.

Dari penanganan melalui sepasang burung yang kita beli ini kita akan mengetahui bahwa pada suatu ketika kita perlu memasukkan darah baru kepada keturunan dari burung-burung yang dipelihara agar mutunya dapat dipertahankan. Kiranya hal ini tidaklah terlalu berat, sebab kita telah mempunyai banyak burung, sehingga sistem barter atau menjualnya untuk membeli bibit baru dapat dilakukan dengan tidak merogoh kantong lagi seperti pada tahap permulaan.

Selain itu, perlu diperhatikan adanya merpati yang memiliki kekurangan dalam membesarkan anak. Burung yang berparuh pendek, misalnya, kadang mengalami kesulitan sewaktu memberi makan kepada anak-anaknya. Dalam keadaan seperti inilah “orangtua-asuh” benar-benar dibutuhkan, sehingga langkah menyediakan orangtua-asuh perlu dilakukan agar pengembangbiakkan jenis itu dapat dicapai sasarannya.

Itu berarti kita pun perlu untuk mempunyai merpati-merpati yang dapat dipakai sebagai orangtua-asuh bagi merpati hias tertentu. Merpati bisa dapat dipakai untuk keperluan ini. Melihat adanya siklus maka kita dapat menjodohkan merpati hias pada saat-saat yang bersamaan, dan juga membiarkannya dipisah dan dicampurkan kembali dengan jadwal yang sama, dengan harapan agar penelurannya bersamaan.

Artikel terkait.

Dengan cara ini maka sepasang merpati biasa dapat dipakai untuk sepasang merpati hias. Tetapi untuk mendapatkan keleluasaan tentulah burung-burung biasa yang dijadikan orangtua-asuh harulah berjumlah lebih banyak, dalam suatu perbandingan yang boleh dikatakan menjadi satu dibanding tiga.

Itu berarti berarti bertambahnya biaya. Namun biaya bagi suatu kegemaran tidaklah selalu merupakan pertimbangan sebab orang sering menempatkan rasa puas akan hasil yang didapat di atas segala-galanya.

Tulisan terkait :
loading...
Memilih Bibit dan Keturunan Merpati Kualitas | Penulis | 4.5