Memelihara Induk Dan Bibit Burung Walet Harian

Memelihara indukan dan bibit burung walet harian.Lokasi yang sesuai telah dipersiapkan, bibit dan indukan dengan kualitas baik telah tersedia, tahapan budidaya selanjutnya adalah pemeliharaan walet. Untuk dapat memelihara burung walet dengan baik. perlu kiranya mengenal kebiasaan-kebiasaan perilaku burung walet serta teknik perawatannya.

 

Perilaku seksual

Artikel terkait.

Musim ini terjadi disaat musim hujan tiba karena ketersediaan serangga sangat banyak sehingga anak mereka akan terjamin kelangsungan hidupnya. Meskipun gerombolan burung walet tinggal di gedung yang sama namun mereka tidak akan melangsungkan perkawinan dengan saudaranya sendiri, karena kalau hal tersebut dilakukan maka kualitas telurnya akan cacat.

Perkawinan di udara

Saat perkawinan tiba, burung walet bisa melakukan perkawinan di atas udara. Salah satu dari sepasang burung ini terbang di depan lawan sejenisnya dan tiba-tiba menahan sayapnya membentuk sudut besar horizontal atau bahkan vertikal. Burung ini akan meluncur turun ke depan, sedangkan burung yang dibelakang mengejarnya.

Kemudian sepasang burung ini akan terbang normal dengan posisi terbang pejantan diatas dan betina terbang agak di bawah. Kemudian burung jantan langsung hinggap di punggung walet betina tersebut dan sepasang burung ini pun terbang meluncur turun dengan sudut kecil. Burung betina merentangkan sayapnya secara horizontal dan burung jantan merentangkan sayapnya secara vertikal membentuk sudut.

Sepasang burung ini akan membentangkan sayap dan ekornya selama terjadi perkawinan. Jika ketinggian terbang rendah , salah satu burung ini akan sedikit mengepakkan sayapnya dan setelah beberapa detik mereka kembali berpisah.Memelihara Induk Dan Bibit Burung Walet Harian

Perkawinan di sarang

Artikel terkait.

Perkawinan ini dilakukan pada malam hari. Sang betina memanggil walet jantan dengan suara cicitannya. Setelah mendengar kode tersebut sang jantan langsung meluncur hinggap di punggung betina. Pasangan walet ini kemudian merenggangkan sayapnya dan terjadilah perkawinan. Proses perkawinan di sarang ini akan berlangsung beberapa kali dalam semalam.

Perilaku bersarang

Walet membuat sarangnya di waktu malam karena sepanjang pagi hingga sore hari ia mencari mangsa untuk dimakan. Pasangan walet jantan dan betina akan silih berganti mengoleskan air liurnya pada dinding tempatnya bersarang.

Setelah bentuk sarangnya sempurna maka sang betina mulai bertelur. Setiap sarang akan berisi dua telur. Burung ini akan membuat sarangnya sepanjang tahun tanpa berhenti. Sarang yang dibuat pada musim berbiak akan berbentuk kecil dan kurang sempurna.

Biasanya sarang ini hanya untuk tempat bergantung dan beristirahat saja. Sedangkan sarang yang dibuat pada musim berbiak bulan September hingga April, bentuknya akan besar, tebal, kuat, dan sempurna karena lebih difungsikan sebagai tempat untuk mengeram.

Pada musim berbiak, pembuatan sarang akan dimulai pada bulan September dan puncaknya pada bulan November, kemudian menurun dan berakhir pada bulan April. Waktu untuk pembuatan sarang pada musim berbiak menghabiskan waktu selama 40 hari, sedangkan di luar itu selam 80 hari karena produksi air liurnya menurun.

Pemungutan sarang burung pada musim berbiak akan merangsang walet untuk segera membuat sarang lagi. Pembuatan sarang pengganti biasanya lebih cepat dari sebelumnya. Tapi pengambilan sarang pada musim ini secara rutin akan menyebabkan walet kehilangan rasa aman, apalagi dilakukan saat walet sedang bertelur dan mengerami.

Setelah telur yang dihasilkan berjumlah genap (dua), pasangan ini akan silih berganti menjaga sarangnya. Telur-telur ini akan dierami selama 13-15 hari. Selama musim peneluran, walet dapat menghasilkan 2 telur, sedangkan pada musim pembiakan, walet dapat menghasilkan 8 telur atau 4 pasang walet.

Anak walet yang menetas akan disuapi selama 45 hari. Pada siang hari induk walet akan sering ke sarangnya untuk menyuapi. Setelah seminggu, anak walet sudah mulai berbulu. Mula-mula muncul dari sayapnya, kemudian punggung, dan seterusnya di seluruh tubuh. Setelah 45 hari kemudian ia akan bisa terbang dan mencari mangsanya sendiri.

Perilaku kepulangan

Pada saat walet pulang ke rumahnya, ia memiliki kebiasaan yang unik. Ia akan terbang cepat dengan arah lurus sebelum ia mendekati sarangnya. Ketika mendekati pintu masuk ia langsung berputar-putar. Kemudian ia masuk ke dalam ruangan dan kadang-kadang ia juga kembali keluar dan masuk lagi. Di dalam ruangan ia tidak langsung hinggap di sarangnya.

Ia berputar menggunakan suaranya sebagai alat pengukur jarak (ekholokasi) ke sarangnya. Hal ini berawal dari kebiasaannya dulu tinggal di gua yang besar dan gelap. Suara tersebut akan dipantulkan kembali oleh dinding rumah atau langit-langit gua sehingga walet mengenali posisinya dan dapat terbang dalam kegelapan.

Keterikatan walet terhadap sarangnya atau tempat asalnya sangatlah kuat. Burung ini akan selalu kembali ke tempatnya selama tempatnya terasa aman dan nyaman.

Perilaku makan

Makan utama burung walet adalah serangga,  seperti wereng, belalang kecil, semut bersayap, laron, dan kumbang kecil. Di antara jenis makan di atas, wereng merupakan makanan favoritnya. Walet biasa hanya memakan serangga dewasa yang sedang terbang saja.

Burung ini cukup pintar dengan tidak memakan larva atau telur serangga karena hal ini merupakan strategi walet untuk kelestarian makanannya supaya tercukupi di kemudian hari.

Walet mampu memangsa sekitar 100-1.200 jenis serangga. Di dalam perut walet dapat terisi sekitar 13 gumpalan. Sebuah gumpalan rata-rata berbobot 0,13-1,08 gram. Gumpalan tersebut di antaranya:

  • Serangga Hymenoptera 40,8%
  • Serangga Ephemenoptera 26,45
  • Serangga Homoptera 15,4%
  • Diptera 7,7%
  • Serangga lain yang tidakteridentifikasi 9,7%

Burung walet keluar mencari makan mulai dari jam 05.00-18.00 dengan rincian waktu sebagai berikut:

  • 05.00-07.00 : walet menuju pesawahan yang terdekat, ia makan serangga yang terbang di area persawahan.
  • 07.00-12.00 : ketika matahari mulai agak panas ia berpindah mnuju tempat yang lebih tenduh seperti daerah yang dihuni banyak pepohonan atau hutan-hutan.
  • 12.00-15.00 : walet menuju sungai, telaga, danau, rawa-rawa atau tempat perairan lainnya. Selain mencari makanan, ia juga minum.
  • 15.00-18.00 : walet kembali melintasi pesawahan untuk mencari mangsanya kemudian pulang ke rumahnya. Semua ini dilakukan secara bergerombolan.
Tulisan terkait :
loading...
Memelihara Induk Dan Bibit Burung Walet Harian | Penulis | 4.5