Membuat Ventilasi keluar Masuk Burung walet

Membuat Ventilasi keluar masuk burung walet.Lubang inlet atau outlet udara atau air ventiation (AV) adalah lubang-lubang kecil yang dibuat pada dinding untuk keperluan mengatur keseimbangan kondisi suhu dan kelembapan di dalam rumah walet agar sesuai dengan habitat walet.

Fungsi lain dari lubang ventilasi adalah dapat menciptakan pola aliran udara sedemikian rupa di dalam rumah walet, sehingga dapat membantu mengarahkan burung masuk lebih ke dalam. Oleh karena itu jumlah lubang udara (AV) sangat relatif, tergantung pada kebutuhan yang disesuaikan dengan desain rumah waletnya.

Artikel terkait.

Elemen pendukung yang terdapat dalam rumah walet antara lain:

  1. Sekat dinding untuk membagi ruang per ruangSekat dinding dibutuhkan pada rumah walet yang berdasarkan cukup besar sebagai pembatas/pemisah ruangan. Sekat-sekat ini bukan hanya sekedar untuk membagi ruang per ruang, tetapi juga berfungsi untuk menstabikan suhu dan kelembapan di dalam rumah walet, mencegah terjadinya cross ventilation, mengurangi intensitas cahaya yang masuk, meredam polusi suara dari luar rumah walet, mempermudah burung menghapal tempat sarangnya,  dan lain sebagainya.
  2. Lagur atau sirup tempat walet membuat sarangFungsi lagur atau sirip adalah sebagai tempat burung menginap dan membuat sarang. Semakin cepat mereka menyukai dan semakin cepat membuat sarang itu yang terbaik. Sarang walet itu terbuat dari liur walet yang lengket dan pekat dan biasanya dia tempelkan ke dinding atau kayu dan untuk itulah kita butuh pengaturan sirip yang bagus dan cocok buat walet agar mereka cepat betah dan berkembang biak.Membuat Ventilasi keluar Masuk Burung walet

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam membuat sirip:

  • Sirip harus lembut, bisa terbuat dari kayu, namun bisa juga terbuat dari beton atau aluminium asal permukaan sirip harus kasar dan di beri alur agar mempermudah walet mencengkram tanpa terpeleset dan jatuh.
  • Usahakan sirip terbuat dari bahan yang mempunyai daya serap, agar dalam proses pembuatan sarang mereka lebih cepat menempel dan kering. Terlampau cepat kering pun juga tidak bagus karena sarang yang dihasilkan akan kecil dan bolong-bolong.
  • Ketebalan dan lebar sirip harus diatur agar tidak terjadi pemborosan uang dan juga untuk menahan getaran dari koloni yang akan tinggal. Ketebalan sirip umunya berkisar 2-3 cm dan lebarnya berkisar 10-20 cm tergantung model sirip yang mau dibuat.
  • Sirip yang dipakai harus mempunyai daya tahan terhadap kelembapan yang tinggi dan bebas dari serangga/rayap.
  • Pembuatan sirip harus sangat teliti terutama yang dari kayu atau aluminium sebab tidak boleh ada rongga antara sirip dengan plafon/dinding halini untuk mencegah jangan sampai ada udara/angin yang keluar dari rongga tersebut apabila itu sampai terjadi maka akan sulit untuk membuat walet menginap dan bersarang.
  • Sirip yang dipakai harus bersih dari minyak atau kotoran lain. Dan bila membuat sirip usahakan yang knock down atau yang gampang bongkar pasang dan sirip yang dipasang diusahakan jangan yang terlampau berat agar mempermudah bila waktu mau mengganti atau dibongkar.
  • Penjagaan kebersihan akan sirip itu mutlak agar bebas debu, sarang laba-laba, dan kutu. Karena hal ini sangat sensitif buat walet.

Bahan untuk membuat lagur atau sirip bisa berasal dari bahan kayu, beton/semen, dan menggunakan bahan alumunium.

Tulisan terkait :
loading...
Artikel terkait.
Membuat Ventilasi keluar Masuk Burung walet | Penulis | 4.5