Keuntungan jika Beternak Ayam Petelur

Keuntungan jika beternak ayam petelur.Harus diakui, bisnis ayam petelur bukanlah bisnis yang baru. Bahkan sudah sangat lama. Ia bukan juga bisnis yang tidak ditekuni oleh banyak orang. Memang sudah banyak orang yang membudidayakannya. Walhasil, persaingnya (kalau bisa dikatakan sebagai rival) memang cukup banyak, kendatipun bisa juga dianggap sebagai rekanan.

Bisnis ayam petelur juga bukanlah bisnis yang kebal terhadap krisis. Karena ia kadangkala terhempas krisis. Akan tetapi, hal ini tidaklah membuat pesona bisnis ayam petelur meredup. Kemilaunya tetap berpendar. Ini terbukti dengan tetap banyaknya peternak ayam petelur.

Artikel terkait.

Sebab, bukanlah masalah berupa juga dialami usaha dan bisnis apa pun. Nyaris tak ada bisnis yang tak pernah terhajar problem.

Walaupun demikian, bukan berarti bisnis ini sama sekali tidak menjanjikan. Sebaliknya ini adalah salah satu bisnis potensial. Setidaknya sejumlah alasan berikut ini bisa mewakili gambaran betapa prospek bisnis ayam petelur ini.

Seperti dimaklumi, dalam usaha budidaya ayam petelur, yang dijual adalah telurnya, bukan ayamnya. Berbicara tentang telur, dewasa ini kebutuhan telur dalam negeri terus meningkat sejalan dengan peningkatan pola hidup manusia dalam meningkatkan kebutuhan akan protein hewani yang berasal dari telur.keuntungan jika beternak ayam petelur

Selain itu juga adanya program pemerintah dalam meningkatkan kebutuhan akan protein hewani yang berasal dari telur. Selain itu juga adanya program pemerintah dalam dalam meningkatkan gizi masyarakat terutama anak-anak.

Kebutuhan akan telur yang terus meningkat tidak diimbangi dengan produksi telur yang besar sehingga terjadilah kekurangan persediaan telur yang mengakibatkan harga telur mahal.

Walhasil, untuk masalah pemasaran nyaris tak ada problem sama sekali. Kalau selama ini, sebagian besar bisnis dipusingkan dengan permasalahan penjualan produk, maka dalam bisnis ayam petelur sama sekali tak ada kendala dalam pemasaran. Pemasarannya dapat dilakukan dengan mudah. Sebab, kebutuhan terhadap telur sangat tinggi.

Artikel terkait.

Telur adalah makanan yang kerap dijulukiĀ  superfood. Dalam telur terdapat beragam nutrisi penting mulai dari protein, vitamin, mineral, antioksidan, dan lemak baik. Sebutir telur berukuran besar mengandung hanya 70 sampai 80 kaori, dan mencukupi 10 persen kebutuhan protein harian, selain juga di dalamnya terdapat zat besi, mineral dan vitamin B (riboflavin, asam folat, vitamin B6 dan vitamin B12).

Walaupun begitu, telur juga kerap punya reputasi buruk sebagai makanan berkolesterol tinggi. Lantas, apakah kita perlu membatasi konsumsi telur atau sama sekali menghindarinya ?

Keberaniannya adalah mengonsumsi telur tidaklah buruk bagi kesehatan. Fakta bahwa makan telur dapat memicu risiko penyakit kardiovaskular merupakan kesalahan umum.

Menurut riset yang dipublikasikan Journal of the American College of Nutrition (2000), di mana penelitian ini dilakukan untuk memperkirakan tingkat hubungan antara konsumsi telur dan kadar kolesterol, telur memberikan kontribusi nutrisi penting untuk diet dan tidak terkait dengan kolesterol tinggi.

Studi ini menunjukkan, mereka yang makan empat telur atau lebih dalam satu minggu benar-benar memiliki kadar kolesterol lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak makan sama sekali atau hanya menyantap satu butir telur per minggu.

Beberapa penelitian juga percaya bahwa zat yang disebut ‘kolin’, yang ditemukan terutama dalam kuning telur, mampu melawan efek berbahaya kolesterol yang ada dalam kuning telur. Kolin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol yang terkait dengan penyakit kardiovaskular. Satu butir telur menyediakan 30 persen kebutuhan harian setiap orang, dimana memainkan peran penting dalam kesehatan otak dan pengurangan peradangan.

Pada 2010, sebuah penelitian melibatkan lebih dari 21.000 dokter laki-laki selama periode 20 tahun, dan dimana saat itu umur mereka rata-rata 54 tahun. Studi ini menemukan bahwa pria yang makan tujuah atau lebih telur per minggu, 23 persen lebih mungkin meninggal akibat penyebab apapun. Namun konsumsi telur itu tidak terkain dengan peningkatan risiko serangan jantung atau stroke, bahkan di antara pria yang mengonsumsi lebih dari tujuh telur per minggu.

Para pendukung telur mengatakan bahwa, penelitian tersebut tidak menyediakan cukup bukti untuk menyalahkan telur. Menurut mereka, penelitian tersebut tidak mengatakan tentang penyebab kematian dan tidak ada informasi yang cukup jelas mengenai apa-apa saja yang mereka makan.

Untuk lebih aman, Anda harus berhati-hati untuk tidak makan terlalu banyak telur goreng karena Anda juga akan mengkonsumsi lemak dari minyak telur. Kuncinya disini adalah, jangan mempersiapkan telur dengan menyertakan mentega atau minyak terlalu banyak.

Jika Anda benar-benar khawatir tentang kandungan kolesterol dalam telur, Anda bisa makan putih telur saja. Putih telur adalah pihak terbaik, terutama jika Anda mencoba untuk mengurangi kalori. Putih telur merupakan sumber protein fantastis, tetapi tanpa lemak.

Satu lagi ketakutan yang mungkin bisa timbul ketika kita memakan telur adalah adanya bakteri yang terkontaminasi pada telur. Sebagaimana diketahui, di luar negeri seperti Amerika Serikat, satu dari 20.000 telur berisiko terkontaminasi dengan Salmonella, bakteri yang dapat menyebabkan penderita usus ekstrem.

Namun, ini dapat dengan mudah dihindari jika telur disimpan di kulkas, dimasak dengan matang dan segera dimakan setelah masak. Bakteri Salmonella berkembang biak dengan cepat pada suhu kamar. Jadi, pastikan Anda membeli telur di toko yang ada alat pendinginnya dan tempatkan telur di kulkas (bagian terdingin dari kulkas dan bukanĀ  di pintu) segera setelah Anda sampai di rumah.

Sebutir telur berukuran besar bisa mengandung sekitar 213 miligram kolesterol, yang terkandung dalam bagian kuning telur. Jika Anda ingin sehat, ikuti rekomendasi diet yang disarankan yakni asupan kolesterol tidak boleh melebihi 300 mg per hari.

American Heart Asssociation menyatakan, sebutir setelur sehari masih dalam batas yang wajar untuk kesehatan. Tetapi, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi lagi makanan berkolesterol tinggi seperti susu, daging dan unggas. Jika Anda mempunyai penyakit seperti jantung atau diabetes, direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi mengenai batasan konsumsi.

Tulisan terkait :
loading...
Keuntungan jika Beternak Ayam Petelur | Penulis | 4.5