Keuntungan Dak Kekurangan Panen Sarang Walet Sehabis induk Menetas

Panen sehabis induk burung walet menetas.Teknik pemetikan sarang burung walet dilakukan dengan cara menunggu induk burung walet mengerami telurnya sampai menetas, setelah piyik menetas, sarang belum dipetik kecuali piyik walet tersebut sudah bisa terbang untuk mencari pakan sendiri.

Waktu yang dibutuhkan piyik burung walet sampai bisa terbang sendiri adalah setelah piyik tersebut berumur 1,5 bulan. Cara pemetikan seperti ini cukup alamiah dan berdampak bagus bagi tumbuh-kembang burung walet.

Artikel terkait.

Keuntungan:

  • Keuntungannya cara panen penetasan adalah burung walet dapat berkembang biak dengan tenang dan aman sehingga populasi burung dapat meningkat.
  • Sarang walet yang dihasilkan lebih tebal.
  • Adapun waktu panen adalah:
    • Panen 4 kali setahun: Panen ini dilakukan apabila walet sudah kerasan dengan rumah yang dihuni dan telah padat populasinya. Cara yang dipakai yaitu panen pertama dilakukan dengan pola panen rampasan. Sedangkan untuk panen selanjutnya dengan pola buang telur.
    • Panen 3 kali setahun: Frekuensi panen ini sangat baik untuk gedung walet yang sudah berjalan dan masih memerlukan penambahan populasi. Cara yang dipakai yaitu, panen tetasan untuk panen pertama dan selanjutnya dengan pola rampasan dan buang telur.
    • Panen 2 kali setahun: Cara panen ini dilakukan pada awal pengelolaan, karena tujuannya untuk memperbanyak populasi burung walet.Keuntungan Dak Kekurangan Panen Sarang Walet Sehabis induk menetas

Kerugian:

  • Mutu sarang kurang baik atau bahkan rendah, karena sudah mulai rusak dan dicemari oleh kotorannya.
  • Warna sarang biasanya coklat bahkan hitam karena bulu-bulu dari induk walet dan piyiknya.
  • Harga jualnya rendah.

Dari ketiga teknik sarang walet tersebut, pemilihan teknik yang akan digunakan sangat tergantung pada kepentingan pembudi daya burung walet. Untuk menjaga regenerasi burung walet, sebaiknya yang diterapkan adalah metode panen penetasan. Namun, jika hanya ingin memburu hasil sarangnya bisa menggunakan metode panen rampasan.

Agar keseimbangan antara populasi dan hasil sarang yang dipanen tetap terjaga, pemetikan sarang burung walet sebaiknya menggunakan pola gabungan antara metode buang telur dan metode penetasan.

Maksudnya, pembudi daya tetap memetik sarang yang bersih dan bentuknya sudah sempurna tetapi harus menyisakan sebagian sarang untuk tempat mengerami telur burung walet. Saat ini cara menyisakan sebagian sarang burung walet sudah diganti dengan cara memasang sarang imitasi.

Sarang imitasi dipasang persis di tempat melekatnya sarang burung walet asli. Pemasangan ini tentu saja dilakukan setelah sarang burung walet asli dipetik. Setelah sarang imitasi terpasang, dua butir telur yang berasal dari sarang burung walet asli yang sudah dipetik diletakkan kembali di dalam sarang imitasi, penempatan kembali telur walet tersebut harus dilakukan dengan hati-hati, sesuai dengan letak sebelumnya, dan jangan sampai disentuh dengan tangan. Pemasangan sarang imitasi ini bertujuan agar induk burung walet tetap dapat mengerami telur yang sudah dihasilkan.

Artikel terkait.

Induk burung walet kemudian akan memelihara dan merawat anak-anaknya sampai mampu terbang sendiri. Setelah anak burung walet bisa terbang, sarang imitasi bisa dilepas dan dipasang di tempat lain.

Penggunaan sarang imitasi ini menguntungkan pembudi daya dan burung walet itu sendiri. Bagi peternak bisa segera memetik sarang sesuai dengan keinginan dan burung walet juga tetap dapat melangsungkan regenerasinya.

Tulisan terkait :
loading...
Keuntungan Dak Kekurangan Panen Sarang Walet Sehabis induk Menetas | Penulis | 4.5