Ketentuan Pertandingan Balap Burung Merpati Dewasa

Ketentuan pertandingan balap burung merpati dewasa.Burung-burung merpati dewasa pun dipertandingkan, justru pertandingan ini lebih menarik. Burung-burung merpati dewasa yang sengaja dipertandingkan (bukan burung dewasa untuk diternakkan) banyak dikaitkan dengan kondisinya sewaktu mengembangkan anak. Selama kawin dan membesarkan anak, burung akan kehilangan berat badan dan otot-ototnya akan melemah.

Ini dapat diperbaiki dengan cara memberi latihan terbang yang semakin intensif, tetapi jangan memaksa burung terbang untuk waktu yang lama sebelum kita yakin bahwa otot dan pernafasan burung kembali seperti semula.

Artikel terkait.

Kira-kira sebulan sebelum dipertandingkan, burung hendaknya diterbangkan dengan melepaskannya cukup dari jarak 3 km saja. Gunanya adalah untuk mengembalikan kemampuannya menemukan kembali tempatnya. Kemudian lakukan sampai enam kali pada jarak 7,5 km. Lakukan ini berkali-kali sehingga kita kita melihat bahwa burung benar-benar berusaha untuk tiba di kandangnya secepatnya.

Setelah itu barulah kita tingkatkan jarak terbanyak, yaitu 15, 22, 5, 30, 60 km dan seterusnya. Kesukaran untuk melatih burung dewasa ini adalah burung jantan dan burung betina harus dilatih secara terpisah. Karena salah satu darinya harus berada di sarang mengurusi anak-anaknya.

Banyak pihak yang membesarkan satu anak burung saja dalam peneluran pertama untuk keperluan pertandingan ini. Hal ini disesuaikan dengan masa peneluran burung-burung aduan dan burung-burung ternak. Dengan cara ini anak burung dapat dipindahkan dari burung aduan ke burung ternak sampai burung aduan ini selesai menjalani latihan-latihannya. Anak-anaknya lalau dikembalikan ke induk semula, di mana untuk ini perlu catatan agar anak-anak itu tidak tertukar.ketentuan perlombaan balap burung merpati

Kalau telur burung-burung aduan ini tidak ingin ditetaskan, maka telur palsu perlu diberikan (telur ditukar). Telur palsu ini dibuat dari porselen, plastik, atau kayu, dan ini diberikan sampai saat telur menetas (18 hari). Dan anak burung ternakan dapat dipakai sebagai “anak asuh” dari burung ini agar siklus perkembangbiakannya tetap berjalan wajar. Biarkan burung tersebut memberi makan anak burung ini sampai 10 hari, kemudian ambil anak asuh itu agar burung bertelur lagi.

Dengan cara inilah kita mengatur burung-burung aduan ini dipertandingkan dengan menggunakan saat-saat peneluran dan membesarkan anak – telah disebutkan bahwa pada masa seperti ini naluri ingin kembali ke sarang sangatlah besar. Seandainya seekor betina terbang paling baik adalah pada hari ke-14 setelah bertelur, kita harus memindahkan telur atau anak-anaknya 24 jam sebelum pertandingan. Keadaan ini memungkinkan burung menjalani siklus bertelurnya yang 10 hari ditambah menjadi 14 hari itu sampai pertandingan dilakukan. Dari data-data yang ada kita akan tahu apakah burung bertelur leebih cepat atau lebih lambat dari siklus 10 hari itu.

Beberapa pemenang pertandingan yang terkenal (luar negeri) banyak menerbangkan burung-burungnya dengan memperhitungkan pasangan-pasangan yang ada untuk pertandingan-pertandingan yang diikutinya. Mereka yang memenangkan pertandingan bukan lagi karena faktor untung-untungan dan nasib majur, melainkan karena kemampuan mereka menangani burung dan data-data lengkap tentang keturunan dan kemampuan burung selama latihan.

Artikel terkait.

Ada orang yang mampu memenangkan pertandingan dalam masa 4 tahun berturut-turut, untuk jarak dan jurusan tertentu, dengan posisi sarang yang tetap sama (kondisi telur atau anak). Orang ini tahu betul bahwa burung jantan, yang dipertandingkan dan mempunyai anak yang baru berumur 14 hari akan berada dalam keadaan yang paling baik untuk suatu pertandingan. Di sinilah catatan-catatan sebelumnya meenjadi sangat penting.

Burung-burung dewasa diberi makan dengan tetap berpegang pada patokan: jangan memberi makan berlebihan. Kalau makanan bermutu terbaik yang diberikan, maka berikanlah jatahnya seperti biasa, dengan diubah bila dianggap perlu.

Sebagaimana halnya makanan bagi burung-burung muda, maka makanan burung dewasa perlu bervariasi, yang disesuaikan dengan cuaca dan keadaan pertandingan. Untuk memudahkan pengertiannya, anggap saja burung ini adalah seorang olahragawan pelari cepat. Dengan badan yang gemuk tentu ia akan lamban bergerak – begitu juga burung.

Untuk persediaan makanannya, kita hendaknya membeli makanan dalam jumlah cukup banyak untuk jangka waktu tertentu, lebih-lebih kalau kita tahu adanya serangkaian pertandingan. Tujuannya agar apa yang diberikan kepada burung dalam berbagai variasi, tetap menggunakan bahan yang sama. Sebab suatu perubahan bahan makanan dapat mengganggu pencernaan burung, sehingga dapat menggangggu kemampuan terbangnya.

Kondisi fisik burung-burung aduan dewasa, sebenarnya dapat diketahui dengan memperhatikan tingkah lakunya. Penampilan umumnya berupa mata bening tampak cemerlang, bulu-bulu sayap tampak mengkilat dengan warna penuh. Burung selalu waspada, selalu bergerak, mendekur, berkelahi, dan mencari gara-gara dengan burung-burung lain.

Tampak bahwa burung selalu ingin keluar kandang untuk latihan, dan sewaktu terbang kelihatan bersemangat. Setelah mendarat burung tampak biasa-biasa saja, tanpa kelelahan, dan untuk burung-burung jantan akan mendekur, jual tampang dengan membusungkan badannya dan mengejar-ngejar betina.

Kalau burng dibiarkan berada di luar, burung sering meninggalkan kandang dengan mengepak-ngepakkan sayapnya – membuat ribut, dan mempertontokan kesenangnya untuk terbang. Kalau kita melihat adanya burung yang tampak lelah dan tak bergairah perlu kiranya kita membereskan keadaan itu.

Burung yang berada pada kondisi puncak biasanya menampilkan tanda-tanda tersebut. Bila dipegang bulu-bulunya terasa lembut, badan tidak terlalu berat dan terasa seolah-olah bagaikan bola. Matanya mengkilat, bila diperhatikan tampak bercahaya, waspada, dan biji matanya bergerak-gerak dengan cepat menyesuaikan diri dengan perubahan cahaya.

Dalam keadaan tertentu hampir-hampir tak ada gelembung-gelembung darah kecil-kecil pada tulang dada. Tentu tanda-tanda ini tidak selalu kelihatan pada setiap burung. Kalau gelembung itu berubah menjadi garis-garis merah yang kecil-kecil maka itu berarti burung sudah mulai berada dalam kondisi yang tidak baik.

Tulisan terkait :
loading...
Ketentuan Pertandingan Balap Burung Merpati Dewasa | Penulis | 4.5