Ketentuan Dalam Lomba Burung Merpati Pos

Ketentuan dalam lomba burung merpati pos.Mempertandingkan Burung merpati pos dilakukan dalam berbagai cara. Ada yang mempertandingkan burung Merpati muda, dengan tujuan untuk melatihnya, di samping untuk mengejar kemenangan. Selain itu, banyak yang memusatkan diri pada pemakaian burung-burung dewasa penuh. Burung-burung dewasa ini dapat dipakai untuk bertanding dalam jangka waktu beberapa tahun, yang dapat dibedakan menjadi pertandingan jarak dekat dan jarak jauh (hampir mencapai 1000 km).

Para penggemar merpati pos di negeri ini telah biasa dipertandingkan burung-burungnya untuk jarak Surabaya – Jakarta, bahkan kadang Denpasar – Jakarta, yang ditempuh oleh burung dalam wakktu satu hari.

Burung-burung dewasa yang dipertandingkan tidak harus selalu burung jantan. Burung betina pun dipertandingkan. Dengan cara ini burung-burung yang dapat kita pergunakan menjadi banyak jumlahnya. Demikian pula kesempatan untuk memilih burung mana yang dipakai untuk bertanding.

Catatan: Para pemelihara merpati pos yang mempersiapkan diri mau ikut bertanding, telah memdedakan antara burung ternak dan burung aduan. Orang memelihara burung ternak ini dengan tujuan untuk mendapatkan keturunan yang sudah diperhitungkan masak-masak berdasarkan pengetahuannya tentang genetika, dan adanya burung bibit yang dimiliki, serta untuk diambil keturunanya. Anak-anak burung beserta keturunannya inilah yang dipakai untuk bertanding. Burung ternak ini tak pernah dilepas.ketentuan dalam lomba burung merpati

Burung aduan adalah burung-burung merpati pos yang dipertandingkan, dan di dalam kehidupannya, burung ini dibiarkan hidup sebagaimana layaknya burung, yaitu berkembang biak pula. Burung-burung ini tetap dimanfaatkan keahliannya untuk bertanding. Dan untuk mempertandingkan burung-burung ini tetap dimanfaatkan keahliannya untuk bertanding.

Dan untuk mempertandingkan burung-burung ini orang perlu memakai siklus peneluran agar burung dapat dipertandingkan dengan sifat-sifat burung yang senang kembali ke sarang dan kondisi fisiknya dalam keaadaan yang terbaik.

Tampaklah bahwa orang menggunakan kondisi burung yang ada itu untuk memenangkan suatu pertandingan. Oleh karena itu tidaklah mengherankan bila orang pun memakai cara lain. Cara lain dikenal dengan nama Widowhood system (sistem duda). Kalau sebelumnya disebutkan bahwa burung jantan dan betina dapat diterbangkan – dan cara ini dapat kita sebut dengan sistem alamiah – maka dalam sistem duda ini hanya burung jantan sajalah yang dipertandingkan.

Karena banyak penanganan yang telah dilakukan orang, maka pelbagi variasi dapat ditemukan pada sistem ini. Banyak pihak yang memakai sistem ini dengan alasan hasilya lebih menonjol. Keuntungan terbesar dari sistem ini adalah jumlah burung yang harus dipelihara cukup sedikit bila dibandingkan dengan sistem lainnya.

Artikel terkait.

Boleh jadi penggemar merpati pos yang memiliki 10 ekor burung “duda” akan memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan pertandingan dibandingkan dengan 30 atau 40 ekor burung yang dikembangkan melalui sistem alamiah. Telah disebutkan bahwa sistem alamiah hanya memberi kesempatan untuk memanfaatkan burung selama 1-2 minggu saja, kemudian burung harus dikembalikan ke kondisi semula yang mungkin berminggu-minggu.

Sistem duda dapat menggiring burung untuk siap lebih cepat dan mampu bertahan dalam kondisi prima selama sedikitnya 8 minggu. Masa yang panjang ini dapat dimanfaatkan burung untuk bertanding. Sedang burung dengan sistem alamiah sudah harus istirahat dengan berbagai alasan (antara lain bertelur, mengeram dan sebagainya). Satu-satunya kerugian sistem duda adalah burung betina tidak dapat dimanfaatkan.

Kandang dengan sistem duda berbeda dengan sistem alamiah. Pada kandang burung duda pelataran pendaratan dan pintu masuk khusus tidak ada, dan ini diganti dengan suatu jendela yang besar sekali sehingga burung dapat langsung ke kotak sarangnya masing-masing.

Kotak sarang bagi sistem duda ini pun berbeda, yaitu mempunyai dua ruangan sehingga ukurannya pun lebih besar dari sistem alamiah. Kotak sarang ganda ini akan menjadi tempat tinggalnya yang tetap dan karenanya burung pun akan langsung masuk ke kotak ini sepulang bertanding.

Oleh karena itu kotak ini haruslah cukup besar bagi burung untuk hinggap dan mendarat. Selain itu, ruang kandang perlu pula memiliki tirai-tirai atau sarana lain sehingga kandang dapat dibuat gelap. Dengan kegelapan kandang ini maka burung-burung duda tidak dapat melihat adanya burung-burung lain yang beterbangan, sehingga mereka dapat istirahat dan santai.

Prinsip terpenting di dalam sistem duda ini adalah burung harus dibuat setenang mungkin dalam minggu-minggu persiapan, dan hanya sehari sebelum diangkut untuk dipertandingkan burung itu diuat bergairah dengan mempertontonkan betinanya. Pada kandang burung duda ini juga tidak ada tenggeran. Jadi pada sistem duda ini kandang memiliki perbedaann adanya jendela-jendela besar untuk burung masuk (dan karenanya pelataran pendatatan dan pintu khusus tidak ada), kotak sarang lebih besar, ruang dapat digelapkan dengan tirai atau sarana lainnya, dan tidak ada tempat tengger bagi burung.

Tulisan terkait :
loading...
Ketentuan Dalam Lomba Burung Merpati Pos | Penulis | 4.5