Kandungan Nutrisi Dalam Pakan Ayam

Kandungan nutrisi dalam pakan ayam digunakan seperti kandungan air, protein kasar lemak kasar, serat kasar, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN), dan abu. Pada umumnya analilsis proksimat dilakukan sebagai langkah awal untuk mendapatkan informasi kualitas bahan baku pakan karena dapat dilakukan dengan cepat.

Kadar air

Artikel terkait.

Kadar air digunakan untuk mengetahui kandungan air dari bahan pakan yang akan digunakan untuk menyusun pakan. Selain itu, kadar air berguna dalam menentukan total nilai nutrien dan turut serta dalam menentukan langkah penyimpanannya. Kandungan nutrien bahan baku pakan unggas digunakan pada kondisi kadar air < 13% (berdasarkan as fed).

Semakin tinggi kadar air dalam bahan baku pakan, persentase kandungan nutrien semakin rendah. bahan baku pakan yang mengandung kadar air tinggi tidak disaraknkan karena menyulitkan penyimpanan sehingga mudah ditumbuhi jamur yang dapat menurunkan kualitas.unduhan (7)

Jamur yang sangat berbahaya bagi unggas adalah Aspergilllus flavus yang menghasilkan racun aflatoksin . Kandungan aflatoksin dalam bahan pakan menjadi salah satu syarat bahan pakan/ransum yang dapat dikatakan  berkualitas menurut SNI.

Protein kasar

Protein kasar menggambarkan kandungan protein dalam bahan baku pakan. Protein kasar belum menggambarkan jumlah protein murni yang dapat digunakan oleh unggas karena masih nitrogen non-protein (NPN).

Unggas tidak dapat memanfaatkan NPN seperti urea dalam tubuhnya, tetapi data protein kasar ini dapat dijadikan pedoman awal untuk memastikan bahan baku pakan tersebut dapat digunakan sebagai sumber protein atau tidak.

Artikel terkait.

Data protein kasar dapat digunakan untuk melihat  potensi bahan baku sebagai sumber protein. Namun, data protein kasar ini tidak dapat menggambarkan komposisi asam amino yang dapat menentukan kualitas protein.

Lemak kasar

Data lemak kasar daapat digunakan untuk menduga nilai energi yang terkandunng dalam bahan baku pakan dan dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam lama penyimpanan. Bahan baku pakan yang tinggi kandungan lemaknya akan mudah menjadi tengik bila disimpan terlalu lama.

Serat kasar

Informasi tentang serat kasar bahan baku pakan dapat digunakan untuk menduga ketersediaan energi dan kecernaannya. Bahan baku pakan yang mengandug serat kasar tinggi dapat dimanfaatkan lebih banyak oleh ayam sehingga penggunaannya terbatas. Selain itu, bahan baku pakan berserat kasar tinggi kandungan energinya rendah.

Bahan ekstrak tanpa nitrogen

Bahan baku pakan yang mengandung bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) yang tinggi dapat dijadikan berpotensi sebagai bahan baku sumber energi.

Abu

Data abu menggambarkan bahan baku pakan mengandung mineral. Misalnya tepung tulang dan daging seharusnya mengandung abu yang tinnggi karena kandungan mineral tulang cukup tinggi.

Analisis asam amino

Asam amino adalah nutrien yang dibutuhkan ternak berupa penyusun protein dan sangat esensial untuk pertumbuhan ataupun produksi telur. Paan yang kekurangan asam amino akan berdampak pada kecepatan pertumbuhan dan produksi yang rendah.

Analisis asam amino dilakukan dilakukan bila lebih ingin mengetahui kualitas bahan pakan sumber protein. Analisis ini jarang dilakukan karena membutuhkan biaya yang tinggi. Asam amino yang penting diketahui adalah metionin, arginin, treonin, triptopan, histidin, isoleusin, vali, dan penilalanin.

Analisis mineral

Analisis mineral dilakukan untuk mengetahui kandungan jenis mineral yang terdapat dalam bahan baku pakan ataupu n pakan. Kandungan mineral utama yang harus diketahui antara lain fosfor (P), kalsium (Ca), garam (NaCI), dan kandungan mineral lainnya berupa Co, Cu, Fe, Zn, Mn, Se, dan I.

Penentuan kecernaan

Keceraan bahan pakan adalah persentasev bahan pakan yang dapat dimanfaatkan oleh unggas. Bahan baku pakan yang berkualitas , mempunyai persentase kecernaan yang tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecernaan bahan baku pakan antara lain kandungan serat kaar, zat antinutrien, dan jenis protein.

Bahan baku pakan yang mengandung serat kasar tinggi akan memiliki kecernaan yang rendah. Hal itu karena ayam  hanya memiliki sedikit enzim uuntuk mencerna serat kasar. Bahan baku pakan yang mengandung serat kasar tinggi lebih dari 5% sebaiknya digunakan dalam jumlah yang terbatas dalam formulasi ransum karena efeknya akan berujung pada pakan yang dihasilkan.

Bahan pakan yang mengandung antinutrien dapat mempengaruhi kecernaan bahan baku pakan. Misalnya tanin dapat menurunkan kecernaan protein, HCN dapat menimbulkan keracunan pada ayam, serta asam pitat dapat menurunkan penyerapan beberapa mineral, terutama miineral fosfor.

Zat antinutrien yang umum terdapat pada bahan baku pakan yang berasal dari tanaman adalah asam pitat karena dapat mengikat mineral Ca, zn, Cu, dan F (fosfor). Dengan demikian, penyerapan mineral fosfor ke dalam tubuh menjadi lebih rendah.

Untuk mengatasi ini, pada penyusunan ransum digunakan dua indikator, yaitu fosfor total dan fosfor tersedia (phospor available atau fosfor non-pitat). Data fosfor total diperoleh melalui analisis kimia di laboraturium, sedangkan fosfor tersedia diperoleh melalui uji biologis. Data fosfor tersedia umumnya diperoleh melalui hasil penelitian dan menggunakan data sekunder.

Tulisan terkait :
loading...
Kandungan Nutrisi Dalam Pakan Ayam | Penulis | 4.5