Jenis Dan Ragam Pakan Burung Berkicau

Jenis dan ragam pakan burung berkicau-Setiap organisme makhluk hidup termasuk burung memerlukan pakan atau makanan. Oleh karena itu, pakan sebagai sumber energi merupakan salah satu unsur penting. Bahkan disebutkan sebagai faktor pembatas (limiting factor) yang artinya untuk bisa hidup dan berkembang biak dengan baik, semua makhluk hidup memerlukan pakan dalam jumlah yang cukup dan mutu yang sempurna.

Dalam pemilihan pakan untuk burung kenari yang dipelihara di penangkaran, faktor kebiasaan makan (food habit) perlu diperhatikan. Burung kenari mempunyai faktor kebiasaan yaitu sebagai burung pemakan biji-bijian, disamping juga menyukai sayuran dan buah-buahan.

Artikel terkait.

Pemilihan dan penyediaan pakan juga harus dibedakan antara pakan untuk burung dewasa yang sedang berkembang biak, pakan untuk anak burung, pakan untuk burung yang sedang dalam masa pertumbuhan, pakan untuk memperkuat kicauan, serta pakan untuk memperkuat keindahan warna bulu.Jenis Dan Ragam Pakan Burung Berkicau

Pada penangkaran satwa, pakan menjadi unsur yang sangat menentukan keberhasilan penangkaran. Secara ekonomis pakan juga selalu menempati biaya terbesar (mencapai 60%) dari seluruh komponen biaya pemeliharaan.

Oleh karena itu, perlu ditangani dengan baik, tepat, efisien, dan efektif. Sehingga pakan selain harus tepat dan sesuai dengan standar kesehatan dan kebutuhan hidup juga harus murah.

Dalam praktik pengelolaan penyediaan dan pemberian makanan kepada burung kenari di penangkaran pada umumnya, baik makanan alami ataupun buatan, setiap penangkar harus memerhatikan beberapa syarat penting dari pengelolaan makanan. Syarat penting tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Syarat kecukupan, terkait dengan jumlah pakan yang diberikan harus cukup memenuhi kebutuhan burung per ekor dalam tiap harinya. Jumlah pakan harus memerhatikan kebutuhan hidup pokok (maintenance) maupun untuk produksi (suara, keindahan bulu, dan lain-lain) dan untuk perkembangbiakan. Patokan pemberian pakan untuk diberikan setiap hari minimal sebesar +/- 5%-10% dari berat badan burung.
  2. Syarat kesempurnaan, terkait dengan mutu dan terpenuhinya zat-zat makanan bagi perkembangan burung. Pakan yang diberikan harus mengandung semua zat makanan yaitu protein, karbohidratt (untuk energi), lemak, vitamin, dan mineral.
  3. Syarat kebiasaan, terkait dengan kebiasaan burung apakah sebagai pemakan nabati (biji-bijian, buah-buahan, atau sayuran) atau hewani.
  4. Syarat ekonomis, terkait dengan biaya pemeliharaan pakan. Pakan sedapat mungkin lebih murah dan tidak bersaing dengan kebutuhan burung maupun dengan kebutuhan manusia sebagai penangkar itu sendiri.
  5. Syarat ketersediaan, artinya pakan tersebut harus terjamin ketersediaannya sepanjang waktu atau tidak tergantung musim. Pakan mudah diperoleh kapan saja dan dalam kondisi apapun agar tidak mengganggu metabolisme burung.

Jenis Pakan

Secara umum dari banyak praktik pemberian pakan kepada kenari di penangkaran, diketahui paling beberapa kelompok jenis pakan. Kelompok pakan tersebut yaitu pakan utama, pakan tambahan, pakan pelengkap, dan grit.

Artikel terkait.

Sebagai acuan umum tabel di bawah ini menyajikan jenis-jenis pakan yang dapat diberikan kepada kenari di penangkaran.

Jenis pakan yang dapat diberikan kepada burung kenari di penangkaran.

Kelompok Pakan

Fungsi: Sumber energi utama, sesuai dengan kebiasaan burung yang menyangkut sistem pencernaan.

Contoh Jenis Pakan: Biji kenari (canary seed), jewawut, biji lobak,biji bunga matahari, kacang hijau, biji sawi, kedelai,gandum, gabah, atau otot bangkok.

2.  Pakan tambahan

Fungsi: Pakan tambahan berupa variasi pakan untuk melengkapi dan mendukung kebutuhan zat-zat makanan yang telah bersumber dari pakan utama.

1.1. Nabati (tumbuhan)

Fungsi: Pakan diberikan sebagai sumber protein nabati dan sumber vitamin karena banyak serat baik dan kondisi lebih segar untuk pencernaan.

a. Sayuran

Fungsi: Sumber vitamin, banyak serat untuk membantu proses pencernaan.

Contoh Jenis Pakan: Sayuran yang dapat diberikan, diantaranya daun selada, daun sawi putih, daun sawi hijau, bayam, gambas, dan daun ginseng.

b. Buah-buahan

Fungsi: Sumber vitamin selain mempunyai banyak serat, juga memacukeindahan berkicau dan memperkuat warna bulu.

1.2. Hewani

Fungsi: Sumber protein yang berasal dari hewani.

Contoh Jenis Pakan: Kuning telur (puyuh), kroto, cacing, rayap, jangkrik, ulat hongkong, dan ulat bambu.

3.  Pakan pelengkap

Fungsi: Sumber vitamin D, memperkuat kesehatan, kicauan, membantu pertumbuhan bulu, dan reproduksi.

Contoh Jenis Pakan: Madu, minyak ikan, dan minyak gandum.

4.  Grit

Fungsi: Sumber kalsium untuk membantu proses reproduksi dan pertumbuhan burung muda.

Contoh Jenis Pakan: Tulang ikan sotong, atau cumi.

Pakan Buatan

Untuk mendapatkan beragam jenis pakan sekarang ini tidak lah sulit karena sudah banyak dijual di pasaran. Penjualannya berbentuk kemasan, baik yang terbuat dari bahan lokal maupun impor. Pemilihan pakan tersebut harus tetap memerhatikan kesukaan burung, kualitas pakan, dan harganya.

Jenis pakan tersebut dapat diramu sendiri untuk diberikan kepada burung kenari. Untuk dapat meramunya dengan tepat, secara teknis salah satu faktor penting yang harus kita perhatikan adalah menghasilkan ramuan yang disukai burung dengan kandungan gizi yang tepat sesuai dengan tingkat kebutuhan burung. Selain itu juga perlu disesuaikan dengan kebiasaan burung kenari sebagai pemakan biji.

Dalam praktik pemberian pakan bijian, setiap penangkar akan memiliki kiat tersendiri berdasarkan pengalamannya mencoba-coba (trial and error), tetapi perlu hati-hati untuk mencegah kemungkikan efek negatif.

Salah satu contoh ramuan pakan buatan yang direkomendasikan pada tahun 2011 dapat dijadikan sebagai acuan untuk membuat pakan sendiri. Komposisi pakan buatan tersebut, diantaranya.

  • Tepung roti (200 g)
  • Tepung jagung (200 g)
  • Tepung atau remahan cacing (2-3 sendok makan)
  • Tepung sayur hijau (2-4 sendok makan)
  • Kuning telur rebus (4-5 butir)
  • Madu (3 sendok makan)
  • Minyak gandum (jika ada, 5-6 tetes), dan kapsul vitamin manusia (2-3 butir)

Bahan-bahan ini dicampur hingga merata kemudian disangrai (dipanaskan di atas wajan dan api, tanpa diberikan minyak goreng) sampai kering dan berubah warna. Selanjutnya dihaluskan agar menjadi butiran atau remahan yang menyerupai tepung. Pakan buatan ini dapat diberikan sebanyak 0,5-1 sendok teh setiap 2-3 hari sekali.

Tulisan terkait :
loading...
Jenis Dan Ragam Pakan Burung Berkicau | Penulis | 4.5