Jenis Bahan Pakan Ternak Sumber Energi

Jenis bahan pakan ternak sumber energi-Untuk melaksanakan manajemen pakanĀ  yang baik, peternak perlu menambahkan wawasannya, terutama pengetahuan mengenai kandungan nutrien, faktor pembatas penggunaan (zat nutrien, kandungan serat kasar, ketengikan, dan mikotoksin), serta macam-macam pengolahan yang dilakukan terhadap bahan pakan.

Selain itu, perlu juga diketahui potensi bahan pakan tersebut, termasuk ketersediaan di pasaran dan fluktuasi harganya. Data kandungan nutrien bahan pakan dapat diperoleh melalui analisis di laboratorium atau data sekunder dari buku-buku.

Artikel terkait.

Pemerintahan juga sudah mengeluarkan standar Nasional Indonesia (SNI) tentang bahan pakan yang juga dapat dijadikan rujuakan kandungan nutrien dan pembatas penggunaan bahan pakan. Adapun bahan pakan yang digunakan dalam pembuatan pakan terdiri atas bahan pakan sumber energi, protein, lemak, mmineral, dan bahan pakan alternatif.Jenis Bahan Pakan Ternak Sumber Energi

Berikut Pakan Sumber Energi

Bahan pakan sumber energi memiliki kandungan energi yang tinggi. Bahan pakan ini paling banyak berasal dari biji-bijian atau limbah pengolahan biji-bijian. Sebagai contoh, jagung kuning, barley, gandum, sorgum, gaplek, dedak padi, polar, berbagai minyak nabati (minyak kelapa sawit, minyak kelapa) dan minyak hewani (minyak ikan).

1. Sorgum

Sorgum (Sorghum spp.) merupakan salah satu bahan pakan sumber energi yang kandungannya hampir menyamai jagung. Namun, potensi sorgum di Indonesia kurang baik karena produksinya hanya terdapat pada daerah tertentu.

Produksi biji sorgum banyak terdapat di Jawa Tengah khususnya di daerah Demak. Namun sorgum di beberapa daerah cukup beragam, misalnya di Jawa Tengah dan Jawa TImur disebut cantel, di Jawa Barat, disebut jagung cantrik, dan di Sulawesi disebut batar tojeng.

Artikel terkait.

Kandungan protein sorgum lebih tinggi dibandingkan jagung dan mengandung lebih sedikit xantofil, yakni 1,5 ppm. Kombinasi sorgum dengan bungkil kedelai akan menghasilkan suplemen metionin dan lisin dengan baik. Sorgum memiliki zat antinutrien yang disebut dengan tanin.

Kandungan tanin dalam sorgum sangat bervariasi, mulai dari 0,9 – 5,374%. Di lapangan terdapat sorgum berwarna putih, cokelat, dan merah. Semakin cokelat atau merah warna sorgum, kandungan zat taninnya makin tinggi.

Dampak tanin pada tingkat yang tidak dapat ditolerir oleh itik yakni dapat menurunkan laju pertumbuhan, produksi telur, serta efisiensi pakan. Sorgum putih dapat digunakan sampai 50%, sedangkan sorgum berwarna penggunaannya terbatas.

Pengolahan seperti pengupasan kulit luar perendaman, dan fermentasi dapat menurunkan kadar zat antinutrien sehingga penggunaan sorgum dalam formula pakan bisa meningkat. Tingginya kandungan tanin dapat menyebabkan tingkat kecernaan protien rendah, menurunkan pertumbuhan, dan meningkatkan kejadian abnormalitas pada struktur kaki.

Tulisan terkait :
loading...
Jenis Bahan Pakan Ternak Sumber Energi | Penulis | 4.5