Harga Sarang Burung Walet Menurut Jenisnya

Harga sarang burung walet menurut jenisnya.Dari beberapa jenis walet, tidak semua sarang walet dapat menghasilkan sarang yang dapat dikonsumsi, hanya 4 jenis walet yang sarangnya bisa dikonsumsi dan laku dijual yaitu walet sarang putih (Aerodramus fuciphagus), walet sarang hitam (Aerodramus maximus), walet sapi (Collocalia esculenta), dan walet sarang lumut (Aerodramus vanicorensis).

Sarang Putih

Artikel terkait.

Sarang putih merupakan sarang yang seluruhnya terbuat dari air liur (saliva), meskipun kadang ada sedikit campuran bulu-bulu halus. Warna sarang walet ini putih sehingga burung ini disebut pula edible-nest swiftlet, Yen-ou.

Sarang yang dihasilkan oleh walet Aeerodramus fushipagus ini rata-rata mempunyai lebar 6-10 cm dengan berat 6-9 gram. Kandungan air relatif sedikit hanya sekitar antara 5-10% karena kondisi iklim mikro di dalam gedung yang terkendali.

Bentuk sarang putih cukup bagus dan bervariasi, variasi bentuk sarang sangat tergantung sistem pemasangan sirip, usia walet, musim dan pola panenan. Pada pemasangan sirip sistem kotak-kotak, akan dihasilkan bentuk sarang sudut.Pada sirip membujur atau melintang dengan jarak pasang antarsirip yang terlalu dekat atau <20 cm,akan menghasilkan sarang dengan bentuk memanjang seperti bentuk perahu. Apabila jarak pasang antarsirip sekitar 30-50 cm, maka akan dihasilkan bentuk sarang yang normal, yaitu seperti mangkuk dibelah dua.Bentu dan Ciri Burung Walet Sarang Lumut

Sebagian besar walet putih ini menghuni gedung-gedung walet, tetapi masih ada yang tinggal di gua-gua alam. Salah satu gua alam yang sampai saat ini menjadi tempat berkembang walet putih adalah Gua Karangbolong, Kebumen Jawa Tengah.

Oleh Pemda setempat, sarang gua ini dilelang dan hasilnya menjadi pemasukan cukup besar bagi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Kebumen. Selain itu, ada beberapa Gua lain yang juga dihuni walet putih, antara lain gua di Kabupaten Gunung Kidul, Pacitan, Pangkalanbun, Kepulauan Natuna, Gunung Pading Bangka Selatan, dan lain-lain.

Namun, jika dilihat dari segi kualitasnya, sarang walet gedung lebih bagus dibandingkan dengan sarang walet gua. Hal ini disebabkan teknis pengendalian iklim mikro gua relatif sulit dilakukan, sebagai contoh adalah masalah tingkat kelembapan yang mencapai angka 100% atau lebih sehingga kadar air sarang mencapai 15-25%, warna sarang kuning keruh atau agak cokelat, dan bentuk sarang tidak seragam karena dinding gua tempat melekatnya sarang juga tidak beraturan.

Artikel terkait.

Harga sarang walet gedung bisa mencapai Rp 10 juta hingga Rp 18 juta, lain dengan hasil sarang walet putih dari gua yang hanya berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 8 juta saja. Selain dikonsumsi di dalam negeri, sarang putih sangat diminati di beberapa negara lain seperti Singapura, Hongkong, Belanda, Jerman, dan Amerika.

Sarang HitamĀ 

Sarang hitam merupakan sarang yang dibangun oleh walet Aerodramus maximus dari campuran air liur dan bulu-bulunya. Persentase bulu-bulunya kadang sangat banyak dan merata sehingga memberi kesan sarang walet ini berwarna hitam. Oleh sebab itu, sarang walet ini disebut black-nest swiftlet, yaitu sarang hitam.

Kebiasaan walet hitam membuat sarang dengan campuran bulu-bulu diduga karena kondisi gua yang terlalu lembap sehingga sarang tidak cepat kering. Agar sarang dapat berfungsi sebagai tempat bertelur, walet campurannya dengan bulu-bulu kering dari tubuhnya sebagai “kerangka”.

Perkiraan lain adalah ikut rekatnya bulu-bulu karena liur yang tidak cepat kering pada saat sarang dibangun, terlebih bila walet sedang rontok bulu.

Sarang walet hitam ini berukuran kecil sekitar 5-7 cm dengan bentuk yang tidak teratur. Hal itu disebabkan lekuk-lekuk dinding gua yang tidak rata sehingga menyulitkan walet membangun sarang dengan baik. Harga sarang ini sekitar Rp 1 juta hingga Rp 4 juta per kilo gram.

Rendahnya harga sarang ini diakibatkan oleh bobot liur yang hanya 50-60% dari berat sarang dan proses pembersihan bulu-bulu yang terbenam di dalam liur (cuci sarang) cukup sulit serta memakan waktu agak lama. Karena kurang menguntungkan, jumlah pengumpul sarang hitam ini amat terbatas. Konsumen mancanegara yang menggemari sarang hitam ini yaitu Singapura dan Malaysia.

Sarang yang dihasilkanĀ 

Burung ini memilih tempat bersarang yang redup atau agak terang dan biasanya menghindari tempat yang gelap. Sarang yang dibuat oleh walet jenis ini menggunakan campuran air liur dan bahan-bahan lain, seperti rerumputan kering, daun pinus, daun cemara, bunga, rumput, maupun serabut kelapa Orang Cina menyebutnya cho-yen.

Kadang bahan sarangnya terdiri dari bulu-bulu yang bercampur kapuk, plastik, atau tali rafia. Kemampuan burung ini dalam memproduksi air liur relatif sedikit dibanding kedua jenis walet di atas. TIap sarangnya hanya terdapat liur seriti sebanyak 3-5 gram saja dan sisanya merupakan bagan sarang lain. Harga sarang ini sekitar Rp. 750.000,00 hinffa Rp. 1,5 juta per kilogram.

Sarang lumut

Seriti lumut membuat sarangnya dari campuran air liur dan lumut. Lumut merupakan tumbuhan berdaun halus yang tumbuh dipermukaan batu-batu kali atau dinding gua yang basah. Tiap sarang hanya mengandung 2-3 gram liur. Oleh karena itu, harga sarangnya relatif murah yaitu sekitar Rp. 100.000,00 hingga Rp. 200.000,00 per kilogram.

Sarang dengan harga yang baik bila masih baru, yaitu berwarna hijau. Sarang yang telah lama berwarna cokelat kehitaman dan kering, mempunyai harga yang paling rendah. Hal itu wajar karena berkaitan dengan sulitnya penguraian (pemisahan) liur dengan bahan lumut. Semakin kering sarangnya, semakin sulit proses penguraiannya.

Tulisan terkait :
loading...
Harga Sarang Burung Walet Menurut Jenisnya | Penulis | 4.5