Contoh Membuat Sirip Kayu Untuk Sarang Walet

Contoh membuat sirip kayu untuk sarang walet.Kayu yang mau dijadikan sirip sebagusnya kayu bagian dalam bukan bagian luar yang dekat kambrium dan kayu tersebut harus bebas dari pengawet. Pada umumnya kayu tersebut dikeringkan dengan cara oven atau diangin-anginkan sampai kering.

Hal ini untuk mencegah keretakan atau melengkungnya kayu serta menaikkan jamur atau serangga yang terbawa dari kayu mentah. Jenis kayu yang bisa dipakai:

Artikel terkait.
  • Meranti
  • Bangkirai
  • Sengon
  • Jati
  • Kelapa

Kayu yang umum dipakai para peternak adalah kayu Meranti karena harganya jauh lebih terjangkau dan banyak di pasaran serta kayunya lebih empuk dan punya daya tahan yang cukup lama.

Bidang papan sirip yang lebar jangan diserut hal ini untuk memudahkan burung untuk hinggap dan untuk sekarang banyak sirip yang dibuat atau dibikin alur dan ukuran sirip itu berkisar 10-20 cm tergantung selera dan teknik yang dipakai. Jarak antar sirip pada umumnya orang membuat antara 30-50 dengan memprediksikan bentangan sayap walet selebar +/- 26 cm.Contoh Membuat Sirip Kayu Untuk Sarang Walet

Keunggulan sirip kayu:

  • Gampang dibongkar-pasang dan dibentuk.
  • Pemasangan accessories lebih gampang.
  • Biaya lebih murah.
  • Sarang yang dibentuk itu bagus.

Kekurangannya:

  • Gampang diserap rayap.
  • Gampapng jamuran.
  • Walet lebih susah menggunakan echo location karena kayu itu bersifat memendam suara.

Pemasangan sirip ini harus sangat teliti. Apabila kurang teliti, sirip yang dipasang kurang rapat ke plafon, akan menyebabkan burung walet tidak akan bersarang. Hal itu disebabkan adanya udara yang mengalir keluar dari celah tersebut yang membuat walet tidak nyaman dan umumnya celah tersebut juga merupakan tempat persembunyian predator walet, seperti kutu, kecoak, cecak, dan tokek.

Lagur atau sirip merupakan sarana tempat walet membuat sarang. Penataan pola mengikuti tata ruang rumah walet yang ada. Lagur ini bisa dibuat dari beberapa bahan material, seperti kayu, beton cor, aluminium,, dan lain sebagainya. Lebarnya mulai dari 12 cm hingga 20 cm. Jarak antara lagurnya pun bervariasi, mulai dari 20 cm hingga 50 cm.

Artikel terkait.

Pola pemasangan nesting plank sangat beragam, namun yang paling umum dipakai peternak walet adalah model kotak-kotak (kotak tahu) dan model garis-garis sejajar. Ada juga pola model piramid terbalik atau model susun anak tangga terbalik. Apapun bahan material dan bentuk modelnya, nesting plank harus memiliki sifat yang kokoh, kasar permukaannya dan tahan lama.

Untuk mempercepat dan mempermudah burung-burung muda belajar membuat sarang untuk pertama kalinya, maka sebaiknya diberikan saran tambahan pada nesting plank tersebut berupa sarang buatan (imitasi) atau potongan dari styrofoam atau apapun yang dapat menjadi dudukan pondasi awal sarang walet. Bisa juga dibuat alur (groove) pada nesting plank tersebut.

Treatment pada nesting plank akan menentukan berhasil tidaknya pengembangan populasi di kemudian hari.

Tulisan terkait :
loading...
Contoh Membuat Sirip Kayu Untuk Sarang Walet | Penulis | 4.5