Ciri Fisik dan Habitat Burung Hwa Mei

Ciri fisik dan habitat burung Hwa mei.Ragam dan jenis anggota keluarga timaliidae sangat banyak dan tersebar ke berbagai belahan dunia. Kawasan Asia menjadi penyebaran paling banyak dan di Indonesia lebih kurang ada 82 jenis anggota timaliidae yang sebagian besar penyebarannya ada di wilayah barat.

Perbedaan mencolok dari suku timaliidae yang menyebar di Benua Asia adalah suara kicaunya jauh lebih baik daripada timaliidae yang ada di Indonesia. Hwa mei (Grrulax canorus) masih satu keluarga dengan poksay hitam (Carbulax leucolopus) yang juga beerasal dari Cina.

Artikel terkait.

Umumnya, warna bulu anggota keluarga timaliidae kurang bervariasi. Selain itu, warna-warna kelam atau kurang cerah lebih menonjol. Dalam mencari pakan, hwa mei sering mendekati permukaan tanah.

Burung berkicau lokal yang masih kerabat hwa mei dan banyak ditemui di pasaran antara lain burung kuda-kuda (Garrrulax rufufrins) dan burung kopi (Pomatorbinus montanus). Namun, suara kedua burung ini tidak begitu baik.

Sebenarnya, ada burung berkicau lokal yang masih kerabat hwa mei dan suaranya bisa dikatakan cukup baik, yakni burung matahari (Crocias albonotatus) yang penyebarannya ada di Jawa Barat, tetapi sangat jarang ada di pasaran dan kurang disukai penggemar.

Padahal, burung ini memilki keistimewaan dalam bergaya sambil berkicau. Masih membutuhkan waktu yang relatif lama untuk lebih mempopulerkannya.ciri fisik dan habitat burung hwa mei

Ukuran fisik burung matahari lebih kecil daripada hwa mei, yakni hanya sekitar 20 cm. Hidup di sekitar pegunungan dan selalu berada di puncak pohon. Burung ini akan sering terlihat saat musim kawin tiba, yakni antara Desember-Maret. Sekali berkembang biak, burung ini menghasilkan 2 telur berwarna biru pucat dengan bintik-bintik keunguan.

Habitat Hwa Mei

Artikel terkait.

Di alam bebas, hwa mei sangat menyukai dataran rendah, bersemak, serta dekat dengan sumber air atau daerah rawa-rawa yang airnya melimpah. Hwa mei dikenal senang mandi. Setiap saat dimandikan, seolah-olah ia tidak pernah menolak.

Pakan kegemaran hwa mei adalah serangga kecil. Meskipun demikian, ia kadang-kadang memakan buah yang ada di hitam, terutama saat musim penghujan tiba.Hal ini disebabkan serangga sulit didapat jika ada hujan. Untuk mengindari bahwa, hwa mei tidak akan terbang terlalu jauh, tetapi hanya melompat-lompat dan sering menyelinap ke semak-semak.

Masa berkembang biak hwa mei biasanya mulai Desember – Maret dan jumlah telurnya antara 3-4 butir. Dalam membuat sarang, hwa mei selalu melakukannya di tempat rendah, ranting pohon yang berdaun lebat, dan kadang-kadang di atas akar bambu.

Sarangnya terdiri dari ranting pohon kering, rumput kering, dan akar pohon yang kecil atau agak halus, seprti akar serabut. Pada masa kawin hwa mei jantan akan tampak ganas terhadap buurung lain. Mungkin hal ini dilakukan untuk melindungi betinanya yang sedang mengeram.

Ciri-ciri Fisik Hwa Mei

Ukuran tubuh hwa mei lebih kurang 21 cm dan bisa dikatakan fisiknya berukuran sedang. Seperti umumnya keluarga timaliidae, warna bulunya tidak mencolok dan kurang bervariasi. Bulu di sekujur tubuhnya, dari bagian kepala hinggga ekor, berwarna cokelat.

Paruhnya berwarna cokelat kehitam-hitaman dengan matanya berwarna kuning dan ada bulatan hitam di tengahnya. Di pilipis matanya ada bulu berwarna putih seperti membentuk garis ke arah telinganya. Sementara itu, kakinya berwarna kecokelatan, begitu juga dengan jari-jari dan kukunya.

Tulisan terkait :
loading...
Ciri Fisik dan Habitat Burung Hwa Mei | Penulis | 4.5