Cara Mengenali Keturunan Burung Merpati Berasal

Cara mengenali keturunan burung merpati berasal.Untuk cara mengenali suatu burung ¬†merpati keturunan dari burung mana, maka kita perlu memberi tanda yang dapat kita kenal, dan tanda itu adalah suatu rangkaian huruf dan angka yang merupakan keterangan lengkap tentang silsilah dan perkembangan burung yang sengaja kita buat. Tanda itu umumnya berupa cincin, baik itu cincin yang bersifat “mati” (lingkaran) atau bersifat masih dapat dilepas.

Cincin mati dari bahan logam perlu dimasukkan ke anak burung sewaktu masih berumur antara seminggu sampai sepuluh hari. Cara yang mudah adalah dengan menelentangkan anak burung dan cincin kemudian dimasukkan pada ketiga jari kaki depan, dan jari yang lain ditekuk ke belakang. Semua itu perlu dikerjakan secara hati-hati dan jangan sampai membuat panik anak burung. Tanda ini penting nantinya dalam perlombaan burung.

Artikel terkait.

Anak burung yang dibesarkan harus sehat. Anak burung yang sehat umumnya mempunyai tembolok penuh dan diam di sarang dengan tenang. Anak burung yang ribut menandakan adanya sesuatu, seperti misalnya bahaya atau adanya sesuatu, seperti misalnya bahaya atau adanya suatu kerusakan.

Kotoran anak burung harus bulat dan keras tanpa banyak air – ada airnya, tetapi tidak sebanyak burung yang terserang mencret. Kalau dipegang beratnya mantap, dan anak burung itu mempunyai mata yang tajam dan tampak kuat. Anak-anak burung yang kelihatan lemah sebaiknya dibasmi saja. Anak burung yang sakit-sakitan sejak kecil tak dapat dipulihkan kesehatannya.Mengetahui jenis keturunan burung merpati berasal

Pada minggu keempat burung muda sudah dapat disapih. Tempatkan anak-anak burung  muda ini pada tempatnya. Di saat ini catatan tentang burung haruslah sudah beres, sebab begitu burung-burung ini dicampur dengan burung-burung lain kita mudah lupa itu anak burung yang mana.

Selama seminggu sampai sepuluh hari burung-burung muda ini perlu mendapat perhatian penuh, sebab sebelum tentu tahu tentang cara makan dan minum, dan kadang kita perlu membantunya. Sedikitnya empat kali sehari kita beri makan sedikit-sedikit. Mula-mula kita beri butiran-butiran yang kecil-kecil di hari-hari pertama di sapih, baru kemudian kita beri butiran-butiran besar setelah pandai.

Butiran-butiran besar seperti jagung kita berikan terlebih dahulu, dan setelah dimakan barulah butiran-butiran kecil yang sudah dikenalnya kita berikan. Kadang burung hanya memakan butiran tertentu. Untuk menangani hal ini, biarkan burung lapar, dan kemudian kita berikan butiran lain yang tidak disukainya.

Yang paling penting adalah memberikan pelajaran kepada burung muda untuk mendapatkan air minum. Kalau burung menolak makanan yang kita sodorkan boleh jadi penyebabnya adalah karena burung sedang haus. Kalau perlu kita harus mencelupkan paruh burung ke tempat minum untuk mengajar burung itu minum. Grit perlu diberikan juga. Dan burung pun perlu diberi kesempatan untuk mandi.

Artikel terkait.

Telah diterangkan bahwa setelah 16 hari teluur menetas, burung betina akan bertelur lagi. Di sini kita perlu menyediakan sarang kedua untuk peneluran kedua ini, dan ini dapat kita sediakan dua minggu setelah telur dari peneluran pertama menetas. Dengan adanya sarang baru ini, telur tidak akan diletakkan pada sarang pertama yang ada anaknya.

Apa yang kita kerjakan terhadap anak-anak angkatan pertama haruslah kita lakukan pula terhadap peneluran kedua ini. Umumnya burung ini dari angkatan pertama, dan mampu mengejar masa ganti bulu sama-sama, dan juga di dalam pengembangan kemampuan fisik dan mentalnya. Dengan adanya kemampuan ini janganlah burung angkatan kedua ini dilepas menyertai angkatan pertama sebelum ia dilatih secara tersendiri. Ikut-ikutan dengan angkatan pertama dapat membuat burung ini hilang begitu saja.

Selanjutnya burung akan bertelur pula pada 16 hari kemudian setelah angkatan kedua menetas. Dan kalau diteruskan, boleh jadi angkatan keempat akan dimulai hanya 12 hari setelah telur angakatan ketiga menetas.

Kalau kita membiarkan adanya angkatan ketiga ini, hendaknya anak-anak angkatan ketiga ini bersama-sama kakak-kakaknya, sedang keadaannya belum memungkinkan untuk itu sehingga kebodohannya dapat mengganggu burung itu sendiri dan burung-burung lain. Kalau kita mau memakai burung ini maka angkatan ketiga ini perlu dilatih tersendiri, yang berbeda dengan dua angkatan sebelumnya yang sering disatukan.

Kalau telur angkatan keempat muncul, hendaknya telur ini jangan sampai dierami. Sudah tiba saatnya burung untuk dipisah, sehingga burung mampu untuk menjalani ganti bulu dengan baik.

Tulisan terkait :
loading...
Cara Mengenali Keturunan Burung Merpati Berasal | Penulis | 4.5