Cara Menetaskan Telur Burung Walet Dengan Mesin Penetas

Cara menetaskan telur burung walet dengan mesin penetas.Dengan mesin penetas, suhu mesin penetas yang digunakan sekitar 400 C dengan kelembaban 70%. Untuk memperoleh kelembaban tersebut dilakukan dengan menempatkan piring atau cawan berisi air di bagian bawah rak telur. Diusahakan agar air di dalam cawan tersebut tidak habis.

Telur-telur dimasukkan ke dalam rak telur secara merata atau mendata dan jangan tumpang tindih. Dua hari sekali posisi telur-telur dibalik dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan embrio. Di hari ketiga dilakukan peneropongan telur. Telur-telur yang kosong dan yang embrionya mati dibuang.

Artikel terkait.

Embrio mati tandanya dapat terlihat pada bagian tengah telur terdapat lingkaran darah yang gelap. Sedangkan telur yang embrionya hidup akan terlihat seperti sarang laba-laba. Pembalikan telur dilakukan sampai hari ke-12.

Selama penetasan mesin tidak boleh dibuka kecuali untuk keperluan pembalikan atau mengisi cawan pengatur kelembaban. Setelah 13-15 hari telur akan menetas.Cara Menetaskan Telur Burung Walet Dengan Mesin Penetas

Mesin penetas telur

Mesin penetas ini dapat dibuat dengan sederhana. Penggunaan mesin penetas telur ini sangat bermanfaat bagi peternak walet. Hal ini merupakan jalan pintas untuk menambah populasi waletnya.

Cara mempergunakan mesin tetas. Telur-telur walet biasanya diletakkan di kotak spon yang telah dilubangi. Kotak spon ini berfungsi untuk menjaga agar telur tidak mudah pecah.

Selanjutnya telur diseleksi dengan senter atau kotak yang diberi lubang sebesar telur walet dan di dalamnya dipasangi lampu pijar, seleksi telur bertujuan untuk memisahkan telur fertil dari telur yang sudah mati (infertil).

Artikel terkait.

Telur yang sudah mati tampak hitam sedangkan telur kosong (belum mengandung embrio, terlihat bening) atau sudah berembrio tampak berserat-serat halus. Telur fertil hasil seleksi siap dipindahkan ke dalam mesin untuk ditetaskan.

Bentuk dan cara pengoperasian mesin tetas telur walet pada prinsipnya sama dengan mesin tetas telur ayam atau telur unggas lainnya. Hal yang perlu diperhatikan adalah posisi telur dalam mesin tetas, bagian yang mengandung udara harus menghadap ke atas tujuannya meningkatkan presentase keberhasilan tetas.

Untuk menetaskan telur walet suhu harus diatur sesuai kondisi penetasan alamiah yakni 34-350 Celcius. Suhu ini bisa diciptakan dengan memasang lampu penghangat, agar panasnya lebih merata sehingga proses penetasan serempak sebaiknya digunakan lampu pijar berdaya 5 watt sebanyak 4 buah, jarak lampu sekitar 30 cm dari posis telur, daya lampu 20 watt ini mampu menetaskan telur sejumlah 250-400 pasang bila terpasang pada mesin berukuran 70 cm x 50 cm x 40 cm, untuk memantau suhu ruangan mesin digunakan temperatur yang digantung di dalam ruang.

Kelembapan udara yang diperlukan untuk perkembangan embrio sekitar 70%, untuk itu di bagian mesin tetas ditempatkan cawan berisi air. Air ini diperiksa setiap hari, jika terlihat berkurang segera ditambahkan agar kelembaban tetap stabil selama proses penetasan.

Seperti pada penetasan telur unggas lainnya, telur walet di dalam mesin tetas juga perlu dibalik sehari 2 kali. Selain itu, telur juga harus dikontrol setiap hari, telur yang mati sebaiknya dibuang. Telur walet yang ditetaskan dengan menggunakan mesin tergantung umur telur walet.

Jika berumur 0 hari (baru kelua  dari induk) telur akan menetas 18-21 hari setelah peletakan. Pada telur yang sudah berembrio, penetasan hanya makan waktu 3-10 hari, telur yang dierami induknya atau seriti menetas dalam waktu 12-15 hari.

Anakan walet yang baru keluar dari kerabang telur tanpa bulu berwarna kemerahan harus disuapi pakan. Pakanya berupa kroto, pemberian kroto ini sebaiknya 3 kali sehari. Mulai 5 hari anakan walet siap jual.

Tulisan terkait :
loading...
Cara Menetaskan Telur Burung Walet Dengan Mesin Penetas | Penulis | 4.5