Cara Memilih Burung Merpati Dewasa Untuk Pertandingan

Cara memilih burung merpati dewasa untuk pertandingan.Kalau kita tahu jadwal suatu pertandingan burung merpati akan di laksanakan, dan kita mau ikut, perlulah kita mempersiapkan burung-burung merpati andalan kita yang ada sesuai dengan penjelasan sebelumnya. Oleh karena itu suatu persiapan berdasarkan data-data dan kondisi burung perlu dijalankan. Tampak bahwa di sini kita seolah memakai taktik, yaitu dengan menentukan burung mana yang akan diturunkan untuk bertanding.

Ada pihak yang menyodorkan suatu taktik, yaitu pada malam hari kita menempatkan seekor burung di kotak sarang dan tempatkan burung ini di dekat pasangan burung jantan dan betina yang akan ikut pertandingan.

Artikel terkait.

Pagi harinya burung jantan itu akan menemukan adanya pengacau yang akan diusir mentah-mentah bercampur cemburu. Lakukan ini berkali-kali sampai timbul kebencian di antara keduanya. Atau cara lain, kita dapat menempatkan telur burung yang baru pecah dengan anak-anaknya belum sepenuhnya keluar, dan ini kita kerjakan beberapa jam sebelum burung dibawa pergi untuk bertanding.

Juga kita dapat mengeluarkan sarang dan menutup pintu kotak sarang dan kembalikan sarang semula ke dalamnya. Ini akan membawa kesenangan sehingga burung berusaha kembali secepat mungkin. Ketiga cara itu merupakan sebagian saja dari berbagai cara untuk mendorong burung cepat-cepat kembali ke sarangnya. Tetapi cara ini hanya boleh dikerjakan pada pertandingan jarak dekat saja. Kalau ini dipakai pada jarak jauh, boleh jadi kita bahkan kehilangan burung-burung kita.

Tidak semua burung mampu mengikuti pertandingan jarak jauh. Sesuai dengan daerah keturunannya, ada burung yang tak mungkin menang dipertandingan jarak dekat, tetapi menguasai medan dalam pertandingan jarak jauh.

Data-data mengenai hal ini sangatlah perlu. Dan burung untuk keperluan ini dibuat dengan menangkarkannya, sebab burung yang mampu menguasai pertandingan untuk jarak dekat, jarak sedang, dan sekaligus jarak jauh sangatlah jarang.memilih burung merpati lomba

Mereka yang menangani burung-burung untuk terbang jauh tahu bahwa burung-burung muda tak perlu dilatih dengan keras terbangnya, tetapi dilatih dengan baik kemampuannya tentang tatanan yang kita atur, dengan hanya memberi kesempatan satu-dua kali ikut bertanding dalam jarak dekat. Di sini yang penting adalah mengembangkan fisiknya ke kondisi puncak dan mengembangkan fisiknya ke kondisi puncak dan mengembangkan  segi-segi psikologis burung tanpa kita berusaha untuk menghalanginya.

Sewaktu masih muda burung boleh ikut pertandingan sekali dengan jarak tidak lebih dari 400 mil (600 km). Memang ada burung yang menang dalam pertandingan jarak 500 mil (750  km) atau 600 mil (900 km), tetapi banyak pula yang hilang di tengah jalan – jadi sifatnya masih untung-untungan.

Artikel terkait.

Jadi burung yang dipersiapkan untuk terbang jarak jauh jangan dipaksa terbang menghabiskan tenaganya (jadi sekali-sekali saja). Sebaliknya burung ini cukup diterbangkan dengan jarak 300 mil (450 km) saja.

Dan ini boleh dilakukan sekali sebelum burung menghadapi pertandingan sebenarnya. Pemenang-pemenang jarak jauh umumnya merupakan burung yang berumur anntara 3-6 tahun. Ini pun kalau burung tidak dipaksa kerja keras dan banyak diterbangkan dalam masa tiga tahun sebelumnya. Tampaklah bahwa untuk mmencetak sang juara maka kuncinya adalah kesabaran.

Sudah tentu burung yang dalam kondisi puncak sajalah yang dipilih. Dalam kondisi ini burung sangat efisien menggunakan energi sewaktu terbang, sehingga mampu terbang lama. Burung-burung seperti ini bukanlah “pelari jarak dekat” tetapi merupakan “pelari marathon” yang mampu terbang terus tanpa kelelahan. Itulah sebabnya burung yang terbang jarak jauh itu harus dibuat tenang dan dikirim untuk bertanding dengan kondisi mental yang tepat. Dan ini dapat terjadi ketika burung sedang mulai bertelur atau ketika anaknya sudah berumur delapan hari.

Dengan alasan yang tidak diketahui, burung betina cenderung terbang lebih baik sewaktu peneluran (mengeram), sedang burung jantan cenderung terbang lebih baik sewaktu membesarkan anak. Dan hendaknnya jangan sampai burung yang kita pilih itu baru dalam keadaan membuat “susu” bagi anak-anaknya. Karena burung yang dipertandingkan untuk jarak jauh harus berada dalam keranjang/sangkar pembawa cukup lama, sehingga “susu” yang ada di dalam temboloknya dapat menjadi basi.

Untuk jarak jauh ini burung harus diperlakukan berbeda dengan burung yang terbang jarak dekat. Makanan burung berbeda, dan burung harus dijaga agar tenang – burung harus mampu tenang sewaktu dibawa beberapa hari dalam keranjang pembawa. Banyak pihak yang menambah bijian  dengan butiran besar seperti jagung dan kacang pada campuran makanannya sewaktu jadwal bertanding semakin dekat.

Sebaliknya, butiran kecil (beras, biji-bijian kecil) semakin dikurangi. Ini akan menambah karbohidrat, dan protein membantu memperkuat otot-otot dan mengumpulkan energi cadangan. Sebab seperti halnya pelari marathon, maka burung perlu menyediakan cukup energi dalam beberapa kilometer terakhir dari pertandingan ini. Burung yang memiliki kondisi fisik prima dan kondisi mental yang mantap akan memenangkan pertandingan.

Dalam kenyataannya, burung-burung yang mampu terbang jarak jauh memiliki badan sedang atau kecil dengan penuuh otot-otot dan panjang sayap yang cukup. Burung yang berbadan lebih besar akan mendapat hambatan sewaktu berada di udara apalagi kalau ukuran sayap dengan badannya tak seimbang. Untuk burung-burung seperti ini sayap harus cukup lentur sehingga mampu menahan badan sewaktu terbang dalam waktu yang lama.

Setelah burung diterbangkan dalam jarak jauh maka kita perlu memberikan kesempatan penuh kepada burung untuk istirahat. Bnyak pihak yang tidak mempertandingankan burung ini lagi kecuali pada pertandingan tahun berikutnya. Hal ini akan memberi kesempatan kepada burung untuk ganti bulu dan kemungkinan untuk mampu bertanding dengan baik di tahun depan.

Ada yang nekad memakai burung ini pada pertandingan yang menyusul, dan ini merupakan sebab mengapa banyak burung yang tidak kembali dalam pertandingan jarak jauh. Sebaiknya burung diberi bijian dengan butiran yang kecil-kecil untuk beberapa hari, untuk memberi kesempatan bagi alat pencernaannya agar normal kembali. Ada sarana untuk memulihkan energi semula yaitu dengan memberikan berbagai “tonik” (obat penguat), antara lain:

  • Gula tiga sendok makan, ditambah satu sendok makan glukose yang dilarutkan ke dalam air panas sebanyak satu liter, dan ini dicampur lagi dengan air bersih sebanyak satu liter. Berikan ini dalam keadaan hangat kepada burung sepulang dari pertandingan janganlah burung diberi air minum dingin sepanjang hari.
  • Madu satu sendok teh dicampur dengan air panas dan berikan hangat-hangat kepada burung.
  • Minyak ikan diberikan dalam bentuk kapsul lunak atau dicampurkan ke makanan.
  • Satu sendok makan tepung soda (peembuat kue) dicampurkan ke air minum yang suam-suam kuku.

Tentu ini hanya sebagian dari minuman penguat yang biasa dipakai untuk memulihkan tenaga burung, dan ini hendaknya diberikan sedikit-sedikit. Sepantasnya kita berusaha untuk mengembalikan tenaga ini dengan memberikan semacam imbalan kepada burung melalui penanganan makanannya setelah bertanding. Dengan cara ini burung dapat menjaga kesehatannya dan mempertahankan staminanya.

Sehari kemudian burung hendaknya diberi kesempatan madi dengan air hangat agar otot-ototnya mengendur dan burung akan merasa diperhatikan.

Untuk jarak dekat kita tidak dapat meremehkan burung betina. Burung betina kadang mampu memenangkan pertandingan jarak 500 atau 600 mil (750 atau 900 km). Hal yang sangat perlu diperhatikan adalah jangan sekali-kali menerbangkan burung setelah bertelur.

Paling tidak setelah delapan hari mengeram burung baru boleh diterbangkan, sewaktu waktu delapan hari dianggap cukup bagi burung untuk kembali normal. Yang terbaik bagi pertandingan dengan sistem ini adalah sistem ini adalah antara 8-14 hari, baik bagi burung jantan maupun betina.

Tulisan terkait :
loading...
Cara Memilih Burung Merpati Dewasa Untuk Pertandingan | Penulis | 4.5