Cara Melatih Terbang Burung Merpati Balap

Cara Melatih terbang burung merpati balap.Mula-mula burung merpati balap akan terbang tanpa aturan, bahkan boleh jadi berakhir dengan menubruk apa saja. Naluri burung merpati balap mengajarkan untuk nantinya terbang secara berkelompok. Di saat burung mampu terbang inilah kita harus melatihnya pula agar mereka tidak mendarat di sembarang tempat seperti atap rumah, dan sebagainya. Burung harus langsung mendarat di pelataran yang disediakan.

Untuk mengusir burung yang hinggap di tempat-tempat selain pelataran janganlah urung dilempari dengan batu dan sebagainya, tetapi sebaiknya kita lakukan dengan melemparinya dengan bola karet yang diikat dengan tali.

Artikel terkait.

Dan burung yang membandel dan senang hinggap di atas atau tempat-tempat lain haruslah dibuang/dibunuh, tak peduli bagaimana hebatnya burung itu. Alasannya sederhana, yaitu kebiasaan buruk dari seekor burung dapat merusak seluruh kelompok.

Sering kita jumpai dalam kesempatan terbang bebas burung tidak kembali alias hilang. Burung-burung muda senang terbang dan sering kesempatan itu dipergunakan untuk terbang jauh dari rumahnya, yang boleh jadi butuh waktu berjam-jam. Dalam kondisi seperti itu burung-burung yang lemah akan tertinggal dan hilang.cara melatih burung merpati terbang

Ada pihak yang menyebutnya bahwa burung terkena “penyakit gila terbang” yaitu burung terbang terus sampai kehabisan tenaga. Sehingga satu per satu burung akan tertinggal, dan yang paling kuatlah yang mampu kembali ke kandang. Sedang yang lemah akan hinggap di pohon, atap rumah orang, kawat telepon, dan sebagainya.

Namun kadang dalam beberapa hari burung-burung ini muncul kembali. Kalau burung-burung muda sudah terlatih untuk mengenali kandangnya, mengenali keadaan sekeliling dan mengenali pelataran pendaratan, kekuatan mentalnya merupakan keuntungan bagi kita, sebab kehilangan yang disebutkan di atas itu dapat dibatasi. Jadi burung-burung muda haruslah mendapat latihan yang tepat.

Jangan menempatkan burung-burung muda terlalu banyak di dalam kandang. Ini dapat menyebabkan burung sakit, sehingga dapat membawa kerugian dan kegagalan usaha. Juga jangan melepas burung-burung ini keluar kandang hendaknya dilakukan pada saat burung dalam keadaan lapar, sehingga mereka akan segan untuk terbang kemana-mana.

Sore menjelang magrib adalah saat yang paling baik, disusul dengan waktu pagi disekitar jam sepuluh, dan siang menjelang sore. Burung-burung muda yang menginjak dewasa dapat dilepas sekali-kali di pagi hari.

Artikel terkait.

Sebelum semua burung muda belajar mentaati tatanan kandang seperti yang kita bicarakan janganlah burung dilatih untuk bertanding. Burung harus patuh untuk memasuki kandang kalau disuruh, baik dengan gerakan atau panggilan, dan ini harus terjadi pada setiap saat. Dan yang penting, burung harus mau terbang bersama-sama secara baik, terbang untuk waktu yang lama, kemudian hinggap/mendarat hanya pada pelataran pendaratan yang telah kita tentukan. Burung yang mengacau harus dibuang.

Untuk suatu pertandingan, ada pihak yang memakai burung pembantu yang akan membuat burung yang terbang mengenali keadaan sekeliling dengan mudah, dan mau mendarat langsung ke pelataran. Karena sering terjadi burung yang terjadi burung yang bertanding tidak mau melakukan hal itu, dan tentu saja akibatnya kalah.

Untuk keperluan itu dipakailah burung-burung pemandu/pembantu yang tidak dapat terbang dengan baik sehingga akan terbang keliling kadang sekli dua kali lalu mendarat. Burung-burung ini pun dapat dilatih untuk mendarat dekat pelataran pendaratan dan disuruh masuk ke kandangnya.

Sebelum burung-burung ini dipertandingkan perlu dilatih bersama-samama dan dbibiarkan terbang menyatu dengan burung-burung pembantu ini. Untuk keperluan ini beberapa jenis burung berikut telah sering dipergunakan sebagai burung pembantu. Di antaranya: Oriental Frill (terutama jenis Satinette), Modena, dan Helmet.

Dalam praktek ada puka burung-burung pembantu yang ingin terbang terus, lebih lama dari yang kita inginkan. Di sini kita dapat mencegahnya dengan memotong beberapa buah sayap dari bulu terbang primer – potong satu dan biarkan burung ini terbang, dan dapat ditambah dengan satu lagi, suruh terbang dan perhatikan, sampai kita menemukan suatu keadaan di mana burung hanya terbang seperti yang kita inginkan.

Dalam pertandingan, burung pembantu ini (beberapa ekor) ditempatkan di keranjang kecil yang telah disiapkan dan baru dilepas bila diperkirakan burung-burung yang dipertandingkan akan tiba, atau dilepas bila kita mengetahui bahwa burung yang dipertandingkan ragu-ragu untuk mendarat di pelataran.

Dengan peranannya sebagai pembantu, maka kita pun perlu mempunyai burung pembantu yang baik. Dan ini hanya dapat dimiliki oleh burung-burung yang baik mutunya. Umumnya burung-burung ini lebih menarik, dan tergolong sebagai burung hias, tetapi memiliki kepandaian yang tinggi juga.

Tulisan terkait :
loading...
Cara Melatih Terbang Burung Merpati Balap | Penulis | 4.5