Cara Melatih Mental Dan Ocehan Hwa Mei

Cara melatih mental dan ocehan Hwa mei.Hwa mei yang akan diikut-sertakan dalam kontes harus mempunyai suara yang baik. Meskipun demikian, jika hanya mengandalkan suara alamnya belumlah cukup. Karenanya, kita perlu meningkatkan kualitas suaranya dengan cara “memprogramnya” agar bisa menirukan suara burung lain, sehingga suaranya terangkat dan lebih bagus daripada sebelumnya.

Untuk “memprogram” suara hwa mei, terlebih dahulu kita harus memahami suara alamnya. Dengan begitu bisa diukur sejauh mana peningkatan suaranya dan tingkat kemampuannya dalam menirukan kicau burung lain.

Artikel terkait.

Perlu diketahui, tidak semua tipe suara bisa meningkatkan kualitas suara hwa mei. Di samping itu, hanya burung tertentu yang suaranya cukup baik yang boleh ditirukan oleh hwa mei. Meningkatkan kualitas kicau hwa mei memerlukan suara atau kicau burung lain yang tipenya keras dan tajam. Untuk mendapatkannya, tidak perlu membeli burung yang berharga mahal, tetapi bisa memanfaatkan jenis burung tertentu yang harganya relatif mudah dan terjangkau.

Suara yang baik

Suara kicau hwa mei selalu menimbulkan lengkingan-lengkingan tajam pada ujung suaranya. Hal ini disebabkan burung tersebut lebih banyak mengeluarkan suara dalam yang jarang sekali mampu dilakukan burung berkicau lain. Dengan tipe suara yang dimilikinya, hwa mei bisa dan cepat menirukan suara-suara yang tidak jauh berbeda dengan suara bawaannya.

Tipe suara yang baik untuk ditiru adalah suara kicau yang ujungnya berakhir dengan huruf “t”. Tipe suara yang dimaksud di antaranya “crreeeeet, ceeetceet”, atau seperti bunyi ban mobil saat direm mendadak.cara melatih mental dan ocehan hwa mei

Jika hwa mei bisa menirukan suara tersebut dan dikicaukan sesering mungkin saat mengikuti kontes atau saat latihan, hwa mei tersebut akan mendapatkan nilai yang cukup baik.

Suara-suara yang ditiru hwa mei tersebut oleh para penggemar hwa mei sering disebut “senjata”. Suara seperti itu harus dimiliki hwa mei, terlebih lagi penilaian para juri saat kontes semakin berkembang dan tidak terpaku pada suara alam atau suara bawaan. Karenanya, meningkatkan kualitas suara kicau hwa mei yang akan ditampilkan di arena kontes sudah menjadi keharusan.

Artikel terkait.

Burung Pendamping

Burung pendamping yang dimaksud adalah burung yang mendampingi hwa mei dalam meningkatkan mutu suaranya. Burung yang didampingkan suaranya akan mengangkat kualitas suara hwa mei menjadi lebih baik.

Burung yang biasa digunakan untuk pendampingan di antaranya parkit, betet, dan robin betina. Ketiga jenis burung tersebut layak mendampingi hwa mei karena memiliki suara seperti yang diinginkan. Suara burung-burung tersebut tidak membentuk vokal, cukup nyaring dan tajam, atau seperti bunyi benda bergesekan. Hwa mei jantan yang bisa menirukan suara tersebut biasanya mampu menyuarakannya dengan baik saat dilombakan di arena kontes.

Sebenarnya masih ada jenis burung lain yang suaranya juga memiliki potensi mengangkat mutu kicau hwa mei, yakni cucak jenggot, love bird, pai ling, dan jalak, karena memiliki suara gesekan cukup baik. Selain suara gesekan yang dikeluarkan sangat tajam, juga selalu menyuarakan nanda yang sama dan berkepanjangan.

Tentunya hal tersebut akan lebih memancing hwa mei untuk menirunya dan membuat suaranya semakin baik. Agar burung-burung tersebut bisa mencontohkan suaranya secara maksimal, harus diupayakan yang benar-benar sudah rajin berkicau dan jika memungkinkan  jumlahnya lebih dari seekor.

Cara Mendampingkan

Untuk mempercepat hwa mei menirukan suara burung lain yang didampingkan, sebaiknya burung pendamping sudah didekatkan (didampingkan) sejak awal. Cara mendampingkannya adalah sangkar yang berisi burung pendamping diletakkan berdekatan dengan jarak sekitar 0,5 meter dari sangkar hwa mei, serta terus dilakukan di mana pun hwa mei diletakkan.

Biasanya, saat hwa mei mengalami ganti bulu dan sangkarnya kita tutup, ia akan lebih cepat meniru suara burung pendamping tersebut. Hal ini disebabkan hwa mei lebih banyak diam, jarang sekali berkicau keras, dan cenderung mendengarkan suara burung lain yang ada di didekatnya.

Agar burung pendamping (burung betina) terus terpancing dan bersuara sepanjang hari, sangat menganjurkan memelihara pasangan jantannya. Misalnya, jika burung pendamping robin betina, sebaiknya kita juga memelihara robin jantan. Biasanya, suara robin jantan juga mampu memancing hwa mei berkicau. Hal itu disebabkan suara robin hampir sama dengan suara hwa mei yang belum terlatih.

Kualitas Suara

Mengukur tingkat kualitas suara hwa mei tidak hanya dilihat dari rajinnya burung tersebut berkicau, tetapi juga variasinya dan sejauh mana ia mampu menyuarakan suara burung lain yang diandalkan (“senjata”). Meskipun hwa mei rajin berkicau dengan penuh variasi yang terus menyambung dalam waktu lama, belum dikatakan baik jika suara andalannya masih jarang, baru ditonjolkan sesekali, dan tidak berulang-ulang.

Penilaian lain yang bisa dijadikan patokan kualitas suara hwa mei adalah kemampuannya “mengocok suara” saat mulai berkicau atau setiap bertukar variasi. Nilai kocokan suara hwa mei yang baik, di mata juri tidak kalah baiknya dari “senjata” yang sering dikeluarkannya.

Bahkan, kocokan suara yang dilakukannya terus-menerus dan berulang-ulang, bisa membuat hwa mei memperoleh nilai maksimal. Suara kocokan hwa mei ini tidak bisa dibentuk seperti kita memprogramnya untuk menirukan suara burung lain, karena kocokan suara merupakan bawaan atau bakat.

Jika perawatan dan latihan dilakukan dengan benar, hwa mei yang dipelihara selama sekitar 1 tahun akan memiliki suara yang berkualitas, mampu berkicau dengan suara bervariasi, dan mampu menirukan suara burung lain yang menjadi pendampingnya.

Jika suara yang ditiru mampu dikicaukan dalam tempo tinggi dan terus-menerus, berarti hwa mei tersebut harus terus dibina. Meskipun demikian, ada pula hwa mei yang agak lambat untuk bisa menirukan suara burung lain.

Hal ini bukan berarti hwa mei tersebut bersuara kurang baik, tetapi bisa jadi ada hal yang kurang tepat. Karenanya, perawatan harus ditingkatkan, dan jika perlu burung pendampingnya ditambah atau ditukar dengan burung sejenis yang lebih rajin berkicau.

Tulisan terkait :
loading...
Cara Melatih Mental Dan Ocehan Hwa Mei | Penulis | 4.5