Cara BudiDaya ternak Ayam Lingnan Pemula

Cara BudiDaya ternak Ayam Lingnan Pemula – Sebelum memulai budidaya ayam lingnan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah lokasi usaha. Lokasi sangat menentukan kelangsungan usaha pada masa yang akan datang. Ada tiga hal yang menjadi patokan dalam memilih lokasi usaha.

  1. Masalah sosial, yakni tanggapan masyarakat atas keberadaan peternakan  yang direncanakan. Untuk hal ini, peternak harus memiliki komitmen dalam mengelola peternakannya.
  2. Peternakan yang dikelola dengan buruk akan menimbulkan berbagai masalah lingkungan, seperti bau yang tidak sedap, kotoran, debu, dan pencemaran udara di sekitarnya.
  3. Untuk peternakan skala kecil (rumah tangga), masyarakat sekitar masih bisa menerima karena tidak banyak menimbulkan masalah. Namun, untuk skala besar, harus benar-benar diperhitungkan masalah sosialnya.
  4. Masalah kebisingan. Lokasi yang bising bisa mengakibatkan stres pada ayam sehingga tidak bertelur.
  5. Masalah jarak dengan tempat persediaan pakan, seperti pasar yang menyediakan pakan jadi atau bahan pakan bisa pula dekat persawahan yang menyediakan dedak dan meniran; atau dekat dengan pusat perdagangan sehingga pemasaran telur atau daging lebih mudah.
  6. Lokasi usaha harus dekat dengan sumber air sehingga tidak dengan muncul masalah seputar pengadaan air minum untuk ayam yang dipelihara.
  7. Lokasi usaha harus lebih tinggi daripada lingkungan sekitarnya, sehingga jika musim hujan tidak tergenang.

Jenis Usaha BudiDaya Ayam lingnan

Artikel terkait.

Setelah mengetahui lokasi usaha yang paling tepat dan cocok, berikutnya adalah menentukan jenis usaha budi daya. Biasanya usaha peternakan ayam, terutama ayam lingnan dilakuan sejak ayam masih DOC (day old chick).

Budidaya dengan memelihara induk jarang dilakukan untuk skala usaha besar, karena harga induk ayam lingnan mencapai Rp 300.000/ekor.

Hal ini menyebabkan biaya produksi tinggi. Untuk mendapatkan telur konsumsi atau telur tetas, biasanya orang memelihara jenis ayam ini sejak DOC. Namun, untuk pemeliharaan skala rumah tangga, sah-sah saja jika membeli indukan.

Agar usaha budi daya ayam lingnan mendatangkan hasil sesuai dengan yang diharapkan, mutlak dibutuhkan pengetahuan dalam perencanaannya. Usaha ini dapat diawali dengan menentukan jenis usaha budi daya. Ada 3 jenis usaha yang bisa dipilih, yaitu sebagai berikut.

  1. Memelihara induk untuk menghasilkan telur tetas.
  2. Menetaskan telur untuk mendapatkan DOC.
  3. Memelihara DOC untuk menghasilkan pullet.

Untuk usaha skala kecil (skala rumah tangga), paling cocok dan praktis dengan membeli ayam siap bertelur (umur 4-5 bulan). Modal utama yang dibutuhkan hanya untuk membeli ayam yang akan dipelihara dan diambil hasilnya.

Salah satu kelebihan cara ini adalah peternak pemula akan lebih berpengalaman dalam menghasilkan bibit unggul. Bibit unggul ini penting karena sangat menentukan kualitas telur dan anakan.

Artikel terkait.

Letak dan Kondisi Kandang

Letak kandang harus mendapat perhatian khusus karena menyangkut kelangsungan hidup ayam. Kandang yang sehat harus mendapat sinar matahari pagi. Karena itu, kandang harus menghadap ke timur.

Kandang harus dibuat senyaman mungkin, jauh dari kebisingan atau lalu lalang orang. Letak kandang, khususnya kandang postal (kandang untuk pemeliharaan anak ayam), harus lebih tinggi daripada tempat di sekitarnya.

Hal ini karena anak ayam harus nyaman bermain dan tidur di dalam kandang tanpa terganggu oleh binatang atau orang yang berlalu lalang.

Begitu juga dengan kandang ren, harus diusahakan senyaman mungkin agar ayam tidak stres. Jika terjadi stres, ayam akan mogok bertelur, sehingga peternak akan mengalami kerugian.

Peralatan Kandang

Dalam pemeliharaan ayam dengan sistem terkurung (sistem baterai), dibutuhkan peralatan kandang berupa tempat pakan, tempat air minum, dan pemanas.

Tempat pakan dan air minum bisa dibuat dari bambu, kayu, atau plastik yang penting kebersihannya harus dirawat. Ukurannya disesuaikan dengan umur ayam, kuat atau kokoh, dan letaknya mudah terjangkau oleh ayam.

Tempat pakan dan minum plastik untuk ayam banyak dijual dalam berbagai ukuran di poultry shop. Ada yang berbentuk bundar dengan diameter 40 cm untuk anak ayam sampai umur 14 hari.

Ada pula tempat pakan silinder ayng bisa digantung untuk anak ayam berumur lebih dari 14 hari dengan kapasitas 15 kg, 7 kg, dan 10 kg.

Selain itu, ada juga tempat minum berbahan plastik dengan kapasitas 1 liter untuk anak ayam berumur 0-2 minggu, kapasitas 4 liter untuk anak ayam berumur 2-4 minggu, dan kapasitas 8 liter untuk ayam berumur lebih dari 4 minggu.

Tempat pakan dapat dibuat sendiri mengikuti bentuk dan ukuran seperti yang ditawarkan poultry shop dengan bahan paralon. Ukuran tempat pakan tersebut harus sesuai dengan jumlah dan umur ayam yang dipelihara.

Pemanas buatan diperlukan untuk anak ayam sampai berumur 4 minggu. Pemanas buatan ini berguna sebagai pengganti induk. Pemanas buatan yang bisa digunaan antara lain lampu pijar atau lampu minyak tanah.

Untuk kandang boks, sebaiknya digunakan lampu pijar atau lampu minyak tanah yang diselubungi kawat kasa agar anak ayam tidak bersentuhan langsung dengan sumber panas. Untuk kandang postal yang besar bisa digunakan gasolek.

Suhu dalam kandang untuk anak ayam, pada minggu pertama 40 derejat C, minggu kedua diturunkan menjadi 32 derejat C, minggu ketiga 34 derejat C, dan minggu keempat menjadi 30 derejat C.

Keadaan suhu di dalam kandang dapat diketahui dengan melihat penyebaran anak ayam. Jika anak ayam berkumpul di dekat pemanas, berarti suhu kandang terlalu rendah.

Sebaliknya, jika anak ayam menjauh dari pemanas, berarti suhu kandang terlalu tinggi dan harus diturunkan. Jika anak ayam menyebar merata, berarti suhu kandang sesuai dengan kebutuhan anak ayam.

Tulisan terkait :
loading...
Cara BudiDaya ternak Ayam Lingnan Pemula | Penulis | 4.5