Cara Budidaya Burung Merpati Tanpa Modal

Memang judul artikel  cara budidaya burung merpati Tanpa modal di atas Tidak masuk akal.Yang akan kami jelaskan kali ini tentang,bagai budidaya burung merpati dengan cepat serta tidak banyak mengeluarkan modal.modal bisa apa saja,modal waktu,modal pakan,kandang dlsb.

Kalau kita memperhatikan penjual-penjual merpati di pasar, kita akan melihat bahwa pedagang ini kadang menempatkan sepasang merpati dalam suatu sangkar kayu. Kadang burung itu tidak laku-laku, sehingga burung pun kawin dan bertelur, bahkan mengeram dan membesarkan anak dalam sangkar yang kecil itu.

Artikel terkait.

Penulis menyaksikan bagaimana sepasang burung merpati Frillback putih telah beranak tiga kali dalam sangkar kayu yang kecil dan menantikan pembeli – maklum harganya melangit sehingga burung sampai tiga kali membesarkan anak baru laku, berikut anak-anaknya. Dengan melihat fakta seperti itu, sudah tentu cara itu dapat kita pakai untuk memproduksi anak-anak merpati konsumsi.

Jadi kita dapat menggunakan sistem satu sangkar untuk sepasang burung – ini dapat kita samakan dengan sistem baterai pada ayam, di mana seekor ayam ditempatkan dalam satu kotak sangkar. Sangkar untuk sepasang burung burung ini ternyata tidak besar.

Dengan memperhatikan ukuran-ukuran yang dipakai para pedagang burung, dapatlah dikatakan bahwa suatu sangkar dengan ukuran panjang 60-80 cm, lebar 40-50 cm, dan tinggi 40-50 cm dapat kita manfaatkan.budidaya burung merpati tanpa modal

Apa yang diutarakan itu tentu tidak sesuai dengan teori, yaitu agar kita memperhatikan kepentingan burung. Tetapi kalau sasaran kita hanya untuk mendapatkan produksi anak burung dengan ruang terbatas dan burung kita kalahkan, dengan memenangkan kepentingan kita. Sudah tentu akibat negatif dapat saja muncul sebab burung kurang gerak.

Beberapa akibat itu masih ada diterima, sebab sasaran kita bukan untuk mendapatkan burung dengan kemampuan atau keturunan yang baik, melainkan dari pasangan-pasangan yang ada diharapkan didapat anak-anak burung yang dapat dijual.

Dan pedagang burung pun nyatanya sering membesarkan anak-anak burungnya di tempat kecil itu. Tetapi sebenarnya masalah kurang gerak ini bisa saja diatasi yakni dengan sekali-sekali melepaskan burung pada ruangan yang disediakan khusus.

Artikel terkait.

Memelihra merpati konsumsi dalam sangkar kecil, tentu masalah pemberian makanan perlu mendapat perhatian yang lebih serius. Keterbatasan gerak dan pemberian makanan secara berlebihan dapat membuat burung mudah menjadi gemuk. Oleh karena itu pemberian makanan secara terkendali perlu dikerjakan.

Kalau sasaran kita untuk mendapatkan anak-anak burung tanpa usaha untuk membesarkannya, dan anak-anak burung itu nantinya dijual, sudah tentu perhitungan untung-rugi dalam pemberian makanan yang bermutu, mungkin terlalu tinggi biayanya, sehingga mutu “asal saja” kadang terpaksa dilakukan orang.

Pedagang burung memberi makan burung dengannya, termasuk burung yang dibiarkan berkembang biak dalam sangkar, dengan menaburkan butiran jagung secukupnnya, sedang peemeberian pelet diusahakan seminim mungkin, kecuali terhadap burung yang sedang membesarkan anak (ini pun dibatasi).

Mengenai makanan “asal saja” itu, penulis teringat pada cerita paman. Kenalannya, seorang pensiunan, hidup dari memelihara merpati saja. Yang dijual adalah anak-anak burung, yang dimasukkan ke restoran-restoran langganannya (restoran Tionghoa).

Tidak dijelaskan apakah burungnya dilepas atau dipelihara dalam kandang. Yang dikerjakan oleh pemelihara burung ini adalah setiap pagi dan dikerjakan oleh pemelihara burung ini adalah setiap pagi dan sore pergi ke restoran-restoran langganannya untuk mendapatkan sisa-sisa makanan (nasi) untuk diberikan kepada burung yang dipeliharanya. Pihak restoran itu sengaja mengumpulkan sisa makanan, dan pemasok anak burung merpati tadi mendapatkan sisa makan itu secara gratis.

Dengan cerita yang penulis dengar itu dan dengan menyaksikan sendiri para pedagang mengembangkan merpati secara tidak sengaja, maka dapatlah diambil kesimpulan bahwa mencari tambahan penghasilan dengan cara beternak merpati biasa untuk keperluan konsumsi dapat dikerjakan dengan mudah, tanpa banyak memerlukan ruangan asal persyaratan lain tetap dipenuhi, yaitu kebersihan sangkar dan sangkar itu ditempatkan dalam suatu tempat yang berudara segar. Untuk keperluan ini merpati biasa yang menyukai burung dapat dimanfaatkan untuk membantu memeliharanya.

Makanan untuk merpati tidaklah sulit didapat. Pedagang merpati umumnya memberikan jagung butiran kepada burung-burung yang dikurungnya. Sebenarnya ini tidaklah cukup, sehingga kita sepantasnnya mencampurnya dengan bijian lain.

Makanan unggas yang diproduksi oleh pabrik makanan ternak sebenarnya dapat diberikan, tetapi pedagang memberikannya dengan sangat hati-hati. Mungkin karena faktor harga, tetapi banyak yang membatasi karena takut burung menjadi lebih gemuk.

Oleh karena itu, kita pun dapat menggabungkan makanan bijian dan pellet secara bergantian kepada burung yang ditempatkan dalam kandang-kandang kecil atau sangkar. Perlu diingat bahwa burung lebih baik dibiarkan agak lapar daripada kekenyangan.

Untuk memperbaiki nilai gizi makanan yang kurang baik, kita juga dapat memberikan vitamin (dan mineral) pada minuman burung. Untuk keperluan itu obat-obatan yang mengandung vitamin, atau vitamin yang mengandung antibiotik , yang diproduksi untuk keperluan unggas dapat kita manfaatkan. Agar larutan vitamin itu diminum dengan lahap oleh burung, hendaknya tempat minum burung dikeluarkan dari tempat biasanya, dan setelah burung diperkirakan cukup haus barulah larutan itu diberikan.

Kalau telah haus, mungkin larutan diminum dengan lahap oleh satu atau dua ekor burung saja, padahal kita perlu memberikannya kepada semua burung. Keadaan itu perlu diperhatikan pula. Dengan memberikannya secara berkala, maka kekurangan gizi dapat dipenuhi melalui penambahan vitamin itu.

Dalam membicarakan burung konsumsi ini penulis lebih banyak membicarakan burung dengan mengarah pada pemelihara melalui sangkar atau kandang kecil. Ini tidak lain karena tidak banyak orang yang memelihara burung konsumsi dalam jumlah yang besar. Juga pemeliharaannya banyak dilepas, kurang memusatkan diri pada pemeliharaan dalam keadaan terkurung.

Pemeliharaan burung dalam keadaan terkurung sering menjadi lebih mahal biayanya, baik dilihat dari segi makanan maupun dari segi penyediaan biaya sangkar atau kandang, tetapi keuntungannya ialah burung-burung khusus (bukan merpati biasa) dapat dipelihara dengan lebih aman.

Pemeliharaan burung dalam sangkar dapat dikerjakan dalam rumah-rumah yang berpekarangan kecil, tanpa harus mengganggu tetangga lain. Dalam keadaan tertentu, produksi anak-anak burung atau burung dewasa dapat dikonsumsi sendiri, sebagai variasi makanan sehari-sehari. Sistem sangkar ini dapat pula dipakai untuk memberi kesibukan kepada anak-anak yang gemar merpati, suatu kegiatan yang memberi hasil.

Tulisan terkait :
loading...
Cara Budidaya Burung Merpati Tanpa Modal | Penulis | 4.5