Cara Benar Mengawinkan Burung Merpati

Cara benar mengawinkan burung merpati yang baik adalah diawali dengan bentuk perkenalan dahulu, kemudian menjodohkan nya, dan disusul dengan pengamatan selanjutnya apakah perjodohan burung merpati itu cocok. Untuk itu kita perlu membuat suatu tempat perjodohan berupa sangkar yang memiliki 2 bilik atau sebuah kotak yang dibagian dalam 2 bagian.

Kedua ruangan itu dipisahkan oleh penghalang dari kawat, sehingga kedua burung dapat saling memandang. Ke dalam ruangan itulah pasangan yang akan dijodohkan dimasukkan. Boleh jadi mula-mula burung akan saling memperdulikan, tetapi dalam jangka beberapa jam atau beberapa hari burung mulai menunjukkan gejala-gejala ingin berpasangan dan kawin.

Artikel terkait.

Kalau gejala-gejala ini muncul, maka bukalah kawat penghalang itu. Setelah itu biarkan burung berada dalam tempat tersebut untuk beberapa hari lamanya. Setelah kita puas dan percaya bahwa burung telah berjodoh maka pasangan ini dapat di masukkan ke dalam kandang dimana mereka akan dipelihara atau kita lepas dan membiarkannya hidup lepas.menjodohkan burung merpati

Percintaan sepasang merpati agaknya menjadi contoh bagi manusia, sehingga sering dijadikan simbol percintaan. Yang jelas, perjodohan seumur hidup merupakan contoh yang dikehendaki orang. Dan langkah merpati jantan merayu betinanya merupakan hal yang menarik pula. Ada betina yang mau didekati tetapi menolak dikawin, dan menimbulkan suatu istilah “jinak-jinak merpati” bagi wanita semacam ini.

Betina pilihan sendiri dari burung jantan akan didekati secara langsung. Burung jantan akan membusungkan dada dan akan mendekur sewaktu menari-menari di hadapan betina itu. Temboloknya dan bulu-bulunya yang di badan mengembang, bulu sayap dan ekor merentang/ Sering burung jantan menekankan badannya ke burung betina.

Kalau burung betina itu siap untuk kawin, betina pun mempertontonkannya dengan cara menggerak-gerakkan kepalanya dan menghirup udara sehingga lehernya mengembang. Langkah berikut adalah sang betina memasukkan paruhnya ke mulut sang jantan sebagai tanda persetujuan untuk kawin. Pada percumbuan ini burung jantan memuntahkan sebagian makanan yang ada di temboloknya.

Kalau langkah “meloloh” itu terjadi, maka itu merupakan bahwa tanda perkawinan akan segera menyusul.Burung-burung yang tidak memiliki jodoh tidak melakukan hal ini. Umumnya setelah kawin burung akan terbang keliling kandang bila mereka dilepas bebas, dan bila berada dalam kandang boleh jadi mereka akan terbang kian ke mari di dalam kandang.

Kalau pasangan ini belum mempunyai tempat untuk bertelur maka sang jantan akan memilih tempat untuk itu. Kalau sudah menemukan tempat yang cocok, maka kita perlu menyediakan bahan-bahan sarang. Suatu alat dari tembikar yang cekung dengan garis tengah 20-25 cm dapat kita sodorkan kepada burung untuk dipakai sebagai tempat bersarang, tatakan pot dapat pula dipergunakan.

Artikel terkait.

Umumnya merpati tidak membuat sarang dengan baik. Menumpuk beberapa jemari atau potongan ranting dianggapnya memadai, sehingga sodoran kita dengan penataan yang baik pasti akan diterimanya. Burung jantannya membawa bahan sarang satu per satu dan menyerahkannya kepada burung betina yang menempatkan dan menatanya di dalam sarnag. Selama membuat sarang itu burung jantan tidak mencari bahan sarang, tetapi sewaktu burung jantan mengerami telur, burung betina kadang-kadang masih membawa bahan sarang.

Tulisan terkait :
loading...
Cara Benar Mengawinkan Burung Merpati | Penulis | 4.5