Bahan Baku Pakan Ayam Banyak Mengandung Energi

Pengetahuan bahan baku pakan ayam banyak mengandung energi meliputi pengetahuan kandungan nutrien, faktor pembatas penggunaan (zat nutrien, kandungan serat kasar, ketengikan, dan mikotoksin)., macam-macam pengolahan yang dilakukan terhadap bahan pakan, serta potensi bahan pakan tersebut, termasuk ketersediaan dan harga.

Data kandungan nutrien bahan baku pakan dapat diperoleh melalui analisis di laboraturium atau data sekunder dari buku-buku. Pemerintah juga sudah mengeluarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang bahan baku pakan yang juga dapat dijadikan rujukan kandungan nutrien dan pembatas bahan baku pakan.images (16)

Artikel terkait.

Data sekunder kandungan nutrien bahan baku pakan perlu dicermati keakuratannya dan kesesuaian kualitas bahan baku pakan yang akan digunakan untuk memproduksi pakan. Deskripsi bahan pakan perlu dikuasai oleh peramu pakan (formulator) sebelum membuat formula pakan. Bahan pakan yang digunakan dalam pembuatan pakan terdiri dari atas bahan pakan sumber energi, protein, lemak, mineral, dan bahan pakan alternatif.

Bahan pakan sumber energi merupakan bahan pakan yang memiliki kandungan energi yang tinggi. Bahan pakan ini palinng banyak berasal dari biji-bijian atau limbah pengolahan biji-bijian. Bahan pakan sumber energi utama yang digunakan dalam pakan antara lain jagung kuning, barley, gandum, sorgum, gaplek, dedak padi, polar, serta berbagai minyak nabati (minyak kelapa sawit, minyak kelapa) dan minyak hewani (minyak ikan).

Jagung kuning.

Jagung merupakan bahan baku pakan sumber energi utama dalam pakan unggas. Hal itu karena beberapa faktor antara lain berenergi tinggi, tidak terdapat zat antinutrien, mengandung banyak pati dalam bentuk amilopektin, serta kecernaannya tinggi. Jagung mengandung protein yang rendah sekitar 8,5%, keseimbangan asam amino yang jelek, kandungan lisin rendah, dan kandungan metionin tinggi.

Dalam formulasi pakan, umumnya penggunaan jagung dikombinasikan dengan bungkil kedelai yang dapat menutupi kekurangan asam amino dari jagung. Kandungan energi jagung dipengaruhi oleh umur panen. Jagung muda mengandung energi metabolis antara 3.014-3.155 kkal/kg. Jagung muda (belum siap panen) bila sudah kering, bentuk bijinya keriput.

Jagung yang sering digunakan dalam pembuatan pakan adalah jagung kuning karena mempunyai pigmen kuning yang disebut xantofil rata-rata 5 ppm dan karotin 0,5 ppm. Penggunaannya yang besar dalam ransum dappat menyebabkkan warna kuning pada kulit dan kuning telur yang sangat disukai oleh pasar.

Artikel terkait.

Penggunaan jagung harus diperhatikan ada tidaknya jamur yang tumbuh yang dapat menghasilkan mikotoksin, bersifat racun, dan dapat mempengaruhi performa unggas. Jagung yang sudah ditumbuhi jamur akan terlihat bintik hitam pada daerah germ.  Pencemaran jamur pada jagung sering terjadi bila jagung mengandung kadar air 16% dengan suhu 25 derejat C, lalu diangkut pada waktu yang lama.

Penggunaan jagung lebih  dari 30% dalam pakan yang akan dibuat pelet harus ditambah dengan pengikat untuk mendapatkan kualitas pelet yang baik. Kualitas jagung yang akan digunakan dalam ransum dapat dikrontrol dengan mengukur bulk density sebesar 700 kg/m kubik. Untuk mengatasi kelemahan jagung, berbagai usaha dilakuan untuk mencari varietas dengan kriteria tertentu, yaitu sebagai berikut.

  • Varietas tinggi lisi (high lisin).
  • Varietas tinggi minyak (high oil).
  • Varietas rendah phitat (low phytat).
  • Varietas waxy untuk produksi pati.

Komposisi nutrien jagung kuning menurut SNI tercampur dalam SNI 01-4483-1998. Standar nutrien ini diperlukan untuk mengontrol kualitas jagung yang ada di pasaran sehingga bisa digunakan dalam pembuatan formula pakan.

Tulisan terkait :
loading...
Bahan Baku Pakan Ayam Banyak Mengandung Energi | Penulis | 4.5